Luther dan Dosa-Dosanya

Administrator - Jumat,05 Juni 2015 - 07:30:49 wib
Luther dan Dosa-Dosanya
Ilustrasi: net

Bacaan: Roma 7:13-26 Siapa yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini? Syukur kepada Allah melalui Yesus Kristus, Tuhan kita! (Roma 7:24-25)

Bacaan setahun: Ezra 10 Saat masih jadi rahib, Martin Luther pernah menjengkelkan Bapa Pengakuan Dosanya. Kenapa? Sebab, tak seperti rahib lainnya yang hanya beberapa menit mengaku dosa, Luther melakukannya selama enam jam nonstop! Gilakah ia? Tidak. Sebaliknya, Luther paham betul betapa jahatnya dirinya karena dosa.

Sejauh mana kita menyadari bahwa kita sudah "terjual di bawah kuasa dosa" (ay. 14)? Dosa seperti sel kanker yang menyebar ke seluruh tubuh kita.

Rasul Paulus pun tak berdaya melawan keberdosaannya (ay. 24)! Bandingkan dengan kasus Akhan (Yos 7). Ia yang bersalah, mengapa keluarga dan harta bendanya harus dimusnahkan juga? Bagi Allah, dosa itu sangat serius, dan kasus ini sebagai contoh bahwa Dia ingin umat-Nya hidup tak bercela.

Syukurlah, Allah tidak berhenti di situ. Dia juga memberi jalan keluar, yaitu melalui Yesus yang menanggung semua dosa (masa lalu, masa kini, masa depan) kita di kayu salib (ay. 25, Kol 1:20). Jadi, kita tak perlu frustrasi lagi seperti Paulus dan Luther karena oleh Yesus kita dimungkinkan berkenan kepada Allah! Hanya masalahnya, seberapa jauh kita menghormati pengurbanan Kristus ini dengan bertekad menjaga kesucian di tengah segala hal yang kotor? Ataukah, kita begitu gampang memaafkan diri ketika berbuat dosa? Jangan-jangan kita lalu hidup sembrono.

Bukankah seharusnya pengampunan-Nya yang begitu besar itu memotivasi kita untuk hidup menyenangkan hati-Nya? Bukan lagi karena takut akan penghukuman-Nya, melainkan karena hati kita berlimpah dengan rasa syukur. (Hiendarto Soekotjo)

SATU-SATUNYA YANG ALLAH BENCI DARI KITA ADALAH DOSA-DOSA KITA.




Berita Terkait