Perdana Disosialisasikan Gempita Puja di Bengkalis

Administrator - Jumat,18 Oktober 2019 - 16:20:43 wib
Perdana Disosialisasikan Gempita Puja di Bengkalis
Kegiatan sosialisasi pertama gempita dipuja di Desa Selatbaru, Kecamatan Bantan. Foto: Rtc

RADARRIAUNET.COM: Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bengkalis mulai lakukan sosialisasi gerakan masyarakat terampil, pintar, mandiri akupresur dan meramu jamu atau gempita dipuja.

Kegiatan sosialisasi gempita dipuja perdana, bertempat di Desa Selatbaru, Kecamatan Bantan. Ini menyasar masyarakat antara lain Ketua Tim Penggerak PKK kecamatan serta desa, dan ibu-ibu ketua rukun warga.

Tampak hadir Camat Bantan yang diwakili oleh Sekcam Taufik Hidayat, S. STP, MPA,  Tim penggerak PKK Kecamatan Bantan Sri Rezeki, SKM, Kepala UPT Pariwisata Kecamatan Bantan, Kepala Seksi Kesehatan Primer dan Penunjang (Dinkes) Bengkalis, Dona Riska Madyanti, SKM dan sejumlah Staf dari UPT Puskesmas Selatbaru dan Dinkes Bengkalis.
Acara berlangsung di Balai Desa Selatbaru ini, juga diisi dengan praktik akupresur dan minum jamu bersama.

Kepala Dinkes Kabupaten Bengkalis, dr. Ersan Saputra TH melalui Kepala Seksi Kesehatan Primer dan Penunjang, Dona Riska Madyanti mengatakan, tujuan dari sosialisasi ini adalah sebagai upaya kemandirian masyarakat dibidang kesehatan melalui promotif (upaya  meningkatkan kesehatan) dan preventif (pencegahan penyakit), dalam rangka meringankan penyakit yang ada pada masyarakat serta mempertahankan kesehatan masyarakat.

"Dengan sosialisasi gempita dipuja ini diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan serta meningkatkan pemberdayaan masyarakat dalam mendukung Program pemerintah," ujarnya, Kamis (17/10/19), dilansir riauterkini.com.

Sementara itu, Sekcam Bantan, Taufik Hidayat mengatakan, sangat mengapresiasi dan mendukung sepenuhnya kegiatan yang bersifat pemberdayaan masyarakat seperti gempita dipuja tersebut.

"Diharapkan Kecamatan Bantan yang menjadi sosialisasi awal gerakan ini, seluruh warga masyarakat dengan memanfaatkan pekarangan rumah untuk dijadikan taman obat keluarga atau toga," katanya.

 

RR/DAI