Gubri Dukung Produk Dalam Negeri

Administrator - Sabtu,02 April 2022 - 15:16:27 wib
Gubri Dukung Produk Dalam Negeri
Gubernur Riau Syamsuar. Foto: IFC

RADARRIAUNET.COM: Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar memberikan sambutan dalam acara Rapat Koordinasi (Rakor) Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) dan pendampingan pelaksanaan pembangunan di Provinsi Riau serta tindak lanjut sosialisasi UU nomor 1 tahun 2022 tentang hubungan keuangan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah di Gedung Daerah Balai Serindit.

Gubri Syamsuar mengharapkan, melalui rapat koordinasi ini dapat menguatkan sinergi antara pelaku usaha dengan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota se Provinsi Riau.

Dalam upaya menciptakan ekosistem pengadaan barang dan jasa yang mampu mendukung produk dalam negeri tumbuh dan Usaha Mikro Kecil (UMK) daerah sejahtera dan Indonesia maju.

"Mari kuatkan sinergi untuk dukung produk dalam negeri dan mendukung arahan Presiden yang disampaikan di Bali beberapa waktu lalu," terangnya.

Syamsuar menyebutkan, setiap pengadaan yang sumber pembiayaan yang berasal dari APBN/APBD termasuk pinjaman atau hibah dalam negeri atau luar negeri, serta pelaksanaannya mengusahakan sumber daya yang dikuasai negara, maka menurutnya wajib menggunakan produk dalam negeri.

Hal ini sebagaimana diamanatkan dalam undang-undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang perindustrian pasal 86, yaitu pemerintah wajib mengalokasikan dan melaksanakan paling sedikit 40% dari nilai anggaran belanja barang dan jasa yang dikelola nya untuk penggunaan produk dalam negeri dan UKM.

Selanjutnya, sesuai dengan amanat Peraturan Presiden Nomor 12 tahun 2021 tentang perubahan atas Peraturan Presiden nomor 16 tahun 2018 tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah pasal 65.

Oleh karena itu sebut Gubri, untuk mendukung hal tersebut, kementerian perindustrian telah menginisiasi pelaksanaan bisnis matching belanja produk dalam negeri pada tanggal 22 sampai 24 Maret 2022 di Bali.

Ia menyebutkan, pada kegiatan tersebut dilaksanakan pendataan, pengadaan barang dan jasa pemerintah yang kemudian disinkronkan dengan kemampuan industri dalam negeri.

"Dengan pertemuan antara kebutuhan serta kemampuan ini diharapkan dapat membantu percepatan pemulihan ekonomi nasional," sebutnya.

Syamsuar menambahkan, Pemprov Riau pada tanggal 17 Maret 2022 telah menayangkan produk makanan dan minuman pada e-katalog lokal di website LKPP dengan 4 produk tambahan.

Terangnya, saat ini sedang dalam proses pengajuan etalase produk yaitu jasa kebersihan, jasa keamanan, alat tulis kantor dan pakaian berikut perlengkapannya. Hal ini tentunya dalam rangka mendukung majunya produk dalam negeri.

"Mari dukung produk dalam negeri, kita sukseskan gerakan nasional buatan Indonesia," tuturnya.

Syamsuar menyambut baik adanya instruksi Presiden RI, Joko Widodo terkait penggunaan produk dalam negeri oleh instansi pemerintah.

Untuk itu, ia mengaku akan segera mendorong penggunaan produk dalam negeri di Provinsi Riau, yakni akan segera membuat Surat Edaran (SE) terkait penggunaan produk dalam negeri tersebut.

Ia menginginkan, kedepannya baik itu instansi pemerintah maupun swasta menggunakan produk dalam negeri dan bangga menggunakan buatan Indonesia.

"Kita segera buat SE baik kepada instansi pemerintah maupun swasta agar menggunakan produk dalam negeri sesuai arahan Bapak Presiden," ucap Gubri.

Gubri Syamsuar juga optimis instruksi Presiden Joko Widodo ini akan dilaksanakan dengan baik di Provinsi Riau.

"Kita akan kawal apa yang menjadi arahan Bapak Presiden," katanya.

Sementara itu, sebelumnya saat memberi pengarahan pada acara Afirmasi Bangga Buatan Produk Indonesia yang digelar di Bali, Presiden Joko Widodo menginstruksikan agar instansi pemerintah yang menggunakan produk dalam negeri.

Presiden Jokowi ini meminta agar kebiasaan menggunakan barang impor tidak diteruskan oleh instansi pemerintah di Indonesia.

Ia mencontohkan satu diantara barang yang bisa diproduksi dalam negeri, seperti CCTV, akan tetapi masih ada kementerian/lembaga yang melakukan pembelian CCTV impor.

"Coba CCTV beli impor, di dalam negeri ada yang bisa produksi. Apa-apaan ini, dipikir kita bukan negara yang maju buat CCTV saja beli impor," ucap Presiden.

"Seragam dan sepatu tentara, polisi beli dari luar, kita ini produksi di mana-mana bisa. Jangan diterus-teruskan," tambahnya.

Menurut Presiden, barang-barang impor yang digunakan untuk kegiatan operasional di kementerian sudah semuanya bisa diproduksi di dalam negeri. Oleh sebab itu, tidak ada alasan lagi untuk membeli barang-barang dari luar.

Presiden juga optimis, penggunaan produk dalam negeri akan mampu meningkatkan pertumbuhan perekonomian bangsa.

"Jangan ini diteruskan, stop (beli impor), sehingga melompat nanti kalau kita semuanya beli produk dalam negeri meloncat pertumbuhan ekonomi kita,” tuturnya.

Gubri Segera Buat SE

Syamsuar segera membuat Surat Edaran (SE) terkait penggunaan produk dalam negeri.

"Kita segera buat Surat Edaran baik kepada instansi pemerintah maupun swasta agar menggunakan produk dalam negeri sesuai arahan Bapak Presiden," ucap Gubri

Sebelumnya, saat memberi pengarahan pada acara Afirmasi Bangga Buatan Produk Indonesia, yang digelar di Bali, Presiden Joko Widodo mengungkapkan kejengkelannya karena masih banyak instansi pemerintah yang menggunakan produk impor.

Presiden meminta agar kebiasaan menggunakan barang impor tidak diteruskan.

"Coba CCTV beli impor, di dalam negeri ada yang bisa produksi. Apa-apaan ini, dipikir kita bukan negara yang maju buat CCTV saja beli impor," ucap Presiden, jengkel.

"Seragam dan sepatu tentara, polisi beli dari luar, kita ini produksi di mana-mana bisa. Jangan diterus-teruskan," tambah Presiden lagi.

Menurut Presiden, barang-barang impor yang digunakan untuk kegiatan operasional di kementerian sudah semuanya bisa diproduksi di dalam negeri.

Oleh sebab itu, tidak ada alasan lagi untuk membeli barang-barang dari luar.

Presiden juga optimis, penggunaan produk dalam negeri akan mampu meningkatkan perekonomian bangsa.

Ditegaskan Presiden, penggunaan produk dalam negeri ditargetkan pada akhir Mei se-Indonesia harus mencapai Rp400 triliun. Saat ini baru mencapai Rp214 triliun.

Gubri Syamsuar juga optimis, instruksi Presiden akan dilaksanakan dengan baik di Provinsi Riau.

"Kita akan kawal apa yang menjadi arahan Bapak Presiden," tegas Gubri.

Menurut Gubri, sejauh ini banyak produk dalam negeri yang memiliki kualitas bagus."Bahkan tidak kalah baiknya dengan negeri luar," tegasnya.

Gubri mengingatkan agar masyarakat tidak cenderung mengkonsumsi dan tergantung dengan produk luar negeri. Masih banyak produk dalam negeri yang bisa diandalkan.

"Jangan larut dengan produk orang luar. Ayo kita dukung produk dalam negeri," ajaknya.

Pada kesempatan itu, Gubri juga tidak lupa mempromosikan produk UMKM berkualitas dan unik. Misalnya, produk kerajinan tangan, kuliner, serta produk unggulan lainnya.

Gubri juga mengimbau masyarakat Riau yang jumlahnya hampir 7 juta jiwa ini untuk membeli dan mengkonsumsi produk dalam negeri atau lokal. Sehingga dengan meningkatnya daya beli produk lokal, tentu akan menumbuhkan perekomian daerah menjadi lebih baik.

Adapun produk yang dibeli oleh Gubri dalam kegiatan lelang UMKM ini berupa kaligrafi dari UMKM Tekad Tiga Dara dengan harga Rp 2,7 juta, dimana uangnya ditransfer langsung oleh Gubri dalam kegiatan tersebut.

Untuk diketahui lelang UMKM Provinsi Riau ini menawarkan produk-produk khas Riau seperti pakaian khas Melayu, makanan, dan kerajinan yang diproduksi langsung oleh UMKM Riau

"Salah satu upaya kita mengembangkan produk penjualan yaitu pada lelang produk UMKM ini," sebutnya dalam acara pemulihan ekonomi nasional melalui lelang produk UMKM di Provinsi Riau secara virtual di Gedung Daerah Balai Serindit.

Selain kaligrafi yang dibeli oleh Gubri tersebut, dalam kegiatan ini juga dilakukan lelang Tenun Siak Nz-Craft dimenangkan oleh Dirjen DJKN dengan nominal lelang Rp1,5 juta.

Kemudian ada produk UMKM dompet dan tas motif pucuk rebung dimenangkan oleh Kakanwil DJP dengan nominal Rp1,45 juta. Adapun dana yang diterima melalui lelang produk UMKM ini akan langsung diberikan kepada UMKM yang bersangkutan

Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Riau, Sumbar, dan Kepri (RSK), Sudarsono menambahkan, dengan adanya simulasi lelang UMKM ini agar para peserta lelang dapat merasakan sensasi lelang secara langsung yang dulu dilaksanakan oleh DJKN sebelum adanya lelang.go.id.

Ia berharap lelang UMKM Riau ini dapat membantu UMKM dan diharapkan UMKM dapat menghadapi kondisi ini dan bisa survive mengatasi pandemi ini.

"Semoga bapak ibu dapat mengikuti simulasi lelang ini, dan semoga para UMKM kita bisa survive di masa pandemi ini," tutupnya.

RR/MCR/CPL/RLC/ADV