Kondom Dengan Bebas Di Pajang Di Alfamart dan Indomaret

Administrator - Kamis,03 September 2015 - 12:18:44 wib
Kondom Dengan Bebas Di Pajang Di Alfamart dan Indomaret
FOTO: datariau

PEKANBARU (RRN) - Minimarket Alfamart dan Indomaret di Kota Pekanbaru, Riau, menjual kondom secara bebas. Parahnya lagi, alat kontrasepsi tersebut dipajang di etalase secara terbuka.

Tindakan keterlaluan Alfamart dan Indomaret yang berpotensi mendorong seks bebas di kalangan remaja ini ditanggapi serius oleh Walikota Pekanbaru Firdaus.Firdaus sudah menginstruksikan Satuan Polisi Pamong Praja Kota Pekanbaru melakukan pemantauan ke lapangan.

"Walikota menginstruksikan kita memantau minimarket dan swalayan yang menjual kontrasepsi secara terbuka.Ternyata benar, kita temukan minimarket memajang kondom secara terbuka di etalase," kata Kasatpol PP Kota Pekanbaru Zulfahmi Adrian, Selasa (1/9/2015).

Pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru mengaku sudah menegur Alfamart dan Indomaret yang menjual kondom secara terbuka.

"Mereka ini (Alfamart dan Indomaret, red) menjual alat kontrasepsi jenis kondom itu secara terbuka, dengan meletakkan kondom pada etalase yang terbuka di depan kasir, sehingga mudah dilihat anak-anak di bawah umur ketika melakukan transaksi," kata Kabid Pengawasan dan Perlindungan Konsumen Disperindag Pekanbaru Eddy Fahmi.

"Kita minta manajemen kedua ritel tersebut meletakkan alat kontrasepsi di bagian terpisah, yang mudah terlihat," sambungnya.

Eddy mengimbau pelaku usaha turut serta menjaga moral generasi penerus bangsa, dengan tidak menjual kondom secara bebas dan terbuka.

Sementara anggota Komisi II DPRD Kota Pekanbaru Roem Diana Dewi, mengingatkan, meskipun belum ada Perda khusus soal penjualan kondom, namun para pedagang jangan sembarangan memajang kondom.

"Setahu saya tidak ada Perda atau aturan yang melarang minimarket dan supermarket menjual kondom.Kalau dilarang berarti itu melanggar HAM.Yang perlu dilakukan Disperindag adalah memperketat pengawasan.Jangan sampai anak-anak usia sekolah bisa membelinya," ujarnya.

Dewi juga meminta Disperindag dan Diskes membuat program bersama untuk mensosialisasikan dampak negatif penggunaan alat kontrasepsi tersebut.

"Dengan mudahnya memperoleh kondom, jelas akan merusak generasi muda, karena terjadinya seks bebas," pungkasnya. (dnl/fn)