Jokowi: Pemerintah Akan Terus Bangun Pulau Terluar

Administrator - Kamis,20 Oktober 2016 - 16:04:45 wib
Jokowi: Pemerintah Akan Terus Bangun Pulau Terluar
Presiden Jokowi meresmikan bandara di pulau yang berada di titik paling utara Indonesia. Ia bertekad membangun infrastruktur di pulau terluar lainnya. cnn
RADARRIAUNET.COM - Presiden Joko Widodo menyatakan pemerintah akan terus berupaya membangun infrastruktur dan memperbaiki layanan publik di seluruh pulau terluar Indonesia. Ia menyatakan tekad itu usai seremoni peresmian bandara di Miangas, Talaud, Sulawesi Utara, Rabu (19/10).
 
"Saya ingin membangun Indonesia bukan hanya di Jawa, Sumatera tapi dari depan, dari pinggiran, dari perbatasan," ujarnya.
 
Jokowi menuturkan, ia ingin mengubah perspektif keliru yang selama ini menganggap pulau terluar sebagai halaman belakang. Ia berkata, pulau terluar harus dilihat sebagai beranda Indonesia.
 
"Saya ingin rakyat di perbatasan, di pulau-pulau terdepan bangga menjadi warga negara Indonesia, dan menjadi semakin semangat untuk menjaga tanah airnya," ucap Jokowi.
 
Di Talaud, Jokowi memimpin upacara peresmian Bandara Miangas, serta Gedung Penumpang Bandara Tanjung Api di Ampena, Kabupaten Tojo Una-una dan Gedung Penumpang Bandara Kasiguncu di Kabupaten Poso. Dua bandara terakhir berada di Sulawesi Tengah.
 
Miangas merupakan pulau berada di titik paling utara Indonesia. Jarak pulau itu ke Filipina terbentang sepanjang 48 mil laut. Sementara itu, Miangas berjarak 227 mil laut dari ibukota Talaud, Melonguane.
 
"Dengan adanya bandara, Miangas bisa terhubung lebih cepat dengan Talaud, Tahuna, Kepulauan Siau, dan Manado," kata Jokowi.
 
Menurut catatan, Indonesia setidaknya memiliki 92 pulau terluar. Pulau-pulau itu berbatasan langsung dengan Timor Leste, Australia, Filipina, Malaysia, Palau, India, Singapura, Vietnam, dan Papua Nugini.
 
Dalam dua tahun pertama pemerintahannya, Jokowi telah beberapa kali berkunjung ke daerah perbatasan, antara lain ke Pos Perbatasan Motaain, di Desa Silawan, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur dan Pulau Sebatik, Kalimantan Utara, pada Desember 2014.
 
 
cnn/radarriaunet.com