Risiko Naiknya Harga Pangan Akibat La Nina, Kemendag Awasi Aksi Spekulan

Administrator - Sabtu,06 Agustus 2016 - 08:56:44 wib
Risiko Naiknya Harga Pangan Akibat La Nina, Kemendag Awasi Aksi Spekulan
Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) VII Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Jakarta, Kamis (4/8/2016). kps

RADARRIAUNET.COM - Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengatakan, Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan menindak tegas para spekulan, menyusul kemungkinan gagal panen sejumlah komoditas hortikultura akibat La Nina.

"Kami akan mengecek dari berbagai informasi, bagi mereka yang menahan stoknya di luar ketentuan yang ada, kita akan tindak," ucap Enggartiasto ditemui usai Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) VII Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Jakarta, Kamis (4/8/2016).

Enggartiasto membenarkan perkiraan Gubernur Bank Indonesia Agus DW Martowardojo bahwa risiko inflasi pangan semester-II 2016 bersumber dari gangguan La Nina.

La Nina diperkirakan akan mengganggu sejumlah komoditas pertanian khususnya hortikultura.

Ketika ditanya apakah Kemendag nantinya akan melakukan operasi pasar hortikultura, Enggartiasto menegaskan hal tersebut tentu akan dilakukan.

Namun, Kemendag akan melihat terlebih dahulu kecenderungan kenaikan harga komoditas hortikultura.

"Kalau seandainya tidak (ada kenaikan harga), ya ngapain (operasi pasar)," kata Enggartiasto.

Sejauh ini, kata Enggartiasto, belum terlihat terjadinya penurunan produksi.
Awal pekan ini, Enggartiasto telah bertemu dengan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk mengecek dan membandingkan antara produksi, ketersediaan, dan permintaan pasar.

Dari 14 bahan pangan utama, Enggartiasto menyebut ada empat yang menjadi fokus perhatian karena berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat.

Keempat bahan pangan tersebut yakni beras, gula, garam, dan daging.
Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia Agus DW Martowardojo menyampaikan, berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gangguan La Nina akan mulai terasa Juli ini hingga akhir tahun.

"Sehingga berpotensi pada harga komoditas hortikultura, bawang, cabai. Beras juga, seperti tahun 2008 dan 2010," ucap Agus.

Agus menambahkan, terkait risiko ini, BI telah menindaklanjuti dengan kegiatan sinergi aksi bersama Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah Jawa Tengah untuk petani di Brebes, Jawa Tengah.

Aksi tersebut berupa pemberian bantuan kapasitas kepada petani bawang di delapan kabupaten.

"Panen perdana diperkirakan awal Oktober, diperkirakan sebanyak 300 ton," ujar Agus.


kps/fn/radarriaunet.com