Polri Pelajari Video Kesaksian Fredi Budiman

Administrator - Sabtu,27 Agustus 2016 - 13:36:48 wib
Polri Pelajari Video Kesaksian Fredi Budiman
Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian mengatakan, video tersebut akan diserahkan kepada tim pencari fakta yang dibentuk Polri. cnn
RADARRIAUNET.COM - Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian menyatakan pihaknya telah menerima video berisi rekaman kesaksian terpidana mati kasus narkoba Fredi Budiman dari Kementerian Hukum dan HAM. Polri akan mempelajari isi video yang dibuat sehari sebelum Fredi dieksekusi.
 
"Videonya sudah kami terima kemarin. Kami akan pelajari videonya," kata Tito usai rapat koordinasi di kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (26/8).
 
Tito mengatakan, video tersebut akan diserahkan kepada tim pencari fakta yang dibentuk Polri. Namun dia enggan menyebut isi materi video tersebut karena untuk kepentingan investigasi, termasuk mencari tahu soal dugaan keterlibatan petinggi Polri dalam bisnis narkoba.
 
"Kita enggak perlu sampaikan sekarang. Itu diperlukan investigasi dahulu. Itu bagian dari tim investigasi," kata Tito.
 
Berdasarkan hasil pertemuan antara Polri dengan Kementerian Hukum dan HAM, Tim Independen Polri mendapatkan informasi bahwa video kesaksian terakhir Fredi berada di tangan Menteri Hukum dan HAM.
 
Tim Independen Polri berusaha mencari tahu secara utuh isi video kesaksian terakhir Fredi. Tim ingin membuktikan apakah video itu menyinggung masalah keterlibatan oknum anggota Polri dalam bisnis narkotika atau hanya berisi kesaksian Fredi mengenai program pembinaan di lembaga pemasyarakat.
 
Sebelumnya, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly menyatakan video terkait kesaksian terpidana mati kasus narkoba Fredi Budiman hanya berisi pesan terakhir sebelum mendiang itu dieksekusi. Yasonna mengatakan Fredi tak menyebutkan nama jenderal yang diduga terlibat dalam jaringan bisnis narkoba.
 
"Isinya hanya pesan-pesan terakhir Fredi mau dieksekusi. Enggak ada (sebut nama jenderal)," kata Yasonna di Kantor Kemenko Polhukam, kemarin.
 
Politisi PDI Perjuangan ini menyatakan, video itu tidak akan dipublikasi ke masyarakat lantaran hanya pesan terakhir. Yasonna mengatakan pihaknya masih menton video tersebut untuk menyelidiki dugaan keterlibatan aparat dalam bisnis narkoba. 
 
"Enggak dipublikasi. Nanti kami lihat dulu isinya apa, hanya pesan terakhir," ujarnya.
 
Tim Independen Pencari Fakta yang terdiri dari kepolisian, Kompolnas, dan organisasi masyarakat sipil sebelumnua berhasil menemukan rekaman video Fredi sebelum dieksekusi mati pada akhir Juli lalu.
 
Koordinator KontraS Haris Azhar mengatakan, fakta yang ditemukan oleh tim tersebut perlu diketahui oleh masyarakat secara menyeluruh. Menurutnya, masyarakat akan curiga jika data yang terekam dalam video itu tidak dipublikasi karena dianggap melindungi pihak yang diduga terlibat dalam bisnis tersebut. 
 
 
cnn/radarriaunet.com