Kasus Oknum PNS Bengkalis yang Digrebek Bersama Isteri Orang Tetap Diproses

Administrator - Jumat,02 Oktober 2015 - 12:45:22 wib
Kasus Oknum PNS Bengkalis yang Digrebek Bersama Isteri Orang Tetap Diproses
Penjabat Bupati Bengkalis H Ahmad Syah Harrofie.

BENGKALIS (RRN) - Penjabat Bupati Bengkalis H Ahmad Syah Harrofie menegaskan kasus kepegawaian WH (35), Pegawai Negeri Sipil (PNS) Bagian Hukum Sekretariat Daerah Bengkalis tetap akan diproses sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Tidak akan dipetieskan sebagaimana isu yang santer berkembangan saat ini. ''Kita memang ada mendengar kedua belah pihak sudah membuat perdamaian. Meskipun diantaranya sudah damai, namun kasus yang berkaitan dengan statusnya sebagai PNS tetap akan ditindaklanjuti. Kita telah instruksikan Inspektorat dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk segera memprosesnya,'' tegas Ahmad Syah.


Dengan bahasa yang sama, penegasan serupa sebelumnya disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Provinsi Riau ketika memimpin rapat bersama eselon III di ruang rapat lantai IV Kantor Bupati Bengkalis.


Sementara ketika ditemui wartawan di Gedung Daerah Datuk Laksamana Raja Dilaut usai melepas Pawai Takbir Idul Adha 1436 H, Ahmad Syah mengatakan akan memberikan sanksi tegas kepada WH. ''Akan kita proses segera dan beri sanksi tegas. Jika memang terbukti, tindakan yag bersangkutan tidak dapat ditolerir, karena bukan hanya mencoreng korps PNS, tetapi juga Pemerintah Kabupaten Bengkalis. Sesuai ketentuan, akan kita beri sanksi yang seberat-beratnya,'' ujar Ahmad Syah, kala itu dengan nada sangat kecewa.


Sebagaimana diberitakan sebelumnya, WH bersama NA digerebek suaminya sendiri, MA, di sebuah rumah kos-kos di RT 02/RW 03 Desa Air Putih, Kecamatan Bengkalis, Selasa (22/9/2015) malam, sekitar pukul 22.30 WIB. Terkait dengan pemberitaan kasus tersebut, melalui Kepala Bagian Humas Johansyah Syafri, WH telah memberikan klarifikasi atas pemberitaan yang dianggapnya sebagian tidak sesuai dengan fakta yang sesungguhnya.


Namun menurut sejumlah sumber yang berhasil dihimpun, diperoleh informasi bahwa klarifikasi yang disampaikan WH melalui Kepala Bagian Humas tersebut justru yang tidak sesuai fakta di lapangan. Tidak sesuai dengan kejadian yang sesungguhnya ketika terjadinya penggerebekan tersebut. Bahkan terkesan ada yang ditutupi WH. ''Apa yang saya sampaikan ke rekan-rekan wartawan tersebut sesuai pengakuan WH. Tidak ada yang ditambah atau dikurangi sedikitpun. Kalau memang WH berbohong dan menutup-nutupi fakta yang sebenarnya, maka sebagai bentuk tanggungjawab moral, nanti saya akan beri kesempatan kepada MA untuk memberikan klarifikasi serupa untuk disampaikan kepada wartawan,'' ujar Johan, kepada wartawan beberapa saat lalu. (hum)