Komitmen Pemkab Inhil Kembangkan Wisata

Administrator - Selasa,10 Maret 2020 - 13:20:27 wib
Komitmen Pemkab Inhil Kembangkan Wisata
Bupati HM Wardan menandatangani penandatanganan Prasasti Insular Peat Land Ecotourism of Inhil South Riau. Foto: Humas

RADARRIAUNET.COM: Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir terus berupaya meningkatkan serta mengembangkan dunia pariwisata di negeri seribu parit itu. Hal itu disampaikan Bupati Inhil Wardan saat Penandatanganan Prasasti Insular Peat Land Ecotourism of Inhil South Riau disaksikan Kepala Badan Restorasi Gambut RI dan Gubernur Riau di Pantai Solop baru-baru ini. Syamsuar mengatakan, saat awal menjabat sebagai Bupati Inhil, Pantai Solop masih belum tersohor.  Karena itu, dia berinisiatif melaksanakan pelantikan kepala desa serentak di Pantai Solop.

"Tujuan kita untuk memperkenalkan Solop ke masyarakat. Waktu itu, kita undang kecamatan-kecamatan lain untuk hadir pada pelantikan tersebut. Kini Solop sudah semakin dikenal luas," tutur Wardan.

Ditambahkan, saat ini memang investor yang masuk untuk membangun Pantai Solop masih kurang. "Pantai ini memang memiliki potensi yang tinggi untuk dikembangkan dan memiliki daya tarik yang tinggi. Tinggal bantuan investor saja lagi bagaimana cara mengemasnya," tuturnya. Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga dan Kebudayaan (Disparporabud) Inhil Junaidy SSos MSi menjelaskan, gowes dapat dibangun dengan memanfaatkan trio tata air yang diinstruksikan bupati.

"Pengembangan Pantai Solop merupakan dukungan PaK Bupati HM Wardan. Inhil ini daerah rawa gambut. Tapi kami mengharapkan gambut jangan menjadi ingatan ketika musim asap. Tetapi gambut di Inhil yang memiliki keindahan ini bisa menjadi kekuatan destinasi wisata. Kami ingin menjadikan gambut dan mangrove menjadi pusat kebudayaan, pusat ekonomi. Inilah dasarnya dilaksanakan gowes tersebut," urai Junaidy.

Dia menyampaikan untuk lebih mengembangkan potensi wisata ini, pihaknya juga akan bekerjasama dengan satuan kerja terkait, khususnya Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) setempat."Tentu untuk memaksimalkan pengembangan lokasi wisata ini, perlu dukungan dan bantuan semua pihak. Saat ini, kami juga tengah mempersiapkan kelengkapan beberapa infrastuktur yang dibutuhkan," ujarnya.

Dia memaparkan bahwa Pantai Solop ini adalah pantai berpasir putih yang merupakan pasir dari fosil hewan laut seperti kerang-kerangan dan sejenisnya serta pasir ini dikenal dengan nama pasir sirsak."Pasir-pasir ini terbentuk melalui proses yang panjang dan terjadi akibat dari hempasan gelombang pasang. Hal ini kemudian menyebabkan pasir sirsak ini terhampar di sepanjang Pantai Solop sehingga pantai ini terlihat indah dan memiliki keunikan serta daya tarik tersendiri yang tidak ditemui di pantai-pantai lain," jelasnya.

Ia menyampaikan Pantai Solop ini terletak di Pulau Cawan, Kecamatan Mandah dan dapat ditempuh dengan transfortasi sungai maupun laut karena lokasinya berada di Pantai Timur wilayah Sumatera."Pantai Timur wilayah Sumatera merupakan alur transportasi utama yang menghubungkan Kota Tembilahan dengan kota lain yang berada di Provinsi Kepulauan Riau seperti Tanjung Balai Karimun, Tanjung Batu, Batam dan Tanjung Pinang bahkan hingga negara tetangga yaitu Singapura dan Malaysia," paparnya.

Kemudian disamping itu dia mengatakan bahwa waktu tempuh yang dibutuhkan dari Ibukota kabupaten, yaitu Tembilahan Kota menuju lokasi wisata itu dengan menggunakan transportasi air adalah sekitar 60 menit."Untuk transportasi, saat ini kami sedang merencakan membuka rute perjalanan speedboat ke pantai solop pada Sabtu dan Minggu," katanya.

Usai berganti pakaian, Bupati HM Wardan kemudian mengajak rombongan menjelajahi Pantai Solop. Pada kesempatan itu, Gubernur Syamsuar juga membuka acara bersepeda santai (Gowes) Jelajah Ekowisata Solop 2019. Gubernur Syamsuar bersama istri, Asisten Deputi Pengembangan Destinasi Regional Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Kepala Badan Restorasi Gambut Foad Nazir mengunjungi Kabupaten Indragiri Hilir.

JES yang digelar untuk kali kedua ini diharapkan bisa menambah kuat promosi. Dua tahun lalu, JES pernah dilaksanakan. Namun, tahun ini peserta dibatasi hanya 200 orang, di mana 82 orang berasal dari 10 komunitas sepeda di luar Kabupaten Indragiri Hilir, yakni Pekanbaru, Kuansing, Kampar, Pelalawan dan Indragiri Hulu.Pesepeda akan start dari Belingkas Pulau Cawan hingga menyentuh garis finish di Pantai Solop. Dengan jarak tempuh 12 km melalui jalan tanah rawa gambut dan menyusuri hutan mangrove serta mengayuh sepeda menikmati keindahan Pantai Solop yang eksotis.

Yang lebih menantang, pesepeda akan melalui titian kayu lebih kurang 5 anak sungai. Dan ini juga akan menjadi daya tarik tersendiri untuk uji keseimbangan dan adrenalin peserta. JES tahun ini bertujuan mempromosikan kawasan Ekowisata Solop dengan hutan mangrove dan dataran rawa gambut yang memiliki keunikan dan tantangan tersendiri bagi para pesepeda. Hal ini bagian dari upaya ingin menjadikan beberapa titik kawasan gambut dan kawasan hutan mangrove Indragiri Hilir sebagai destinasi wisata yang dirangkai menjadi Insular Peatland Ecotourism of Inhil, South Riau.

Pantai solop dianggap memiliki daya tarik tersendiri bagi pengunjung karena pasirnya yang berwarna putih berasal dari fosil hewan laut, seperti spesies-spesies molusca. Hal ini terjadi disebabkan oleh proses alam yang panjang berupa hempasan gelombang pasang surut yang terus menerus.Namun, perubahan iklim yang tidak dapat diprediksi menjadi ancaman yang perlu diantisipasi oleh pemerintah dan masyarakat, perubahan iklim ini bisa terlihat dari sea level rise, abrasi, gelombang dan pasang surut.

Salah satu upaya yang bisa dilakukan oleh pemerintah dalam penanganan masalah kawasan pesisir adalah berupa breakwater dan penanaman vegetasi. langkah-langkah ini akan berfungsi mengikat struktur tanah sehingga tanah tidak mudah abrasi akibat proses pasang surut. “Itu sebagian kecil dari solusi pada tapak lokasi site potensial yang akan kita dijaga keunikannya dan banyak lagi solusi-solusi untuk mencegah perubahan iklim ini dengan beberapa disiplin ilmu yang kita miliki, sehingga kita bisa menikmati keindahan ataupun keunikan dari pantai ini secara berkelanjutan atau disebut dengan sustainablity potential,” Ujar Zurnalis ST, alumnus Arsitektur Universitas Riau, Minggu (06/08/2017).

Ditambahkan anak muda kelahiran Mandah tersebut, bukan sekedar itu saja jika permasalahan kawasan pesisir tersebut tidak dapat diatasi dengan baik, maka dikhawatirkan para investor yang sedang dilobi oleh pemerintah untuk mengoptimalkan kawasan wisata menjadi tidak terlalu tertarik.“Lokasi site pesisir yang tidak sustainable dalam mengantisipasi perubahan iklim menyebabkan pantai solop tidak lulus studi kelayakan bisnis, contohnya dalam pembangunan resort, cottage atapun hotel, dan pengembagan lain-lainnya di kawasan wisata,” ujarnya.

Daya Tarik Destinasi Wisata Riau

Sementara itu, Gubernur Syamsuar mendukung pengembangan Pantai Solop sebagai destinasi wisata Inhil. "Pantai Solop memiliki potensi. Tinggal kita mempromosikannya agar menjadi daya tarik wisatawan," ujar Syamsuar. Alasannya, Pantai Solop memiliki pantai pasir putih dan terdapat keindahan alam hutan mangrove yang di dalamnya ada beranekaragam flora serta fauna. Untuk itu, Syamsuar berharap, Pemkab Inhil terus pro aktif dalam pengembangan objek wisata tersebut, seperti penambahan sarana pendukung sampai kebersihan lingkungan. "Kita harapkan ada tambahan sarana pendukung di objek wisata ini," pinta Syamsuar.

 

 RR/IKC/ANT/ADV/Humas