Meski Kebakaran Lahan Nihil, Satgas Karlahut Tetap Standby di Lokasi

Administrator - Kamis,15 Oktober 2015 - 09:25:32 wib
Meski Kebakaran Lahan Nihil, Satgas Karlahut Tetap Standby di Lokasi

PEKANBARU (RRN) - Walau kebakaran hutan dan lahan di Riau nihil dan cuaca mulai cerah, Satuan Tugas (Satgas) Kebakaran Lahan dan Hutan (Karlahut) tetap standby di lokasi bekas terbakar untuk mengantisipasi munculnya titik api kembali. "Tim kami tetap memadamkan api, karena lahan yang terbakar merupakan lahan gambut, kami pastikan bara api yang ada tidak lagi membesar," ujar Kepala BPPD Provinsi Riau Edwar Sanger yang juga Wakil Ketua Satgas Karlahut.


Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Pekanbaru merilis secara umum arah angin bergerak dari tenggara ke selatan dengan kecepatan 05-15 knot (09-27 km). Visibility Pekanbaru 2000 meter, Rengat 5000 meter dan Dumai 3000 meter. "Sumatera Selatan masih terbanyak hotspot di Sumatera yakni 19 hotspot, disusul Lampung 3 sedangkan Riau nihil," ujar Kepala BMKG Perwakilan Pekanbaru, Sugarin.


Selain itu, kualitas udara pada alat pemantau dibeberapa titik juga menunjukkan ada perubahan yang signifikan. Walau begitu, jumlah titik panas masih dominan di Sumatera, yang dimungkinkan dapat menghasilkan jerebu. Asap tipis masih menggelayut diatas langit Riau. Ada empat kawasan yang diselimuti asap, yakni Pekanbaru, Rengat, Dumai dan Pelalawan, dengan jarak pandang berkisar 400 hingga 2.000 meter. Ini lumayan bagus, bila dibanding beberapa hari sebelumnya. "Sudah mulai berkurang (kabut asap). Kita harapkan beberapa hari ke depan semakin membaik. Kita akan monitor terus perkembangan titik panas dan arah angin, karena itu jadi faktor utama penyebab asap. Untuk Riau sudah lumayan pagi ini, kualitas udara juga sudah tidak pada level berbahaya lagi," kata Sugarin.


Ia merincikan, kualitas udara pada alat Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) sudah berangsur-angsur bagus dan tidak berbahaya lagi. Seperti kawasan Panam, Pekanbaru kota dan Rumbai dengan kualitas udara tidak sehat, Petapahan Kampar tidak sehat, Dumai kualitas udara sedang dan kawasan Bangko dan Libo di Rohil berkualitas sedang hingga tidak sehat. "Yang masih jadi perhatian adalah kualitas udara di sebagian kawasan Siak, ada yang berstatus tidak sehat dan bahkan sangat tidak sehat, seperti di Minas dan sekitarnya. Kita minta walau asap sudah berkurang, warga harus tetap menggunakan masker," pasti Sugarin, Rabu (14/10/2015) pagi.
Berdasarkan hasil monitor satelit Terra dan Aqua, terhitung ada 315 titik panas di Sumatera, dimana Sumatera Selatan masih jadi 'lumbung'nya dengan 230 titik panas, lalu Lampung dengan 31 titik panas, Jambi 29 titik panas, Bengkulu 13 titik panas, Bangka Belitung enam titik, Riau dua titik dan Sumbar satu titik panas. "Di Riau, dua titik panas itu menyebar di Pelalawan dan Inhil. Sementara untuk titik api, satelit mencatat ada satu, yaitu di Kabupaten Inhil. Secara umum peluang hujan masih ada, seperti di bagian barat, utara dan tengah," singkatnya.  (teu.grc)