Ahok: Pencatatan Aset di DKI Kacau, Kita Bentuk Tim dan Rekrut Orang BPK

Administrator - Kamis,30 Juni 2016 - 09:59:17 wib
Ahok: Pencatatan Aset di DKI Kacau, Kita Bentuk Tim dan Rekrut Orang BPK
Ahok saat resmikan RPTRA di Pondok Sawo. dtc
RADARRIAUNET.COM - Menyusul kasus pembelian lahan di Cengkareng, Gubernur DKI Basuki T Purnama (Ahok) menyebut ada berbagai persoalan terkait aset milik Pemprov. Untuk itu ia kini membentuk tim gabungan untuk menyusun aset-aset yang dimiliki DKI. "Jadi memang ada permainan, di BPKAD (Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah) ini penuh permainan. Makanya kita minta susun aset lama sekali itu loh," ungkap Ahok di Gedung Balaikota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakpus, Selasa (28/6/2016).
 
Bahkan Ahok baru saja menerima laporan baru terkait masalah aset. Soal tanah hibah untuk Pemprov DKI yang akhirnya justru diakui oleh pihak lain. Yakni pemberian lahan untuk jalan yang ternyata kasusnya sudah ada sejak tahun 1995. "Ini lebih lucu lagi, fasum dan fasos, orang ini menyerahkan jalan 3.000 meter lebih buat jalan. Tanah. DKI enggak urusin. Ini mungkin main kali, didudukin oleh orang lain. Pas yang punya marah, lah ini kan gue udah kasih ke DKI kenapa lu yang kuasain?" kisah Ahok.
 
"Dia balas begini, "emang lu siapa? Ini kan bukan tanah lu. Tanah gua, kan lu udah kasih ke DKI. Jadi yang mesti gugat gue DKI dong." Gila enggak nih? Jadi orang kasih tanah diserobot. Enggak ada buktinya. Lalu, kita tanya ke DKI, lalu DKI merasa "ini bukan tanah gua kok" jadi memang ada permainan," imbuhnya.
 
Kasus ini menurut Ahok terjadi di sekitaran Cilincing. Gubernur DKI petahana itu pun kini tengah mempelajarinya untuk menelusuri permasalahan ini. "Tadi pagi-pagi saya disodorin. Kita akan pelajari dulu, karena bisa saja kita enggak catat juga," kata Ahok.
 
Soal penyusunan aset DKI, disebut Ahok memang bermasalah sejak lama. Sehingga kini ia dan jajarannya mulai melakukan penyusunan terkait aset-aset yang dimiliki Pemprov DKI. Bahkan Ahok juga menggandeng BPK dalam tim gabungan ini. "Dulu memang kacau kita (pencatatan aset di DKI). Makanya sekarang kita bentuk tim, makanya kita juga merekrut dua orang dari BPK, masuk ke BPKAD," sebutnya.
 
"Satu BPKP masuk ke BPKAD jadi wakil dia. Satu jadi accrual basis dari orang BPK. Supaya beresin pelan-pelan. Ini aset begitu banyak," pungkas Ahok.  
 
 
teu/dtc/radariaunet.com