Itinerary ke Pacitan 2 Hari 1 Malam, Destinasi yang Cocok untuk Petualang

Administrator - Rabu,12 Februari 2020 - 11:36:20 wib
Itinerary ke Pacitan 2 Hari 1 Malam, Destinasi yang Cocok untuk Petualang
Pemandangan Batu Karang. Foto: KPS

RADARRIAUNET.COM: Liburan ke Pacitan, Jawa Timur, bisa dilaksanakan dalam waktu singkat yaitu hanya dua hari satu malam. Meski waktu kunjungan pendek, kamu bisa mengunjungi beberapa tempat wisata sekaligus dalam satu hingga dua hari.

Kompas.com berkesempatan mengunjungi Pacitan, yang merupakan daerah sebelah timur dari DIY dan Wonogiri, Selasa 28 Januari 2020 hingga 29 Januari 2020. Kunjungan ini dalam rangka Family Trip Media yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Kami berangkat dari Surabaya menggunakan bus kecil yaitu Elf, Selasa (28/1/2020) pagi sekitar pukul 07.30 WIB. Jarak dari Kota Surabaya menuju Pacitan adalah sekitar 270 kilometer dengan waktu tempuh hampir lima jam.

Jika menggunakan kendaraan mobil, kamu bisa melalui Tol Ngawi - Kertosono atau Tol Salatiga - Kertosono. Berikut ini adalah rekomendasi itinerary liburan dua hari satu malam di Pacitan. Tentunya masih banyak tempat wisata di Pacitan yang bisa diekslpor lebih dari dua hari: Hari pertama di Pacitan Sate tuna yang menjadi salah satu hidangan istimewa di warung makan sari laut Bu Gandos Pacitan, Jawa Timur. Sate tuna dihargai per tusuknya Rp 10.000.

Sate tuna yang menjadi salah satu hidangan istimewa di warung makan sari laut Bu Gandos Pacitan, Jawa Timur. Sate tuna dihargai per tusuknya Rp 10.000.

1. Santap siang di Warung Makan Sari Laut Bu Gandos Tiba di Pacitan sekitar pukul 13.30 WIB, kami disambut dengan panas terik matahari kala itu. Tujuan pertama adalah santap siang di Warung Makan Sari Laut Bu Gandos yang berlokasi di Jalan Raya Pacitan - Solo Kilometer 5, Tamperan, Pacitan. Warung makanan yang terkenal di Pacitan ini memiliki aneka hidangan seafood karena lokasinya yang tak jauh dari pantai Teleng Ria.

Kamu bisa santap siang dengan hidangan populer khas Pacitan yaitu olahan tuna. Adapaun olahan tuna yang disajikan di sini yaitu tahu tuna, sate ikan tuna. Selain olahan tuna, ada juga hidangan seafood yang menggugah selera di antaranya lobster, gulai ikan, dan masih banyak lagi.

Jangan lupa juga untuk memesan hidangan khasnya yaitu nasi tiwul. Harga makanan di warung ini berkisar mulai dari Rp 3.000 untuk satu porsi nasi tiwul, sate ikan Rp 10.000 per tusuk, urap Rp 6.000 per piring, gulai ikan Rp 15.000 per mangkuk. Sementara untuk harga lobster mulai dari Rp 30.000 satuannya.

Seruling samudra merupakan sebuah semburan air dari dalam lubang di atas karang Pantai Klayar, Pacitan. Hembusan air ini berbunyi seperti tiupan seruling. Seruling samudra merupakan sebuah semburan air dari dalam lubang di atas karang Pantai Klayar, Pacitan. Hembusan air ini berbunyi seperti tiupan seruling. (Nicholas Ryan Aditya)

2. Melihat Seruling Samudra dan Sunset di Pantai Klayar Usai santap siang sekitar pukul 14.30 WIB, kami melanjutkan perjalanan ke Pantai Klayar yang populer di kalangan wisatawan. Pantai ini terkenal memiliki seruling samudra yang menjadi primadona atau daya tarik wisatawan.

Kami tiba di pantai ini pukul 15.40 WIB dan disambut dengan hujan gerimis. Namun untungnya hujan gerimis tersebut tak berlangsung lama dan kami tetap bisa menikmati keindahan pantai. Sebelum masuk tiket, wisatawan membayar tiket masuk sebesar Rp 10.000 per orang. Kamu bisa menikmati beragam keindahan seperti pasir putih pantai, warung makan di bibir pantai, bahkan naik ATV.

Ombak tinggi tampak menerjang batu di pantai Klayar, Pacitan, Jawa Timur, Selasa (28/1/2020). Ombak tinggi tampak menerjang batu di pantai Klayar, Pacitan, Jawa Timur, Selasa (28/1/2020). Jika kamu ingin berkeliling pantai menggunakan ATV, dikenakan biaya sebesar Rp 50.000 untuk dua orang termasuk driver.

Sedangkan kalau ingin membawa sendiri, dikenakan harga Rp 75.000 per 30 menit. Kebanyakan wisatawan yang datang ke pantai ini ingin melihat Seruling Samudra yang berada sebelah kiri dari pintu masuk pantai. Lokasinya berada di bukit karang kecil yang bisa kamu daki tak sampai lima menit.

Seruling Samudra ini merupakan sebuah lubang atau celah lempeng karang yang pada waktu-waktu tertentu menyemburkan air. Sebelum menyemburkan air, celah-celah tersebut menimbulkan bunyi hembusan mirip seruling, oleh karenanya disebut dengan Seruling Samudra.

Wisatawan berfoto selfie di atas karang Pantai Klayar, Pacitan, Jawa Timur, Selasa (28/1/2020). Wisatawan berfoto selfie di atas karang Pantai Klayar, Pacitan, Jawa Timur, Selasa (28/1/2020).(Nicholas Ryan Aditya) Jika ombak besar menerjang, bahkan air semburan bisa mencapai tujuh meter tingginya.

Tepat di belakang Seruling Samudra, kamu bisa melihat formasi batuan karang yang mirip Sphinx. Karena itu, batuan ini dijuluki Sphinx van Java. Sekitar pukul 17.30 WIB hingga pukul 18.00 WIB, kami menikmati sajian yang menyegarkan mata yaitu sunset di Pantai Klayar.

Sebelum pulang, sebaiknya kamu menikmati keindahan sunset yang terpancar jelas bagaimana matahari seperti terbenam di ujung laut.

3. Menuju homestay dekat pantai Watukarung Usai berkunjung ke Pantai Klayar, kami melanjutkan perjalanan untuk beristirahat di Homestay Prapto dekat Pantai Watukarung, Pacitan. Harga kamarnya mulai dari Rp 300.000 per malam.

Lokasinya hanya berjarak kurang lebih 100 meter dari bibir pantai. Fasilitas di sini yaitu kamar disertai kamar mandi dalam, televisi, pendingin ruangan, dan WiFi. Kamu juga bisa mendapatkan makanan yang dimasak langsung oleh pemilik homestay. Homestay ini juga sudah dikenal oleh kalangan wisatawan mancanegara. Lokasinya dekat dengan pantai Watukarung yang biasa menjadi ajang wisman untuk latihan surfing.

Hari Kedua di Pacitan

1. Melihat sunrise di Bukit Kasap, Raja Ampatnya Jawa Timur Hari kedua pun tiba, kami bangun sekitar pukul 04.30 WIB untuk melihat sunrise di Bukit Kasap, Pacitan. Itu lah itinerary perjalanan hari kedua kami dimulai.

Berangkat dari homestay sekitar pukul 04.45 WIB kami menuju ke Bukit Kasap yang merupakan satu kawasan dengan Pantai Kasap, Pacitan. Untuk melihat sunrise, kami harus mendaki bukit yang tingginya sekitar 500 meter di atas permukaan laut. Dari puncak bukit kami melihat sunrise indah dengan pemandangan lautan, batu karang besar, ombak, dan tak ketinggalan yaitu bukit-bukit berjejer di pinggir pantai.

Seorang wisatawan mengabadikan sunrise dengan gawainya di Puncak Bukit Kasap, Pacitan, Jawa Timur, Rabu (29/1/2020). Seorang wisatawan mengabadikan sunrise dengan gawainya di Puncak Bukit Kasap, Pacitan, Jawa Timur, Rabu (29/1/2020).

(Nicholas Ryan Aditya) Pemandangan ini lah yang banyak orang mengatakan mirip dengan Raja Ampat di Papua. Tak jarang orang yang mengatakan bahwa Pantai Kasap dan bukitnya adalah Raja Ampatnya Jawa Timur.

Untuk naik ke puncak bukit, wisatawan dikenakan harga tiket masuk Rp 3.000 per orang. Selain menikmati pemandangan, wisatawan juga bisa bersantap makanan atau minuman di kedai Arum Lintang Coffee yang tak jauh dari pintu masuk bukit.

Adapun harga hidangan di sini berkisar mulai dari Rp 5.000 hingga Rp 15.000. Wisatawan bisa menikmati makanan sembari melihat pemandangan laut selatan Jawa yang tergambar jelas di sini. Pantai Watu Karung di Pacitan, Jawa Timur, Rabu (29/1/2020). Tampak pemandangan nelayan dengan perahunya. Pantai Watu Karung di Pacitan, Jawa Timur, Rabu (29/1/2020). Tampak pemandangan nelayan dengan perahunya.(Nicholas Ryan Aditya)

2. Menikmati pagi di Pantai Watukarung Selain Pantai Klayar, pantai terkenal lainnya di Pacitan adalah Pantai Watukarung. Pantai ini cenderung lebih sepi dibandingkan Pantai Klayar. Pantai ini terkenal dengan tempat wisata olahraga surfing bagi wisatawan mancanegara.

Harga tiket masuk pantai ini yaitu Rp 2.000 hingga Rp 5.000 per orangnya. Kamu bisa menikmati pemandangan pasir putih, perahu nelayan yang pulang dan berangkat mencari hasil laut, dan tentunya ombak kelas dunia.

Pantai ini memang dikenal memiliki ombak yang tinggi dan membuat wisman tertantang untuk mencoba surfing. (Nicholas Ryan Aditya) Bahkan, pantai ini juga sempat dijadikan lomba Liga Surfing Dunia pada tahun 2017 yaitu World Surf League.

Ombak di pantai ini bisa mencapai empat meter, karena posisi pantai yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia. Pemandangan cantik Sungai Maron dengan dikelilingi pohon kelapa dan pohon lainnya. Pemandangan ini kerap digadang-gadang mirip Sungai Amazon Amerika Selatan.

Sungai Maron terletak di Pacitan, Jawa Timur. Pemandangan cantik Sungai Maron dengan dikelilingi pohon kelapa dan pohon lainnya. Pemandangan ini kerap digadang-gadang mirip Sungai Amazon Amerika Selatan. Sungai Maron terletak di Pacitan, Jawa Timur.(Nicholas Ryan Aditya)

3. Menuju Sungai Maron, menjelajahi Sungai Amazonnya Pacitan Usai sarapan di homestay, kami berkemas untuk pulang kembali ke daerah asal pada malam hari. Namun sebelum pulang, kami mengunjungi beberapa tempat wisata lainnya di Pacitan. Tujuan pertama yaitu ke Sungai Maron yang terletak di Dersono, Pringkuku, Kabupaten Pacitan. Sungai ini terkenal mirip dengan Sungai Amazon yang ada di Amerika Selatan.

Kami tiba di Sungai Maron pukul 09.00 WIB.  Sebelum menyusuri sungai, wisatawan wajib mengenakan pelampung untuk keselamatan. Kami naik perahu tradisional bermesin dengan menyewa seharga Rp 100.000 per perahu. Wisatawan bisa menikmati paket susur Sungai Maron dengan perahu bermesin.

Harga paket wisata susur sungai ini Rp 100.000 per perahun.

Wisatawan bisa menikmati paket susur Sungai Maron dengan perahu bermesin. Harga paket wisata susur sungai ini Rp 100.000 per perahu.(Nicholas Ryan Aditya) Sebelum naik kapal, kami membayar harga tiket masuk sebesar Rp 5.000 per orang.

Usai membayar tiket masuk dan sewa perahu, kami mulai menyusuri sungai sekitar 4 kilometer. Sepanjang perjalanan, kami dibuat takjub oleh rimbunnya beragam pohon termasuk kelapa di kiri dan kanan sungai. Aliran air sungai ini juga berwarna hijau jernih. Mendekati pantai Ngiroboyo yang menjadi ujung dari Sungai Maron, kami melihat bukit-bukit karang di sekitar sungai.

Pemandangan ini yang membuat banyak wisatawan merasa sedang berada di Phuket, Thailand dan Grand Canyon, Amerika. Seorang wisatawan berfoto naik ayunan di atas Sungai Maron. Wisatawan bisa menjajal sensasi naik ayunan di atas sungai dengan kedalaman hingga 20 meter ini.

Seorang wisatawan berfoto naik ayunan di atas Sungai Maron. Wisatawan bisa menjajal sensasi naik ayunan di atas sungai dengan kedalaman hingga 20 meter ini.(Nicholas Ryan Aditya) Jika bosan dengan hanya duduk saja di perahu, kamu juga bisa sedikit bergerak dengan berfoto di wahana ayunan.

Wisatawan tinggal berdiri dari perahu dan naik ke ayunan yang diikatkan di batang pohon besar nan kuat. Banyak pengunjung yang mengabadikan pengalaman naik ayunan di atas sungai berkedalaman hingga 20 meter ini. Jangan lupa membawa topi karena panas terik akan menemanimu selama susur sungai.

Tentunya tak lupa membawa kamera atau gawaimu untuk mengabadikan keindahan momen di Sungai Maron. Keindahan batuan di Goa Gong, Pacitan, Jawa Timur dengan warna-warni dari lampu sorot. Keindahan batuan di Goa Gong, Pacitan, Jawa Timur dengan warna-warni dari lampu sorot.(Nicholas Ryan Aditya)

4. Menjelajahi Goa Gong Sekitar pukul 11.00 WIB kami tiba di tempat wisata berikutnya yaitu Goa Gong. Belum sah rasanya bila ke Pacitan tanpa mengunjungi goa elok satu ini. Kami berkesempatan melihat langsung keindahan goa yang konon salah satu batu di dalamnya mampu mengeluarkan bunyi mirip suara alat musik gong.

Kamu bisa menuju pintu masuk Goa Gong dengan menggunakan jasa ojek seharga Rp 5.000 per orang. Seorang wisatawan memegang stalaktit yang ada di Goa Gong, Pacitan, Jawa Timur, Rabu (29/1/2020). Seorang wisatawan memegang stalaktit yang ada di Goa Gong, Pacitan, Jawa Timur, Rabu (29/1/2020).

(Nicholas Ryan Aditya) Namun jika tidak ingin menggunakan ojek juga bisa, kamu cukup berjalan menanjak sejauh kurang lebih 800 meter untuk sampai pintu masuk. Harga tiket masuk Goa Gong Rp 10.000 per orang. Wisatawan akan disuguhkan dengan pemandangan hutan-hutan di sekeliling sebelum masuk ke mulut goa. Sampai di mulut goa, kamu bisa menyewa pemandu wisata lokal dengan harga Rp 3.000 untuk menemanimu selama jelajah goa.

Goa Selama perjalanan susur goa, kamu ditemani oleh pemandu wisata dan tentunya alat penerangan yaitu senter. Batu-batu kristal yang ada di Goa Gong, Pacitan, Jawa Timur. Batu-batu kristal yang ada di Goa Gong, Pacitan, Jawa Timur.(Nicholas Ryan Aditya) Goa Gong menyimpan banyak keindahan yang bisa kamu pandangi seperti stalaktit dan stalakmit.

Beberapa di antaranya diberikan nama sesuai keindahan yang dimilikinya seperti Selo Jengger Bumi, Selo Bantaran Angin, Selo Adi Citro Buwono, Selo Pakuan Bomo, dan Selo Citro Cipto Agung. Selain stalaktit dan stalakmit, ada juga batu-batu seperti marmer dan kristal. Goa ini terbilang cukup terang karena banyak lampu cahaya warna-warni.

Tak hanya itu, ada juga pendingin ruangan yaitu kipas angin besar di beberapa sudut goa. Alhasil, wisatawan tak perlu merasa panas saat menyusuri goa yang ditemukan tahun 1924 oleh sesepuh Pacitan, Mbah Joyo dan Mbah Noyo ini. Wisatawan mengabadikan keindahan bebatuan Goa Gong dengan gawainya, Pacitan, Jawa Timur, Rabu (29/1/2020).

Wisatawan mengabadikan keindahan bebatuan Goa Gong dengan gawainya, Pacitan, Jawa Timur, Rabu (29/1/2020). (Nicholas Ryan Aditya) Selain batu-batu, goa ini juga memiliki empat sendang yang sudah kering maupun masih berisi air. Terdapat tujuh ruangan di goa ini dan yang fenomenal yaitu batu Gong berada di ruangan tujuh.

Batu tersebut jika dipukul akan mengeluarkan bunyi seperti alat musik gong. Goa ini buka mulai pukul 07.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB. Sementara goa akan tutup pada malam hari. Kamu bisa mengunjungi goa ini dengan mengarahkan kendaraanmu ke Dusun Pule, Desa Bomo, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan.

Suasana toko oleh-oleh khas Pacitan Putra Samudra yang tengah ramai oleh pengunjung, Rabu (29/1/2020). Suasana toko oleh-oleh khas Pacitan Putra Samudra yang tengah ramai oleh pengunjung, Rabu (29/1/2020).(Nicholas Ryan Aditya)

5. Membeli oleh-oleh Usai berkunjung ke Goa Gong, kami menutup perjalanan di Pacitan dengan berburu oleh-oleh khas Pacitan di Putra Samudra sekitar pukul 14.00 WIB. Lokasi toko oleh-oleh ini berada di Jalan Raya Pacitan - Solo, Sidoharjo, Pacitan. Dengan bekal uang Rp 100.000, kamu bisa membawa tiga macam oleh-oleh khas Pacitan. Kopi khas Pacitan yaitu Kopi Klethik yang dijual di toko oleh-oleh Putra Samudra Pacitan dengan harga Rp 26.000 per bungkusnya.

Kopi khas Pacitan yaitu Kopi Klethik yang dijual di toko oleh-oleh Putra Samudra Pacitan dengan harga Rp 26.000 per bungkusnya.(Nicholas Ryan Aditya) Kami membeli olahan khas tuna yaitu otak-otak tuna, dan tahu tuna. Masing-masing harganya yaitu Rp 10.000 per bungkus.

Selain otak-otak tuna, dan tahu tuna, ada juga olahan tuna lainnya seperti bakso tuna, nuget tuna, kaki naga tuna, rolade tuna, risoles tuna, hingga pangsit tuna. Oleh-oleh khas Pacitan yaitu tahu tuna yang dijual di toko oleh-oleh Putra Samudra Pacitan dengan harga Rp 10.000 per bungkusnya.

Oleh-oleh khas Pacitan yaitu tahu tuna yang dijual di toko oleh-oleh Putra Samudra Pacitan dengan harga Rp 10.000 per bungkusnya.(olahantuna.com) Kami juga membeli hidangan khas Pacitan lainnya yaitu Sale Pisang Crispy. Harga per bungkusnya ini Rp 18.000.

Selain itu, kami membeli minuman khasnya yaitu Kopi Klethik khas Pacitan. Kami memeli kopi Klethik original halus berukuran 150 gram dengan harga satu bungkusnya Rp 26.000. Rasa lainnya juga ada yaitu jahe, dan jahe halus.

6. Perjalanan menuju Bandara Internasional Adisucipto Yogyakarta Usai sudah perjalanan wisata di Pacitan selama dua hari satu malam. Kami pulang ke Jakarta dengan menggunakan pesawat dari Bandara Adisucipto Yogyakarta. Jarak Pacitan ke bandara yaitu sekitar 100 kilometer dan ditempuh dalam waktu 2 jam 30 menit.

 

RR/DRS/KPS