'Raja dan Ratu Agung Sejagat' Kantongi Rp 1 Miliar

Administrator - Jumat,17 Januari 2020 - 12:25:52 wib
'Raja dan Ratu Agung Sejagat' Kantongi Rp 1 Miliar
Pose Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat ketika duduk di singgasana sebelum ditangkap polisi. foto kompas.com

RADARRIAUNET.COM: Polisi menemukan dana Rp 1 miliar dari 10 tabungan yang berkaitan dengan Keraton Agung Sejagat. Hal tersebut dijelaskan Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna, Kamis (16/1/2020).

"Ada sekitar 9 sampai 10 tabungan, berjumlah lebih dari Rp 1 miliar dana yang masuk," ungkap Iskandar dilansir dari Kompas.com.

Walaupun berdirinya Keraton Agung Sejagat ini berawal dari ide dari Totok Santoso Hadiningrat, namun sistem keuangan dipegang oleh sang Ratu, Fanni Aminadia.

"Lalu yang pemegang dana itu ratu," lanjut Iskandar Iskandar juga menyampaikan, ternyata ada pengikut Keraton Agung Sejagat yang sudah menyetor dana sejumlah Rp 110 juta kepada Totok Santoso Hadiningrat dan Fanni Aminadia.

Ia mengungkapkan, pihak kepolisian sudah menghitung jumlah dana yang masuk dari pemeriksaan buku tabungan. "Hari ini kami sudah mencoba menghitung dana di tabungan," kata dia.

Iskandar juga mengatakan polisi telah memeriksa 17 orang saksi terkait munculnya Keraton Agung Sejagat. Iskandar mengatakan anggota Keraton Agung Sejagat dijanjikan jabatan tinggi, sesuai biaya yang disetorkan kepada sang raja dan ratu.

"Apabila nominal tiket masuknya semakin besar atau tinggi, maka anggota tersebut akan diberikan jabatan yang tinggi dalam KAS," kata Iskandar. Dari hasil pemeriksaan polisi, ada 400 orang lebih yang mendaftar Keraton Agung Sejagat sejak dideklarasikan pada 12 Januari 2020 lalu.

Ditahan di Mapolda Jateng

Terpisah Kabid Humas Polda Jateng Kombes Iskandar Fitriana mengatakan, Raja Keraton Agung Sejagat Toto Santoso kini ditahan di tahanan Mapolda Jawa Tengah. Sementara, Ratu Keraton Agung Sejagat Fanni Aminadia dibawa ke Lapas Wanita Bulu Semarang.

"Saat ini Toto ditahan di tahanan Polda Jateng. Kalau tersangka wanita hari ini segera dititipkan ke Lapas Bulu," kata Iskandar di Mapolda Jateng, Kamis (16/1).

Seperti diketahui, keduanya menjadi tersangka dengan dan dijerat Pasal 14 UU RI No.1 th 1946 tentang menyiarkan berita atau pemberitaan bohong dengan sengaja menerbitkan keonaran dengan hukum maksimal 10 tahun dan Pasal 378 KUHP tentang penipuan.

Sejak dideklarasikan pada 2018, Keraton Agung Sejagat menjaring 450 pengikut yang tersebar di beberapa wilayah. Ternyata bukan hanya di Purworejo, pengikut Toto juga ada di tempat lain seperti Klaten, Yogyakarta, hingga Lampung. Pengikutnya bahkan ada yang rela menggelontorkan uang sebesar Rp 110 juta agar menjadi pengikut Toto karena diiming-iming jabatan.

"Hasil pemberkasan ada saksi yang mengeluarkan uang Rp110 juta. Kita juga temukan saksi yang setor Rp 30 juta. Yang setor ini belum pernah mendapatkan gaji yang dijanjikan dalam bentuk dolar," ujar Iskandar.

Sementara itu, Kepala Lapas Perempuan Kelas II A Semarang Asriati Kerstiani membenarkan bahwa tersangka Fanni sementara ini ditahan di Lapas Wanita Bulu Semarang. "Iya benar ini sudah dititipkan dari Polda Jateng, baru saja tiba pukul 16.00 WIB sore," kata Asriati.

Sebelumnya diberitakan, Keraton Agung Sejagat yang didirikan Toto membuat resah masyarakat. Setelah dilakukan penyelidikan, diduga Toto telah melakukan penipuan terhadap warga dengan menyampaikan berita-berita bohong terkait sejarah kerajaan tersebut.

Toto dan Fanni Aminadia, permaisurinya, ditangkap pada Selasa malam. Polisi juga menggeledah rumah kontrakan mereka yang ada di Sleman. Dari penulusuran Kompas.com, ternyata Toto membuka angkringan di halaman kontrakannya. Bahkan, Toto sempat membuat konten YouTube dengan latar era Majapahit.

 

RR/kps/zet