Polisi Tangkap Pegawai Bank Riau Curi Uang Nasabah Rp1,3 M

Administrator - Rabu,31 Maret 2021 - 21:28:56 wib
Polisi Tangkap Pegawai Bank Riau Curi Uang Nasabah Rp1,3 M
Pekerja membersihkan sisi luar Gedung Bank Riau Kepri di Jalan Sudirman, Pekanbaru, Riau, Selasa (3/2). ANTARA FOTO/Rony Muharrman

RADARRIAUNET.COM: Polisi menangkap dua mantan pegawai Bank Riau Kepri lantaran diduga mencuri uang tabungan nasabah hingga Rp1,3 miliar.
Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto menerangkan kasus ini bermula saat beberapa nasabah mengeluhkan penyusutan jumlah uang dalam rekening sehingga mengakibatkan kerugian.

"Pada akhir Desember 2015, nasabah datang untuk mencetak rekening tabungan milik ibunya dan didapati uang yang tersisa dalam rekening tinggal sekitar sembilan juta saja," kata Sunarto dalam keterangan tertulis, Rabu (31/3).

Menurut keterangannya, nasabah itu tak pernah melakukan transaksi apapun dalam jangka waktu tersebut. Kata dia, nasabah menyimpan uang itu sebagai tabungannya di masa depan nanti.

Atas kejadian itu, seorang nasabah melaporkan temuannya itu ke Direktorat Kriminal Khusus Polda Riau. Penyelidikan pun dilakukan hingga mendapatkan bukti bahwa uang yang raib dari tabungan itu terjadi pada beberapa nasabah lain.

"Penyidik Polda Riau kemudian menangkap dan menahan 2 orang tersangka atas kasus ini yakni NH (37) mantan Teller di Bank tersebut dan AS (42) mantan Head Teller pada Bank yang sama," ucapnya lagi.

Dia menjelaskan tersangka NH kala itu memantau pergerakan rekening milik nasabah itu secara diam-diam. NH yang merupakan teller melihat aktivitas rekening pribadi tersebut.

Kemudian, dia mendapati bahwa nasabah tersebut memiliki saldo yang cukup besar dalam rekening itu.

"Kemudian NH melakukan penarikan uang dengan menulis dan memalsukan tanda tangan nasabah. Penarikan uang dilakukan tersangka NH terhadap rekening rekening tersebut dalam beberapa kali tahapan penarikan," ucap dia.

Dari hasil uji forensik, polisi memastikan bahwa tanda tangan yang tertera pada slip penerimaan tidak identik dengan milik nasabah.

Sementara, tersangka AS yang merupakan atasan NH tidak melakukan pengecekan lebih lanjut terhadap penarikan dana nasabah. Menurut polisi, dia malah memberi user ID dan password selaku pengawas kepada tersangka.

"Hal ini tentu memudahkan tersangka NH melakukan aksinya," kata Sunarto.

"Penyidik menyita barang bukti 228 slip transaksi asli atas nama para nasabah yang jumlahnya bervariasi antara 7 juta hingga 98 juta," tambahnya.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat pasal berlapis yakni pasal berlapis yakni pasal 49 ayat (1) huruf a UU no 10 Tahun 1998 tentang Perubahan atas UU no nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan dan pasal 49 ayat (2) huruf b UU no 10 Tahun 1998 tentang Perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan, dengan ancaman hukuman 5 - 15 tahun penjara dan denda maksimal Rp200 miliar.

 

CNNI/RRN