Bupati Wardan Pimpin Upara Sumpah Pemuda

Administrator - Rabu,30 Oktober 2019 - 13:59:46 wib
Bupati Wardan Pimpin Upara Sumpah Pemuda
Bupati Wardan Pimpin Upacara Sumpah Pemuda. Foto: Mlc

RADARRIAUNET.COM: Bupati Indragiri Hilir HM. Wardan, MP memimpin upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke- 91 tahun 2019 di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Pada peringatan Hari Sumpah Pemuda kali ini dengan tema, "bersatu kita maju" itu juga dituntut kesiapan pemuda dalam menyongsong kemajuan tekhnologi. Revolusi mental pun solusinya. Kegiatan digelar di lapangan Halaman Kantor Bupati Inhil, Senin (28/10/19), dihadiri Wabup H Syamauddin Uti, Ketua DPRD, Unsur Forkopimda, Sekda.

Bupati Wardan sebagai Pembina Upacara membacakan sambutan Menpora RI. Disampaikan, diera kemajuan tekhnologi yang serba digital ini menuntut kesiapan dari para pemuda sebagai pelopor, generasi mendatang. Karena itu, revolusi mental digaungkannya pemerintah pusat dalam dalam kemajuan tekhnologi saat ini, harus disikapi dengan bijak. Betapa tidak, kemajuannya tekhnologi yang terus berkembang tersebut diibaratkan dua mata pisau. Disatu sisi berfungsi memberi kemudahan dan mempercepat arus informasi. Namun disisi lain, jika salah memanfaatkan akan berdampak buruk terhadap bangsa ini sendiri.

"Pesatnya kemajuan tekhnologi bagaikan dua mata pisau. Disatu sisi mempercepat kinerja karena cepatnya arus informasi serta berbagai skil lainnya. Namun sisi lain, tidak sedikit negatif apabila salah gunakan. Konten pornografi termasuk masuknya terorisme dalam dunia maya melalui paham-paham membahayakan generasi bangsa," paparnya.

Pemuda katanya, diharapkan mampu berperan dalam hal mengubah dunia untuk memajukan bangsa. Untuk mewujudkannya, generasi muda khususnya harus mampu bersaing dengan terus belajar. Makanya kepada pemuda untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan. Tentunya, demgan menggali potensi-potensi di Kabupaten Inhil.

"Inhil merupakan daerah yang terluas di Provinsi Riau dengan kekayaan alam. Maka, harus dikelola semaksimal mungkin, dan untuk mengolah itu maka peran generasi muda tentunya sangat diharap ikut bersama-sama mengembangkan dan meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat Kabupaten Inhil ini," kata Bupati Wardan.

Selain itu disampaikan juga, generasi muda agar tidak terjebak dalam primodialisme. Pelajaran yang dapat dipetik dari sejarah Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 itu, bagaimana bangsa ini mampu disatukan karena mengutamakan persatuan bangsa. Suku, ras dan agama yang ada di negara ini adalah modal utama. Karena itu, keberagaman harus dipelihara memajukan bangsa ini. "Jangan terkukung dengan primodualisme. Salah satu keberhasilan pemuda dalam menyatilukan keberagaman dulu melalui Sumpah Pemuda, karena utamakan kepentingannya bangsa tanpa melihat suku dan agama," paparnya. 

Sementara peserta upacara antara lain masyarakat setempat, organisasi kepemudaan dan masyarakat, TNI/Polri, PNS dilingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil, dan juga terdapat pula barisan Bhineka Tunggal Ika menggunakan pakaian adat dari berbagai daerah. Peserta upacara terdiri dari TNI/Polri, Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilingkungan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir, Organisasi Kepemudaan, Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) , organisasi Orientasi Kehidupan Kampus (OKK) diseluruh Kabupaten Indragiri Hilir, dan Barisan Bhineka Tunggal Ika yang menggunakan pakaian adat dari berbagai daerah. Pembacaan teks keputusan Kongres Pemuda Indonesia tahun 1928 oleh pengurus  Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) diikuti oleh seluruh Barisan Bhineka Tunggal Ika. Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-91 tahun 2019 ini mengangkat tema "Bersatu Kita Maju".

"Tema Bersatu Kita Maju diangkat sebagai pemberi pesan dan semangat kepada masyarakat khususnya untuk para pemuda bahwa dengan dengan kita bersama sama untuk bersatu, tanpa perpecahan, maka untuk mencapai keberhasilan akan lebih mudah untuk diwujudkan," ujar Muhammad Rudiansyah selaku pemimpin pasukan. Rudi berharap dengan kegiatan upacara yang digelar pada hari ini, dapat menjadi momen untuk para pemuda untuk terus mengukuhkan persatuan dan kesatuan bangsa.

"Saya berharap dengan kegiatan upacara yang digelar pada pagi hari ini dapat menjadi awal dan momentum untuk para pemuda agar tidak henti hentinya untuk selalu mengabdikan diri pada negri serta terus mengukuhkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia," harapnya.

Usai apel dilanjutkan dengan Foto bersama Bupati, Wakil Bupati, Unsur Forkopimda dan Sekda dengan Pemuda yang berpakaian adat. Wardan yang diwawancarai awak media usai apel Peringatan Sumpah Pemuda mengatakan, saya sangat sangat mengharapkan kepada Pemuda untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan.

Untuk itu, dalam rangka menggali potensi-potensi yang ada di kabupaten Indragiri hilir  yang hari ini merupakan kota yang terluas yang ada di Provinsi Riau dengan kekayaan alam yang ada di  dikelola harus semaksimal mungkin dan untuk mengolah itu peran generasi muda tentunya sangat sangat kita harapkan untuk ikut bersama-sama di dalamnya yang mungkin sebagai wirausaha yang mungkin mengembangkan industri industri rumah tangga mengolah untuk meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat ini kesempatan para generasi muda itu sendiri, ungkap Bupati HM.Wardan.

"Baru saja kita selesai melaksanakan upacara bendera dalam rangka memperingati hari sumpah pemuda yang ke 88 tingkat Kabupaten Indragiri Hilir, tentunya dengan peringatan hari sumpah pemuda dengan semangat perjuangan dari para pemuda sebagaimana tadi dalam pidato disampaikan semangat yang dikobarkan bung karno ini tentunya bisa terus dikobarkan menjadi semangat, menjadi spirit," ucap Wardan.

Dengan diselenggarakanya upacara sumpah pemuda ini, lanjutnya, semoga para generasi menjadikan yang profesional, menjadikan pemuda yang kreatif menjadi pemuda yang inovatif dalam rangka mengisi kemerdekaan ini.

Bupati juga berharap kepada generasi-generasi muda dengan penyelanggaraan hari kemerdekaan ini agar para muda mudi bisa menyelenggarakan kegiatan yang bermanfaat, mendorong dan membantu pemerintah dalam rangka melaksanakan pembangunan disegala bidang.

"Karena keikutsertaan generasi muda para pemuda dalam melaksanakan kegiatan pembangunan itu tentunya akan semakin meningkat kemudian semakin nampak wujud kebersamaan dan keikutsertaan generasi muda dalam melaksanakan pembangunan dan itu saya merasakan," terangnya.

Bupati juga merasa senang dan bersyukur kepada generasi muda terutama kepada pengurus KNPI yang telah ikut serta dalam pelaksanaan pembangunan pemerintah, ini merupakan sumbangsih dari generasi-generasi yang peduli akan Inhil. Bupati mengatakan, satukan pemuda untuk membangun negeri ini merupakan semangat bagi pemuda untuk melakukan hal-hal yang positif untuk mengisi kemerdekaan ini dan mengingatkan perjuangan pemuda yang duhulu.

"Kepada seluruh pemuda yang ada khususnya pemuda yang ada di Kabupaten Inhil untuk bersemangat melaksanakan pembangunan dan mendukung program-program yang sudah di susun pemerintah Kabupaten Inhil," pesannya.

Logo hari sumpah pemuda 2019 jika dilihat secara seksama menyerupai sebuah monument yang di atasnya terdapat jempol tangan ok yang membentuk angka 91 dan tiga goresan warna merah,hijau, biru dan kuning serta tulisan "SUMPAH PEMUDA" dan tagline "BERSATU KITA MAJU" berwarna merah di bawah monument. Terlihat sangat simpel dan elegant. Berikut makna dan filosofinya;

1. Monumen

Pemuda adalah agent of change yang momennya selalu terabadikan karena keberanian dan pemikirannya yang kritis. Sumpah pemuda pada 27-28 Oktober 1928 telah menginspirasi bangsa ini untuk merdeka 17 tahun kemudian. Walau peristiwa sumpah pemuda jauh dari tahun kemerdekaan setidaknya peristiwa itu telah menjadi monumen persatuan bangsa.
 

2. Kepalan tangan jempol

Jempol tangan biasanya digunakan untuk mengapresiasi atau memuji suatu yang baik. Tindakan yang dlakukan oleh para pemuda selalu menuju arah yang positif dan penuh kebaikan dengan penuh semangat terdepan.

3. Angka 91

Hari sumpah pemuda yang ke-91 sejak dikumandangan pada tahun 1928. Ini artinya sudah kurang 9 tahun lagi HSP akan menginjak satu abad. Patut ditunggu kiprah pemuda jaman milenial ini.

4. Warna merah, hijau, biru dan kuning

Bermakan keberagaman latar belakang pemuda dan kewajiban untuk menjunjung tinggi persatuan dengan tidak memandang perbedaan itu.

5. SUMPAH PEMUDA "BERSATU KITA MAJU"

berwarna putih dan background merah menandakan keberanian dan didasarkan atas kesucian dalam membuat dasar sebuah monument, pondasi yang didirikan atas dasar persatuan karena kita satu nusa, satu bangsa dan satu Bahasa Indonesia.

Tanggal 28 Oktober 2019 diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda yang ke-91. Ada makna yang mendalam bagi sejarah bangsa ini dalam isi Sumpah Pemuda yang dicetuskan pada 28 Oktober 1928 itu, yakni ikrar bertanah air satu, berbangsa satu, berbahasa satu: Indonesia. Sumpah Pemuda tercetus dalam Kongres Pemuda II tanggal 28 Oktober 1928.

Namun dua tahun sebelumnya, seperti diungkap Sudiyo lewat buku Perhimpunan Indonesia sampai dengan Lahirnya Sumpah Pemuda (1989), telah dilakukan Kongres Pemuda I mulai tanggal 30 April hingga 2 Mei 1926 di Batavia (Jakarta). Kongres Pemuda I atau Kerapatan Besar Pemuda dihadiri oleh perwakilan dari perhimpunan pemuda/pemudi termasuk Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Ambon, Sekar Rukun, Jong Islamieten Bond, Studerenden Minahasaers, Jong Bataks Bond, Pemuda Kaum Theosofi, dan masih banyak lagi. Tujuan Kongres Pemuda I, seperti dikutip dari buku Peranan Gedung Kramat Raya 106 dalam Melahirkan Sumpah Pemuda (1996) karya Mardanas Safwan, antara lain mencari jalan membina perkumpulan pemuda yang tunggal, yaitu dengan membentuk sebuah badan sentral dengan maksud: Pertama, untuk memajukan persatuan dan kebangsaan Indonesia, serta yang kedua adalah demi menguatkan hubungan antara sesama perkumpulan pemuda kebangsaan di tanah air.

Kongres Pemuda I diakhiri tanpa hasil yang memuaskan bagi semua pihak lantaran masih adanya perbedaan pandangan. Setelah itu, digelar lagi beberapa pertemuan demi menemukan kesatuan pemikiran. Maka, disepakati bahwa Kongres Pemuda II akan segera dilaksanakan.

Lahirnya Sumpah Pemuda Kongres Pemuda II dilangsungkan selama dua hari pada 27 dan 28 Oktober 1928 di Batavia. Hari pertama, kongres menempati Gedung Katholikee Jongelingen Bond atau Gedung Pemuda Katolik, sedangkan kongres di hari kedua diadakan di Gedung Oost Java (sekarang di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat). Tujuan Kongres Pemuda II antara lain: (1) Melahirkan cita cita semua perkumpulan pemuda pemuda Indonesia, (2) Membicarakan beberapa masalah pergerakan pemuda Indonesia; serta (3) Memperkuat kesadaran kebangsaan dan memperteguh persatuan Indonesia. Kongres ini diikuti oleh lebih banyak peserta dari kongres pertama, termasuk Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI), Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Bataks Bond, Jong Islamieten Bond, Pemuda Indonesia, Jong Celebes, Jong Ambon, Katholikee Jongelingen Bond, Pemuda Kaum Betawi, Sekar Rukun dan lainnya. Hadir pula beberapa orang perwakilan dari pemuda peranakan kaum Tionghoa di Indonesia dalam Kongres Pemuda II ini, seperti Oey Kay Siang, John Lauw Tjoan Hok, dan Tjio Djien Kwie, namun asal organisasi/perhimpunan mereka belum diketahui.

Sumpah Pemuda merupakan rumah pondokan atau asrama pelajar/mahasiswa milik seorang keturunan Tionghoa bernama Sie Kok Liong. Gedung yang terletak di Jalan Kramat Raya 106, Jakarta Pusat, ini kini diabadikan sebagai Museum Sumpah Pemuda. Adapun susunan panitia Kongres Pemuda II, seperti yang dituliskan Ahmad Syafii Maarif melalui buku Islam dalam Bingkai Keindonesiaan dan Kemanusiaan (2009) adalah sebagai berikut: Ketua: Sugondo Djojopuspito (PPPI) Wakil Ketua: R.M. Joko Marsaid (Jong Java) Sekretaris: Muhammad Yamin (Jong Sumatranen Bond) Bendahara: Amir Sjarifudin (Jong Bataks Bond) Pembantu I: Johan Mohammad Cai (Jong Islamieten Bond) Pembantu II: R. Katjasoengkana (Pemuda Indonesia) Pembantu III: R.C.I. Sendoek (Jong Celebes) Pembantu IV: Johannes Leimena (Jong Ambon) Pembantu V: Mohammad Rochjani Su'ud (Pemuda Kaum Betawi) Hadir pula Wage Rudolf Supratman yang memainkan lagu Indonesia Raya di Kongres Pemuda II dengan alunan biolanya. Lagu Indonesia Raya juga dinyanyikan untuk pertamakalinya dalam kongres ini oleh Dolly Salim yang tidak lain adalah putri dari Haji Agus Salim.

Sumpah pemuda yang diperingati setiap tanggal 28 Oktober merupakan tonggak utama dalam pergerakan kemerdekaan Indonesia. Sumpah ini dianggap sebagai semangat menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia, yakni ikrar bertanah air satu, berbangsa satu, berbahasa satu bahasa Indonesia.

Sumpah pemuda yang diikrarkan oleh para pemuda di zaman itu seperti M. Yamin, Sugondo Djojopuspito, Amir Sjarifuddin, Johanes Leimena, dan WR Soepratman memuat banyak nilai positif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai seperti sikap patriotisme, gotong-royong, persatuan dan kesatuan, cinta damai, serta tanggung jawab. Namun di zaman teknologi dan informasi seperti sekarang ini, Sumpah Pemuda juga bisa dimaknai dalam konteks perubahan dunia yang begitu cepat akibat kemajuan teknologi dan informasi itu sendiri.

Rohaniawan Benny Susetyo, atau yang akrab disapa Romo Benny, berpendapat bahwa generasi muda saat ini butuh memaknai nasionalisme dalam konteks digital untuk menghadapi berbagai perubahan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan pihak Litbang Kompas, sebanyak 83 persen pemuda Indonesia yakin dapat menjaga keutuhan NKRI. "Peranan kaum muda ke depan mampu untuk mengaktualisasikan nilai persatuan dan keragaman dalam mewujudkan nilai Pancasila khusus merawat ingatan akan kemajemukan," ujar Romo Benny saat diwawancarai DW Indonesia.

Menurutnya, terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi pemuda saat ini, antara lain yaitu rendahnya budaya literasi dan membaca. "Ini mengakibatkan kultur kebohongan menjadi bagian cara berpikir, bertindak, perilaku dalam menyebarluaskan kebohongan yang menggunakan sara," terang Romo Benny. Lebih lanjut, menanggapi banyaknya aksi generasi muda turun ke jalan untuk berdemo mengkritik kebijakan pemerintah akhir-akhir ini, Romo Benny yang juga merupakan Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menganggap itu wajar selama dilakukan tanpa kekerasan.

"Generasi muda menjadi penggerak perubahan dengan membangun kultur kritis dan tetap menjaga moralitas bangsa," jelasnya kepada DW Indonesia. "Demonstrasi sebagai  gerakan moral adalah kewajaran dalam  membangun kultur demokrasi asal dilakukan tanpa kekerasan," tutupnya.

 

RR/RGC/CPL/ADV