Dibuka Gubri, Ritual Mandi Safar Pulau Rupat Berlangsung Hikmat

Administrator - Kamis,24 Oktober 2019 - 16:48:05 wib
Dibuka Gubri, Ritual Mandi Safar Pulau Rupat Berlangsung Hikmat
Gubenur Riau (Gubri) Syamsuar didampingi Istri, Misnarni beserta rombongan menghadiri acara festival budaya Mandi Safar. Gubri Syamsuar siramkan air simbolis Tradisi Mandi Safar di Pulau Rupat, disaksikan Bupati Amril Mukminin. Foto: Rtc

RADARRIAUNET.COM: Gubenur Riau (Gubri) H Syamsuar didampingi istrinya, Misnarni beserta rombongan menghadiri acara festival budaya Mandi Safar 1441 H/2019 M. Acara dilangsungkan di Kecamatan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis. Kedatangan Gubri, langsung disambut Bupati Bengkalis Amril Mukminin didampingi ketua penggerak PKK Kasmarni Amril, serta Perangkat Daerah (PD) Pemkab Bengkalis.

Dari pantauan, setibanya di Rupat Utara, diamana tempat acara festival Mandi Safar tersebut, Gubri H Syamsuar langsung menandatangani prasasti peresmian tower PLN 20 Kilovolt (KV) yang di Rupat. Selain itu, Syamsuar juga melakukan peninjauan kegiatan darri remaja Genre Daerah Terluar, Perbatasan dan Kepulauan (DTPK), dalam rangka Hari Remaja International.

Gubri Syamsuar dinobatkan secara resmi membuka kegiatan yang menjadi tradisi di Rupat Utara. Tradisi ini didahului dengan doa, dilanjutkan tepuk tepung tawar oleh Gubri Syamsuar diikuti istrinya, serta Bupati Bengkalis Amril Mukminin dan istrinya, Ketua LAMR Zainuddin, Anggota DPRD Bengkalis dan sejumlah Forkopimda.

Seusai tepuk tepung tawar, secara simbolis bersama-sama, dengan menggunakan gayung berbahan kayu dan tempurung kelapa, Gubri dan Bupati Bengkalis menyirami air wafaq dari sumur kepada delapan pasang anak-anak tersebut dimandikan secara bergantian. "Mudah-mudahan, budaya baik ini bisa terus berlanjut dan menjadi promosi wisata di Riau," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Bengkalis Amril Mukminin dalam paparan sambutannya menyampaikan bahwa, kebudayaan dan seni merupakan salah satu dari dua kekuatan dan mampu menjadi sebuah landasan yang kokoh bagi manusia di masa depan dalam menghadapi era globalisasi cenderung menggerus nilai-nilai kemanusiaan.

"Jika kemajuan yang tinggi tidak berbancuh (bercampur red,) secara baik dalam akal budi dan kemuliaan, kemajuan itu justru akan menjadi hal yang akan menghancurkan manusia itu sendiri," ungkap Bupati Bengkalis, Amril Mukminin, dilansir riauterkini.com.

Lebih lanjut Amril Mukminin, mengatakan, kegiatan Mandi Safar yang diselenggarakan setiap tahunnya ini, agar dapat menjadi media pertemuan seni dan budaya. Sehingga dapat membantu membangkitkan pemahaman dan kearifan lokal sebagai pedoman hidup berbangsa dan bernegara dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Kita masih memiliki sikap budaya yang kuat. Sehingga bidang seni dan budaya terus mendapat perhatian yang besar dalam kebijakan pembangunan yang dilakukan. Baik tingkat Provinsi Riau umumnya, maupun Kabupaten Bengkalis khususnya," ucap Amril.

Amril Mukminin juga mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Riau (Gubri) H Syamsuar yang telah memberikan perhatian khusus kepada pulau Rupat. Yakni, dengan memasukan Pulau Rupat sebagai target pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata dalam RPJMD Provinsi Riau tahun 2019-2024.

Tradisi Mandi Safar merupakan tradisi warga di Pesisir Pantai Tanjung Punak dan Teluk Rhu, Kecamatan Rupat Utara. Inti dari tradisi ini adalah doa agar terhindar dari malapetaka atau tolak bala. Perhelatan sudah mencapai 30 tahunan ini, ratusan warga setempat dengan antusias menyaksikan acara inti yakni prosesi Mandi Safar.

"Sebelum mandi, sebagai penolak bala dari sumur tua yang telah dimasukkan wafaqnya bersama-sama, warga terlebih dahulu menggelar doa dan tepuk tepung tawar yang terdiri dari beras putih, kuning beretih dan tepung beras sebagai perlengkapan," ungkap Penggagas Mandi Safar, Azhar Rais.

 

RR/DAI