Pengakuan Anak-Anak 'Pengelem', Beli dan Jual Paket Lem Hanya Rp7000

Administrator - Selasa,15 September 2015 - 11:42:39 wib
Pengakuan Anak-Anak 'Pengelem', Beli dan Jual Paket Lem Hanya Rp7000

Dapat dibeli dengan harga relatif murah dan mudah didapat, itulah yang diakui anak-anak pengelem di Tembilahan. Diduga ada warung yang memang menyediakan pasokan untuk mereka.

TEMBILAHAN (RRN) - Ada pengakuan mengejutkan dari anak-anak usia sekolah yang kecanduan 'ngelem' , paket lem tersebut dibeli bebas di warung tertentu di kota Tembilahan.

Pengakuan ini didapat awak media , Jum'at (11/9/15) dari salah anak yang sedang 'ngelem' di kawasan pelabuhan Tembilahan, sebut saja namanya Dandi. Saat itu terpergok awak media  sedang menghirup lem yang terbungkus plastik bening yang disembunyikan dalam bajunya.

Sejak awal tingkah-laku anak ini sudah dicurigai sebagai 'pengelem' karena ada tonjolan dari dalam baju (tempat menyembunyikan kantung berisi lem), selain itu tangan kanannya tidak pernah lepas dari dalam bajunya dan sesekali memasukkan mukanya kedalam bagian atas baju yang dikenakannya.

Saat didekati awak media , ia seperti ketakutan dan mencoba melarikan diri, saat didesak barulah ia mengeluarkan bungkusan plastik berisikan lem dari dalam bajunya.

"Saya beli dari warung dekat pelabuhan itu bang, sebungkus harganya Rp 7000," sambil berlari menghindar, saat awak media  minta ditunjukkan warung yang menjual paket lem pembunuh masa depan ini.

Disinyalir, ada warung tertentu di pinggir jalan yang menjual 'paket' lem yang sudah dikemas dalam kemasan kantung plastik bening, sehingga anak-anak 'pengelem' ini dengan mudah membelinya dari sana. Kasihannya, uang hasil jerih-payah mereka sebagai penyemir hanya dihabiskan untuk membeli paket lem tersebut.

Ironisnya, anak berumur sekitar 10 tahun ini sudah kecanduan 'ngelem' ini bersama adiknya yang sama-sama bekerja sebagai penyemir sepatu dan sesekali menjajakan koran harian lokal ini, ternyata juga bertindak sebagai 'penjual' kembali paket lem ini kepada teman-temannya sesama pemakai lem tersebut.

"Dia juga jual lem bang," teriak anak-anak lainnya menunjuk sang anak yang sebut saja namanya Dandi tadi. Artinya, selain sebagai pemakai, anak ini juga kembali menjual kepada kawan-kawan 'sealiran'nya.

Fenomena seperti ini memantik rasa keprihatinan dari berbagai elemen masyarakat yang peduli terhadap masa depan anak-anak tersebut.

"Hal ini harus menjadi perhatian serius semua pihak terkait, karena sudah mengancam masa depan mereka," ungkap Indrawansyah Syarkowi, anak jati Inhil yang selama ini merasa 'terusik' atas fenomena ini.

Disebutkan, permasalahan ini, serta permasalahan penyakit masyarakat lainnya sudah pernah disampaikan kepada pihak terkait, namun tidak jelas tindaklanjutnya.

"Rusak anak-anak itu, sudah terang-terangan mengisap lem dalam kantung plastik sambil berjalan," sebut Rudi Piwindra, seorang pengusaha emas di kota Tembilahan menyampaikan keprihatinannya.

Permasalahan ini tentu saja harus disikapi serius oleh pihak terkait, seperti Satpol PP, MUI, LAMR Inhil dan pihak lainnya yang peduli dengan masa depan mereka. Permasalahan ini selain merusak masa depan anak-anak tersebut, juga dapat menjadi pintu permasalahan sosial lain di kemudian hari, kalau tidak diantisipasi dan dicegah sejak dini. (mar/fn)