Jembatan Siak IV Resmi Dibuka Untuk Umum,Ini yang Harus Kamu Tahu Soal Jembatan Bernama Marhum Bukit

Administrator - Senin,18 Maret 2019 - 14:38:18 wib
Jembatan Siak IV Resmi Dibuka Untuk Umum,Ini yang Harus Kamu Tahu Soal Jembatan Bernama Marhum Bukit
Jembatan Siak IV Pekanbaru resmi dibuka untuk umum Senin (18/3/2019). Tribunpekanbaru.com pic

Pekanbaru: Penantian panjang warga Riau untuk bisa melewati Jembatan Siak IV terbayar lunas.

Terhitung Senin (18/3/2019) Pemerintah Provinsi Riau, secara resmi membuka jembatan yang diberi nama Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah (Marhum Bukit) untuk umum.

Iring-iringan kompoi kendaraan dinas Gubenur Riau bersama Forkompinda Riau diatas jembatan Siak IV menandai dibukanya jembatan ini untuk umum.

Setelah rombongan kendaran dinas Gubenur Riau melintas, Jembatan Siak IV langsung dilewati oleh pengendara.

Pantuan di lapangan jembatan yang menghubungkan Pusat Kota Pekanbaru dengan Rumbai tersebut langsung ramai dilewati pengendara.

Lalu lalang kendaraan roda dua dan roda empat pun ramai melintasi jembatan dengan panjang 800 meter ini.


"Setelah sertifikat layak operasi dari Menteri PUPR kita terima, maka mulai hari ini jembatan Siak IV sudah bisa dibuka untuk masyarakat umum," kata Gubernur Riau Syamsuar sesaat sebelum melintasi perdana pembukaan jembatan Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah (Marhum Bukit), seperti sitat

Seperti diketahui, Jembatan Siak IV direncanakan oleh Konsultan perencanaan CV Sigma Momen pada Tahun 2001 (dana APBN), pada tahun 2006 dilakukan Studi Kelayakan (FS) oleh CV Entercom Rekayasa dan pada tahun 2007 dilakukan review design terhadap perencanaan Jembatan Siak IV oleh PT Diantama Rekanusa.

Sementara, pelaksanaan fisiknya telah dimulai sejak tahun 2009 oleh PT Istaka Karya meliputi struktur bangunan bawah dari sisi Rumbai, pekerjaan ini dibiayai APBD.

Tahun 2010, dilanjutkan oleh PT Palas Bukit Tangguh yang masih mengerjakan struktur bangunan bawah (sisi Rumbai), pekerjaan ini dibiayai APBD.


Lalu, di tahun yang sama dilanjutkan PT Bina Riau Sejahtera menggunakan APBD-P untuk mengerjakan struktur bangunan bawah (sisi Rumbai) dan pengaman tebing (Sheet Pile).

Kemudian, tahun 2010-2013 (multiyears) dikerjakan oleh PT PP Waskita Hutama (KSO) menggunakan APBD, sesuai Perda Nomor 7 Tahun 2010.

Pada tahun itu dikerjakan seluruh pekerjaan sisi Jalan Jenderal Sudirman, pekerjaan pylon sampai dengan stage 6 hilir, stage 8 hulu, pekerjaan timbunan jalan akses, pekerjaan aproach span sisi Rumbai.


Selanjutnya, tahun 2017-2018 dilanjutkan oleh PT Brantas Abipraya (Persero) menggunakan APBD sesuai MoU antara Pemprov Riau dengan DPRD Riau Nomor 32/KPTS/PIMP/DPRD/2016, Nomor 021/NK/XI/2016.

Pada tahun ini, dikerjakan pylon stage 7 sampai dengan 17 bagian hilir, stage 9 sampai dengan 17 bagian hulu, pekerjaan aproach span sisi Rumbai (P6-Pylon), pekerjaan masin span, bangunan pelengkap jembatan.

Dengan dioperasikan jembatan siak IV maka diharapkan bisa mengurangi kemacetan di Pekanbaru menuju ke Rumbai.


Untuk menghindari kemacetan dan kecelakaan di atas jembatan siak IV pihaknya melarangan pengendara untuk berhenti dan berswafoto atau selfie di atas Jembatan Siak IV.

"Itu tidak boleh (berhenti diatas jembatan) menurut aturannya. Makanya nanti di jembatan itu akan kita pasang rambu larangan berhenti," kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Riau, M. Taufik OH.

Larangan berhenti dan ber-swa foto diatas jembatan ini mencuat menyusul banyaknya warga yang menjadikan jembatan ini sebagai objek foto.

Sebab dengan berdiri diatas jembatan siak IV terlihat pemandangan yang indah.


Mulai dari hamparan gedung-gedung bertingkat, hingga baground jembatan Siak III berbentuk melengkung setengah lingkaran yang berada di sebelah barat tidak jauh dari Jembatan Siak IV.

Ditambah lagi konstruksi jembatan Siak IV yang dirancang menarik sehingga terlihat indah untuk berswa foto.

Taufik mengungkapkan, jika kendaraan berhenti di atas jembatan akan membahayakan kepada pemilik kendaraan dan kendaraan lainnya yang melintasi jembatan.

"Apalagi di jembatan itu kecepatan kendaraan relatif tinggi. Jadi harus dilarang dan tidak boleh berhenti di jembatan demi keselamatan," ujarnya.

Seperti diketahui, jembatan Siak IV resmi mendapatkan sertifikat layak dari Kementrian Pekerjaan Umum (PU), Jumat (15/3/2019).


Sertifikat layak jembatan Siak IV dijemput langsung oleh perwakilan dari Dinas PUPR Rau, Maisar Damri sebagai pengendali Jembatan Siak IV.

Maisar berangkat ke Jakarta sejak Selasa (12/3/2019) kemarin untuk menjemput sertifikat layak di Kementrian PU.

Namun sertifikat layak Jembatan Siak IV baru ditandatangani oleh menteri PU, Jumat (15/3/2019) siang.

"Sertifikat layaknya sudah kita dapatkan, siang tadi diteken Pak Menteri," kata Maisar yang mengaku masih dalam perjalanan pulang dari Jakarta ke Pekanbaru.

"Yang meneken sertifikat itu ada kepala balai jembatan panjang, kemudian direktur jembatan, dirjen bina marga dan terakhir baru menteri," imbuhnya.


Maisar mengungkapkan sebelum sertifikat layak tesebut diteken oleh menteri, dirinya sempat ditanya soal kondisi jembatan. Setelah mendengarkan pemaparan dari dinas PU, barulah sertifikat layak tersebut diteken oleh menteri.

"Pak menteri itu sangat teliti, saya sempat ditanya-tanya juga soal kondisi jembatan itu," katanya.

Setelah sertifikat layak jembatan siak IV di teken oleh menteri PU, Pemprov Riau diminta untuk melakukan pengecekan kembali setahun kedepan. Pengecekan ini untuk melihat tingkat pergeseran jembatan siak ini setelah dioperasikan selama satu tahun.

"Setelah satu tahun dioperasikan, kami diminta untuk mengecek lagi kondisinya, diiukur lagi tingkat kemiringan dan lainnya," ujarnya.


RRN/Tribunpekanbaru.com