Kryptos, Kode Tak Terpecahkan di Markas CIA

Administrator - Senin,27 Juli 2020 - 05:41:44 wib
Kryptos, Kode Tak Terpecahkan di Markas CIA
Markas CIA di Virginia. Badan intelijen AS ini telah berdiri sejak 1947. AFP/SAUL LOEB/CNNI

RADARRIAUNET.COM: Markas CIA (Central Intelligence Agency) penuh dengan rahasia. Bukan cuma soal kasus-kasus detektif yang penuh misteri tapi juga sebuah benda yang ada di markas pusat badan intelijen Amerika Serikat (AS) yang ada di Langley, Virginia tersebut.

Salah satunya, benda yang terbuat dari tembaga dan berbentuk seperti lembaran kertas bertuliskan rangkaian huruf acak.' Kode-kode rahasia tersebut nyatanya berhasil membingungkan ahli kriptologi terkemuka selama beberapa dekade.

Itu adalah mahakarya dari seniman Jim Sanborn pada akhir 1980an ketika ditugaskan membuat patung yang akan ditampilkan di markas CIA di Langley. Menyadari beberapa pejabat intelijen handal dunia akan melihat karya itu setiap harinya, maka Sanborn membuat karya seni yang membingungkan.

Benda itu dinamai Kryptos dan diluncurkan pada 3 November 1990. Saat itu, Sanborn berpikir seseorang akan memecahkan kode hanya dalam hitungan pekan. Nyatanya, hingga saat ini Kryptos tetap menjadi salah satu misteri tak terpecahkan yang paling terkenal di dunia.

"Saya tidak berpikir itu akan berlangsung selama ini, (tiga puluh tahun) tanpa terpecahkan," kata Sanborn dilansir dari CNNI, Minggu (26/7/2020).

Teks yang menutupi patung itu tampak seperti omong kosong bagi mata yang tidak terlatih. Namun, Kryptos berisi empat pesan bersandi yang membentuk teka-teki.

Sanborn sendiri ternyata tidak memiliki pengalaman dalam seni menulis kode sebelum ia menciptakan Kryptos. Selain itu, ia juga tidak terlalu pandai matematika. Untuk membuat karyanya, sang seniman mencari bimbingan dari Edward Scheidt. Scheidt adalah seorang ahli kriptologi dan enkripsi yang juga merupakan pensiunan ketua Pusat Kriptografi CIA.

"Kami bertemu secara rahasia, dan dia mendidik saya tentang kode, kode modern, sistem pengodean kontemporer, setidaknya kontemporer di tahun 1988," kata Sanborn.

Pesan Tersembunyi
Ada empat pesan tersembunyi dalam karya seni tersebut yang telah coba para pemecah kode andal selama 30 tahun terakhir uraikan. Namun, belum ada yang beruntung. Pesan pertama berbunyi 'antara naungan halus dan tidak adanya cahaya terletak nuansa iqlusion'

Kata 'Iqlusion' bukanlah sebuah kesalahan tulis. Sanborn memang sengaja salah menulis ejaan 'ilusi' sebagai cara untuk mengelabui orang.

Pesan kedua, yang juga berisi kesalahan ejaan adalah berbagi koordinat lintang dan bujur untuk CIA. Pesan itu mengisyaratkan ada sesuatu terkubur di sana dan memiliki referensi 'WW'. WW adalah inisial untuk William Webster, kepala CIA pada 1990 ketika Kryptos itu dibangun.

Pesan ketiga meminjam tulisan arkeolog Howard Carter tentang membuka pintu ke makam King Tut. Jadi, apa arti semua pesan itu? Hingga saat ini masih menjadi misteri. Pesan selangkah tersingkap ketika seseorang akhirnya memecahkan kode di belakang pesan keempat. Sanborn mengatakan banyak orang mengira mereka memecahkannya, tetapi menurutnya tidak.

Salah seorang kriptologi telah mencoba memecahkan Kryptos selama 20 tahun. Dia adalah Elonka Dunin, seorang kriptologi yang juga pengembang gim video.

Upaya Dunin selama dua dekade mencoba mengurai Kryptos itu pun mengundang apresiasi dari Sanbron.

"Mungkin dia [Dunin] tahu lebih banyak tentang Kryptos daripada yang saya tahu," seloroh Sanborn.

Dunin sendiri pertama kali mendengar tentang Kryptos pada akhir 2000. Dia suka memecahkan teka-teki, namun tidak bisa menemukan misteri Kryptos sendirian. Dunin yakin misteri Kryptos akan terpecahkan suatu hari nanti, meskipun dia tidak bisa memprediksi waktunya.

"Tidak harus saya. Tapi saya ingin melihatnya diselesaikan," kata Dunin.

 

 

RRN/Ika/Fourtty