Minum ASI Tekan Risiko Anak Mengidap Leukemia

Administrator - Kamis,04 Juni 2015 - 22:11:54 wib
Minum ASI Tekan Risiko Anak Mengidap Leukemia
RADARRIAUNET.COM - Anak-anak yang minum Air Susu Ibu (ASI) setidaknya selama enam bulan kehidupannya, ternyata punya risiko mengidap leukemia yang lebih rendah dibanding mereka yang sama sekali tidak minum ASI. 
 
Hasil penelitian baru, berupa ulasan terhadap 18 penelitian itu menemukan anak yang minum ASI, 19 persen lebih rendah risikonya terserang kanker darah atau leukemia.
 
Dalam analisis terpisah dari 15 studi, peneliti menemukan bahwa anak-anak yang menyusu ASI juga menunjukkan 11 persen lebih rendah kemungkinan mengidap leukemia dibanding mereka yang sama sekali tak pernah menyusu pada ibunya. 
 
“Meskipun leukemia pada anak-anak sangat jarang terjadi, angka kejadiannya semakin meningkat dari tahun ke tahun,” kata peneliti Efrat L. Amitay dari University of Haifa, Israel seperti dikutip dari Huffington Post. Namun penyebab mengapa hal ini terjadi masih belum lagi diketahui. 
 
Dari ke 18 penelitian yang direview oleh Amitay termasuk didalamnya lebih dari 10 ribu kasus anak-anak pengidap leukemia dan 17,5 ribu anak-anak yang tidak mengidap leukemia. Semua penelitian ini sudah diterbitkan dalam berbagai jurnal antara tahun 1960 hingga 2014. 
 
Meski leukemia anak adalah penyakit langka, namun ini adalah penyakit kanker paling sering terjadi pada anak-anak. Leukemia juga tercatat sebagai satu dari tiga kanker pada anak-anak dan remaja yang sering terjadi. menurut data  American Cancer Society.
 
Para peneliti melihat dua jenis kanker leukemia pada anak-anak yakni acute lymphocytic leukemia (ALL) dan acute myeloid leukemia (AML). Sekitar 85 persen dari anak-anak dengan ALL bisa bertahan hidup, dan 60-70 persen anak-anak dengan AML bisa bertahan hidup. 
 
“Selama 20 tahun terakhir terindikasi bahwa ada hubungan kuat antara nutrisi bayi dan leukemia,” kata Amitay.  
 
“Informasi baru ini bisa digunakan untuk otoritas kesehatan publik untuk membuat rekomendasi tentang nutrisi bagi praktisi kesehatan dan orang tua yang bisa menekan risiko leukemia pada anak-anak,” katanya. 
 
Mekanisme pasti hubungan antara menyusui dan  penekanan risiko leukemia pada anak-anak memang belum jelas benar, namun para peneliti punya beberapa ide. “ASI adalah substansi kehidupan,” kata Amitay pada Live Science. Di dalam ASI ada sejumlah antibodi yang diproduksi tubuh ibu yang memicu komunitas bakteri sehat dalam pencernaan bayi untuk membangun daya tahan tubuh mungilnya.
 
Mekanisme lain adalah ASI dalam tubuh bayi bisa menjaga pH atau kadar keasaman dalam pencernaan bayi yang bisa memicu produksi protein penting yang disebut HAMLET. Penelitian lain menyebut HAMLET ini terbukti bisa membunuh sel kanker.
 
ASI juga mengandung sel punca yang komponennya sama dengan sel punca embrionik manusia, yang bisa mengaktivasi sistem kekebalan tubuh untuk mencegah kanker.
 
“Banyak manfaat ASI yang potensial untuk mencegah penyakit yang bisa dikomunikasikan secara terbuka pada publik. Bukan hanya pada para ibu, sehingga kegiatan menyusui  bisa diterima secara terbuka dalam masyarakat dan difasilitasi,” kata Amitay. Penelitian Amitay dipublikasikan awal bulan ini di jurnal JAMA Pediatrics. (cnn/fn)