Tiongkok Bersiap Hadapi Tantangan Misi Antariksa ke Mars

Administrator - Selasa,28 Juli 2020 - 23:41:16 wib
Tiongkok Bersiap Hadapi Tantangan Misi Antariksa ke Mars
Roket Long March 5 yang membawa misi Tianwen-1 Tiongkok ke Mars meluncur tanggal 23 Juli 2020. medcom

RADARRIAUNET.COM: 23 Juli 2020 roket Long March 5 yang membawa misi ke Planet Mars bernama Tianwen-1 berhasil meluncur dari Wenchang Spacecraft Launch Site, Hainan, Tiongkok. Ini jadi kesuksesan pertama Tiongkok setelah beberapa tahun lalu gagal menuju atmosfer Bumi.

Misi kali ini terbilang sangat besar untuk mengejar prestasi NASA Amerika Serikat. Tiongkok menargetkan mengirim orbiter pengamat atau satelit sekaligus mendaratkan robot rover di daratan Planet Mars. Namun misi ini tidak mudah, karena Planet Mars berbeda dari Bulan.

Dikutip dari Xinhua, lembaga antariksa Tiongkok yaitu China National Space Administration (CNSA) meyakini bahwa misi menuju Planet Mars jauh lebih menantang dibandingkan misi di Bulan yang sudah mereka capai. Pertama menyoal jarak dari Bumi.

Perwakilan CNSA, Geng Yan menjelaskan bahwa jarak dari Bumi ke Planet Mars mencapai 400 juta kilometer, berbeda dari Bumi-Bulan yang hanya sekitar 380.000 kilometer. Jarak ini menghadirkan tantangann di segi komunikasi dan kendali satelit serta rover.

Planet Mars memiliki atmosfer yang tebal sementara Bulan tidak memiliki lapisan ini sama sekali. Makanya desain pesawat atau probe yang membawa rover termausuk parasut didesain sangat dinamis. Catatan sejak tahun 1960 ada sekitar 40 misi antariksa ke Mars yang hanya separuhnya berhasil.

NASA Amerika Serikat adalah satu-satunya yang berhasil melakukan soft landing rover mereka di Planet Mars. Makanya rover dari misi Tianwen-1 dirancang untuk memiliki kemungkinan besar melakukan soft landing alias tanpa kerusakan.

Probe maupun rover di dalamnya diklaim Geng didesain untuk bisa bertahan dari debu dan pasir karena kondisi geografis Planet Mars yang dilaporkan kerap terjadi badai pasir.

"Kami berharap misi ini akan mendorong inovasi baru, penelitian ilmuah, dan pengembangan teknologi. Saat ini kami hanya memiliki pengetahuan yang terbatas dari Mars. Banyak hal yang belum bisa dipastikan dari geografis dan risiko lainnya," tutur Geng.

Saat ini pesawat pembawa rover dan satelit Tianwen-1 Tiongkok masih dalam perjalanan ke Planet Mars yang akan membutuhkan waktu sekitar tujuh bulan. Uni Emirat sudah lebih dulu terbang menuju planet ini tanggal 19 Juli sementara NASA akan menyusul terbang pada 30 Juli 2020.

 

 

RRN/medcom/lex