Dugaan Kades dan Panitia Pilkades 'Jegal' Balon Kades, Dewan Pangggil BPMPD

Administrator - Rabu,07 Oktober 2015 - 12:35:26 wib
Dugaan Kades dan Panitia Pilkades 'Jegal' Balon Kades, Dewan Pangggil BPMPD
Dewan akan memanggil pihak BPMPD Inhil, terkait dugaan adanya upaya diskriminasi dan kesan 'menjegal' pihak Pemerintahan Desa dan Panitia Pilkades atas beberapa bakal calon yang berniat maju di ajang Pilkades serentak, November mendatang./FOTO: riauterkin

TEMBILAHAN (RRN) - Dewan memanggil pihak Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Inhil, terkait dugaan adanya upaya diskriminasi dan kesan 'menjegal' pihak Pemerintahan Desa dan Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) atas beberapa bakal calon yang berniat maju di ajang Pilkades serentak, bulan November mendatang.


Pernyataan ini ditegaskan Wakil Ketua Komisi I DPRD Inhil, H Bakri H Anwar saat mendengar pengaduan bakal calon Kades Sungai Nyiur, Kecamatan Tanah Merah dan perwakilan warga setempat, di Ruang Rapat Komisi I DPRD Inhil. "Kami memanggil pihak BPMPD Inhil, untuk mendengarkan tanggapan mereka atas permasalahan yang disampaikan ini," tegas Bakri.


Pertemuan ini dihadiri juga Sekretaris Komisi I Muammar Armain dan anggota Padli, Andi Rusli, Asmadi dan Musmulyadi. Ikut hadir Wakil Ketua Komisi III Edy Harianto Sindrang.


Dalam pertemuan ini, bakal calon Kades Sungai Nyiur, Makmur menyampaikan, sebagai putera daerah setempat ia ingin ikut dalam ajang Pilkades ini dan dibuktikan dengan KTP dan KK setempat rumahnya ada di desa tersebut. "Namun, saat saya mau meminta surat keterangan bertempat tinggal dipersulit dan tidak mau diteken oleh pejabat setempat, dengan alasan saya tidak bertempat tinggal disana, ini kan mengada-ada. Rumah dan anak saya saja bersekolah di Sungai Nyiur," jelas.


Beberapa warga yang ikut mendampingi Makmur saat itu, kesan sengaja menjegal bakal calon lain di ajang Pilkades di desa ini sangat kentara, diduga ini intervensi Kades setempat. "Masak dia (Kades) ikut dalam rapat pembentukan Pilkades dan mengatur orang-orangnya duduk di kepanitiaan, selain itu RT juga digantinya tiba-tiba tanpa adanya musyawarah dengan warga. Ini sudah jelas ada permainan untuk menjegal bakal calon seperti pak Makmur ini," tegas Yunus, warga setempat dengan nada keras.
Warga yang hadir saat itu mengkhawatirkan aksi sengaja menghambat bakal calon lain yang ingin maju dan membangun kampungnya ini dapat memicu konflik antar sesama pendukung dan lebih luasnya warga.


Wakil Ketua Komisi III, Edy Harianto Sindrang sebagai representasi warga Kecamatan Enok, saat itu juga menyampaikan, agar pihak BPMPD dan Panitia Pilkades harus dapat menyikapi permasalahan ini dengan baik, jangan sampai ada kesan 'lempar bola' dan menganggap sepele peristiwa ini, karena berpotensi mengganggu pelaksanaan Pilkades serentak, November mendatang.  (teu/rtc)