Asap Pekat di Pekanbaru Makin Menggila, Warga Panik dan Ketakutan

Administrator - Rabu,07 Oktober 2015 - 10:21:56 wib
Asap Pekat di Pekanbaru Makin Menggila, Warga Panik dan Ketakutan
Begini penampakan asap disalahsatu ruas jalan di Rumbai Pesisir. (foto : humas)

PEKANBARU (RRN) - Sejumlah warga Pekanbaru, Riau, tiba-tiba kaget ketika hendak membuka pintu rumah, lantaran pekatnya asap membuat jarak pandang tak sampai 50 meter. Bahkan rumah tetangga pun 'hilang' ditelan asap yang berbau menyengat tersebut. Asap yang melanda Riau, khususnya Kota Pekanbaru pada Selasa pagi semakin parah. Pantauan awak media, jarak pandang tak lebih dari 50 meter. Sebagian warga menutup rapat-rapat pintu rumah, toko dan sebagainya, untuk menghindari terpapar langsung asap yang bisa membahayakan kesehatan.


"Ya Allah, ini asap atau azab. Kok makin parah begini. Saya merinding pas buka pintu rumah melihat asap sudah begitu parah. Rumah tetangga yang berjarak 10 meter saja sudah tak nampak lagi," sebut salahseorang warga bernama Kasnalimar.
"Saya tutup toko sementara, asap parah betul. Daripada keluarga saya mati," sambung Koko.


Kecemasan warga bukan tanpa alasan. Adapun asap pagi ini memang lebih parah bila dibandingkan hari-hari sebelumnya. Warga pun sebagian panik dan bingung hendak berbuat apa. "Saya nggak akan keluar kamar. Suami juga sudah minta izin tak ngantor hari ini. Takut ada apa-apa di jalan," ketus warga bernama Icha.

 

Data yang diperoleh awak media dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, Selasa pagi, kabut asap parah tidak hanya melanda Pekanbaru, melainkan beberapa kota lainnya, seperti Rengat, dengan jarak pandang hanya 100 meter, Dumai 200 meter, dan Pelalawan 50 meter. "Kita pantau asap makin parah pagi ini. Kita minta warga untuk tidak banyak beraktivitas di luar ruangan. Untuk yang punya balita harap tetap berada di kamar karena seiring dengan pekatnya asap, maka kualitas udara juga berbahaya," sebut Kepala BMKG stasiun Pekanbaru, Sugarin.


Kabut asap tersebut, sambungnya, merupakan imbas dari kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) yang terus saja terjadi di sebagian wilayah di Sumatera. Menurut pantauan satelit Terra dan Aqua pagi tadi, ditemukan 384 titik panas atau hotspot di enam provinsi, di Sumatera. "Sumsel 360 titik panas, Jambi 10 titik panas, Sumbar enam titik panas, Lampung lima titik panas, Babel dua titik panas dan Riau satu titik panas yang berada di Inhil. Jadi kawasan yang masih dominan di Sumatera adalah Provinsi Sumsel," urai Sugarin lagi. (teu/grc)