Studi: Orang yang Menikah Jalan Lebih Cepat daripada Jomblo

Administrator - Kamis,31 Januari 2019 - 16:20:58 wib
Studi: Orang yang Menikah Jalan Lebih Cepat daripada Jomblo
Ilustrasi berjalan kaki. cnni pic

Jakarta: Selain cincin yang tersemat di jari manis, ada cara lain untuk menebak status perkawinan seseorang. Cara lain itu adalah dengan melihat kecepatan mereka saat berjalan.

Orang yang telah menikah disebut berjalan lebih cepat daripada mereka yang masih melajang atau berusia lebih tua. Sebuah penelitian anyar yang diterbitkan dalam jurnal PLOS One menunjukkan bahwa kesehatan fisik dan mental orang yang telah menikah lebih baik daripada yang melajang. Selain berjalan lebih cepat, mereka juga memiliki genggaman yang lebih kuat.

"Ada banyak penelitian yang menunjukkan bahwa orang yang menikah lebih sehat dan memiliki angka harapan hidup lebih tinggi. Namun, masih sedikit penelitian yang menghubungkannya dengan kemampuan fisik," ujar pemimpin studi, Natasha Wood dari University College London, Inggris,seperti sitat CNN Indonesia, Kamis (31/01/2019).

Dalam studi ini, para peneliti melihat hubungan antara status perkawinan dan kemampuan seseorang untuk melakukan tugas harian. Peneliti fokus pada dua indikator, di antaranya kecepatan berjalan dan kekuatan genggaman.

"Kecepatan berjalan adalah ukuran kesehatan yang menyeluruh," kata Wood. Berjalan mencakup banyak hal, mulai dari keseimbangan, kelincahan, dan kecepatan. Sementara kekuatan genggaman mencerminkan kekuatan tubuh bagian atas.

Baik pria maupun wanita yang masih melajang berjalan lebih lambat daripada mereka yang telah menikah. Pria di Inggris dalam pernikahan pertama berjalan lebih cepat 4 inci per detik daripada pria yang belum menikah dan 3 inci per detik lebih cepat daripada mereka yang berstatus duda.

Hasil yang sama juga tampak pada pria AS. Mereka yang telah menikah berjalan lebih cepat 1 inci per detik daripada orang-orang yang masih melajang dan 3 inci per detik dari duda.

Sementara untuk wanita, mereka yang telah menikah berjalan 2-3 inci per detik lebih cepat daripada yang belum melajang.

Pola serupa juga nampak pada kekuatan genggaman. Pria AS yang telah menikah memiliki genggaman 1 pon atau 454 gram lebih kuat daripada mereka yang belum menikah dan 2 pon atau 907 gram lebih kuat daripada duda.

"Studi menunjukkan bahwa kekuatan genggaman dipengaruhi status perkawinannya bersama seorang wanita," ujar Wood.

Terapis Ian Kerner memberikan komentarnya terhadap hasil studi tersebut. Dia menyebut, mereka yang berada dalam ikatan rumah tangga cenderung memiliki lebih banyak rutinitas bersama yang melibatkan kesehatan dan kemampuan fisik daripada mereka yang masih melajang.

Rutinitas-rutinitas bersama itu meliputi olahraga, kunjungan medis reguler, hingga hubungan seksual. "Ini mungkin bisa menjelaskan manfaat pernikahan terhadap kemampuan fisik seseorang," kata Kerner.

Hasil penelitian ini dinilai berdampak pada kesehatan orang tua. Angka perkawinan yang menurun, kata Wood, membuat banyak orang bakal memiliki kemampuan fisik yang rendah di usia tua.


RRN/CNNI