Bupati dan Danrem Jajal Kemampuan Alat Damkar

Administrator - Sabtu,20 Agustus 2016 - 16:25:50 wib
Bupati dan Danrem Jajal Kemampuan Alat Damkar
Bupati Rohil H Suyatno AMP dan Danrem 031 Wirabima Brigjen Nurendi melihat dari dekat lahan terbakar di Kepenghuluan Sungai Segajah Makmur, Kecamatan Kubu, Kamis (18/8/2016). rpg
RADARRIAUNET.COM - Semak belukar di hamparan areal lahan yang terletak di ujung Jalan Dam II Kepenghuluan Sungai Segajah Makmur, Kubu masih menyisakan bara. Bekas kebakaran jelas terlihat di sejauh mata memandang.
 
Sejumlah personel TNI, polisi dan warga masih bekerja melakukan penyiraman dengan menggunakan mesin pompa air yang diarahkan ke beberapa titik guna memastikan api benar-benar telah dipadamkan.
 
Bupati Rokan Hilir H Suyatno bersama Danrem 031 Wirabima Brigjen TNI Nurendi MSi (Han) turut menjajal kemampuan alat Damkar tersebut selama beberapa saat. Titik yang menjadi sasaran semprotan air segera menyebarkan debu dan perlahan-lahan sisa bara menjadi padam berwarna kehitaman. "Saat ini memang karhutla masih marak di Rohil salah satunya terjadi di Kecamatan Kubu," kata bupati. Didampingi Danrem, Kadishut Rahmatul Zamri, Kaban Kesbangpolinmas Suandi, Camat Kubu Asrul, Datuk Penghulu Sungai Segajah Makmur Husni Fahmi, Kapolsek Kubu AKP Syofyan, Kabag Humas Hermanto SSos dan tokoh setempat.
 
Ia menyampaikan terima kasih atas perhatian Danrem untuk benar-benar menuntaskan karhutla yang terjadi dibuktikan dengan bermalamnya danrem di Bagansiapi-api kemarin. "Memang untuk penanggulangan ini perlu kerja sama semua pihak. Harus saling ikut berperan dalam memadamkan karhutla seperti di wilayah Kecamatan Kubu ini. Kami melihat di lahan ini terbentang luas lahan yang sebagian mungkin dimiliki masyarakat sebagian belum jelas statusnya dan kejadian karhutla setiap tahun ada di Kubu," kata bupati.
 
Menyikapi kondisi kronis itu bupati memiliki pilihan yang bisa dilakukan agar lahan yang kesannya tak dijaga baik agar dikelola melibatkan pihak ketiga. "Ke depan kami sudah komunikasi dengan pihak perusahaan yang ingin menjadi bapak angkat. Mereka sudah siap untuk kerja sama seperti itu. Pemkab juga sudah mengirimkan surat resmi ke Menhut namun sampai saat ini belum ada jawaban," ujar Suyatno.
 
Tujuan dari kebijakan itu agar lahan yang kesannya terlantar, terus menerus terjadi karhutla diberdayakan saja. Dimanfaatkan untuk penanaman komoditas tertentu yang disetujui atau diperbolehkan pemerintah.
 
Pemkab masih menunggu jawaban dari menhut terkait dengan pengajuan usulan pemanfaatan lahan yang telah disampaikan. Bupati mengharapkan danrem yang telah meninjau langsung kondisi di TKP untuk bisa mengkomunikasikan hal tersebut kepada kemenhut. "Kalau soal pihak yang menjadi bapak angkat saya kira tak ada masalah, masyarakat pemilik lahan tentunya juga tidak masalah bila ada pemanfaatan lahan ini. Masalahnya kami masih menunggu jawaban resmi dari menhut mudah-mudahan bisa disetujui,"kata Suyatno.
 
Bila ditotal diperkirakan luas lahan terbakar di Kubu sekitar 7 ribu hektare. 
 
 
hum/rpg/radarriaunet.com