Munculnya Pokja IV LPSE Dumai Bikin Gaduh Publik

Administrator - Kamis,11 Agustus 2016 - 11:08:00 wib
Munculnya Pokja IV LPSE Dumai Bikin Gaduh Publik
Munculnya Pokja IV LPSE Dumai Bikin Gaduh Publik. rhl

RADARRIAUNET.COM - Gonjang-ganjing masalah proyek lelang fisik di lingkungan Pemerintah Kota Dumai yang membawa-bawa nama Walikota-Wakil Walikota dan Sekda Dumai, kian ramai.

Bahkan kabar yang berhembus sekarang ini masalah bertambahnya Ketua Kelompok Kerja (Pokja) pada Panitia Lelang Proyek. Posisi Ketua Pokja I diduga merupakan orang titipan Sekda Dumai.

Sedangkan Pokja II dan III diduga merupakan pejabat titipan Walikota Dumai. Ironisnya lagi, yang biasanya hanya tiga Pokja setiap musim pelelangan proyek, kini muncul Pokja IV.

Dimana informasi yang berkembang dilapangan, Ketua Pokja IV ini diduga merupakan titipan Wakil Walikota Dumai. Pokja yang terakhir inilah membuat publik terutama kalangan kontraktor heboh.

Kabarnya lagi, terbentuknya Pokja IV di duga berdasarkan rekomendasi dan permintaan Wakil Walikota Dumai Eko Suharjo dengan alasan mengoptimalisasikan kinerja Pokja sebelumnya.

Informasinya kinerja Pokja I sampai III dianggap kurang maksimal dan memuaskan. Tentu saja hal ini menimbulkan tanda tanya bagi mereka yang terlibat di dunia usaha kontraktor atau masyarakat yang mengetahuinya.

Sejumlah narasumber yang berhasil dikonfirmasi banyak bertanya. Sejauh apakah efisiensi kinerja Pokja sebelumnya dengan Pokja IV yang diduga produk Wakil Walikota Dumai?

Apakah ini bagian dari strategi tiga pemimpin dalam kontek pembagian upeti secara adil dan merata selama memimpin Kota Dumai? Inilah yang membuat publik di Dumai heboh.
 
Polemik atas munculnya Pokja IV dilengkapi dengan isu baru yang kuat dugaan tentang fee proyek sebesar 8 hingga 10 persen diperuntukan bagi para penguasa di Kota Pelabuhan dan Industri.
 
Daud, tokoh pemuda berharap kabar miring yang saat ini mulai banyak digunjingan masyarakat jangan sampai terjadi. Jika memang semua itu dibentuk sebagai penunjang kinerja, maka dukunglah.

"Tapi kalau memang itu terbukti sebagai tempat bagi-bagi jatah, maka sudah saatnya pemimpin tersebut mundur dari tahtanya sebagai kepala daerah di Kota Dumai," tegasnya.

Menurutnya, untuk apa masyarakat Kota Dumai memiliki pemimpin yang kerjanya hanya membagi-bagi lahan kepentingan dengan maksud mencari keuntungan dari proyek lelang.

"Sebagai pemimpin itu kan menjalankan roda pemerintahan, pembangunan dan mensejahterakan rakyatnya. Jadi pemimpin itu harus bijak sana dalam menjalankan tugasnya," urainya.

Wan Amri bin Wan Amir, salah seorang tokoh muda dan pemerhati Pemerintahan kota Dumai mengatakan berbicara tolak ukur tentang kinerja suatu pekerjaan tentu harus ada indikator yang menilainya.

"Jika hanya berdasarkan kepentingan suatu pejabat tentu saja selaku masyarakat hanya bisa menduga atau menerka dalam hati. Optimal atau tidaknya kinerja Pokja sebelumnya tentu hanya penguasa yang tau," tandasnya.

Jika kita membandingkan dengan daerah tetangga terdekat seperti Kabupaten Bengkalis, dengan 109 paket yang dilelang melalui Lembaga Pelelangan Sistem Elektronik( LPSE) hanya mempunyai 4 kelompok kerja (Pokja).

Sementara Dumai dengan 62 paket yang dilelang mempunyai pokja yang sama dengan Bengkalis. "Ini mengartikan jika Sumber Daya Manusia yang ada di Bengkalis lebih mempuni dibandingkan dengan yang ada di kota Dumai." tambahnya.
 
Jika memang kineja pokja sebelumnya yang dijadikan alasan Wakil Walikota Dumai, Eko Suharjo untuk membentuk pokja ke IV maka kita masyarakat wajib untuk mendukung Pemerintah demi tercapainya 20 visi misi Zul As-Eko.
 
Namun, lanjut Wan Amri, jika hanya faktor kepentingan tidak mendapat pembagian “kue” sesuai porsi yang diinginkan tentu saja rakyat hanya bisa mengurut dada dan berkata ini wajah pemimpin di negeri sendiri.
 
Terkait kemunculan Pokja IV soal SK pengangkatan dibantah oleh Sekretaris Daerah Kota Dumai Said Mustafa, menurutnya pengangkatan pokja tersebut tidak ada kaitannya dengan dirinya selaku sekretaris daerah.
 
"Pokja itu tidak ada kaitannya sama saya, itu pengangkatan langsung oleh kepala daerah Walikota dan Wakil Walikota," ujarnya kepada media Pesisir Pos saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler.
 
Meski demikian, kata Sekda Dumai, tidak ada persoalan dengan banyaknya terbentuk Pokja di ULP Dumai. Sejak Kamis (04/08) kemarin Pokja IV sudah melakukan lelang sebanyak 18 paket proyek di LPSE Kota Dumai.


rhl/fn/radarriaunet.com