Korban Banjir di Rokan Hulu Butuh Air Bersih dan Makanan

Administrator - Kamis,28 November 2019 - 11:07:18 wib
Korban Banjir di Rokan Hulu Butuh Air Bersih dan Makanan
Banjir yang menggenangi kawasan pemukiman dan jalan raya di Pasirpangaraian, ibukota Kabupaten Rokan Hulu_Foto Antara

RADARRIAUNET.COM: Banjir yang merendam wilayah tiga kecamatan di Rokan Hulu sejak hari Minggu lalu, pada Rabu (27/11) siang dilaporkan mulai surut. Namun demikian, karena direndam banjir berhari-hari justru menimbulkan dampak serius, yakni para korban banjir di kawasan itu kini sangat membutuhkan air bersih dan makanan. 

Dilansir dari antaranews.com dan Kompas.com, Rabu, tiga wilayah kecamatan yang terendam banjir sangat parah adalah, Kecamatan Rambah, Kecamatan Rokan IV Koto dan Kecamatan Kunto Darussalam. Wilayah tiga kecamatan inilah yang direndam banjir sejak empat hari belakangan.
Berdasarkan pantauan di Desa Babussalam, Kecamatan Rambah, sejumlah warga tampak mengeluarkan lumpur dan bermacam jenis sampah dari rumahnya. Mulai dari sampah berupa plastik hingga kayu.

''Di dalam rumah banyak lumpur yang tertinggal. Sebab, semalam air sampai satu meter di dalam rumah saya,'' kata Suwarni (47), Rabu siang.

Suwarni mengatakan, selama tiga hari, ketinggian banjir di desanya mencapai satu hingga tiga meter. ''Banjir di Desa Babussalam ini terjadi setelah banjir di Desa Pelanduk, karena masih satu aliran sungai di Kecamatan Rambah ini,'' sebut Suwarni.

Namun, dia dan keluarganya tidak mengungsi, karena rumahnya bertingkat dua. Sedangkan air hanya memasuki rumahnya di lantai dasar.

Butuh bantuan

Dari pantauan di lapangan, terungkap bahwa para korban banjir di Rokan Hulu tersebut saat ini kekurangan air bersih dan makanan. Sebab, saat ini warga belum bisa memasak karena peralatan dapur terendam. "Masak di rumah belum bisa. Untuk makan kami dikasih nasi bungkus sama pemerintah desa,'' sebut Suwarni.

Dia mengatakan, bantuan nasi bungkus datang dua kali, yakni siang dan malam. Nasi bungkus diantar langsung ke rumah korban banjir. Meski makan seadanya, Suwarni mengaku tetap bersyukur masih bisa makan berkat bantuan dari pemerintah desa.''Alhamdulillah, kami tetap bersyukur meski makan seadanya,'' ucapnya.

Banjir di wilayah Rokan Hulu itu, juga sempat memutuskan lalu lintas di jalan nasional Riau-Sumatera Utara, sebab badan jalan terendam cukup dalam sepanjang satu kilometer, tepatnya di Kota Pasir Pengaraian.

Kapolres Rohul AKBP Dasmin Ginting mengatakan, arus lalu lintas dialihkan ke jalan lingkar. Petugas juga telah membuat penunjuk arah jalan. Jalan lingkar itu juga menjadi satu-satunya akses menuju pusat kota dan kompleks perkantoran Pemkab Rohul.''Arus lalu lintas dialihkan ke jalan lingkar. Sebab, jembatan Sungai Batang Lubuh ditutup sampai banjir surut,'' sebut Dasmin. 

Akan tetapi, sejak Rabu siang ketinggian genangan banjir dilaporkan sudah mulai surut. Oleh karenanya masyarakat yang menjadi korban banjir tampak sudah mulai beraktivitas seperti membersihkan rumah dan pekarangan mereka yang berlumpur.

"Pagi ini banjir sudah surut, kalau semalam (kemarin) tinggi. Pagi ini jalan sudah bisa dilalui kendaraan," kata warga Kota Pasirpangaraian, Erfan Syarif dilansir Antara dari Pekanbaru, Rabu.

Erfan mengatakan banjir sudah surut tidak seperti hari Selasa (26/11) yang ketinggiannya ada yang mencapai satu meter hingga 1,5 meter. Warga yang sempat mengungsi sudah berangsur kembali ke rumah masing-masing. "Warga kini gotong-royong karena rumah banyak sisa banjir berupa lumpur," katanya.

Menurut dia, banjir di Rohul sebenarnya sudah menjadi kejadian tahunan ketika musim hujan tiba. Sebabnya, sebagian besar permukiman berlokasi disepanjang daerah aliran sungai."Tapi tahun ini luar biasa juga banjirnya, sampai ada kios hanyut," ujarnya.

Sebelumnya, banjir akibat hujan deras dan meluapnya Sungai Batang Lubuh mengenangi Kota Pasirpangaraian, yang membuat akses jalan terputus. Aktivitas warga terganggu akibat banjir, ditambah lagi aliran listrik PLN di daerah tersebut padam.

Berdasarkan data Kantor Basarnas Pekanbaru, banjir melanda Kabupaten Rohul sejak Minggu (24/11). Banjir karena meningkatnya intensitas hujan lokasinya tersebar di Kecamatan Rambah, yakni di Desa Rambah Tengah Hulu (Pawan), Desa Tanjung Belit (Tanjung Pauh), Desa Babussalam, Desa Pematang Berangan, dan Kelurahan Pasirpangaraian.

Kemudian banjir juga terjadi di Kecamatan Rokan IV Koto, yakni di Desa Rokan Koto Ruang, Desa Cipang Kanan (Kubang Buaya), Desa Tanjung Medan, dan Kelurahan Rokan.

Warga yang menjadi korban banjir di Rohul diperkirakan mencapai 849 kepala keluarga (KK) atau setara 3.116 jiwa. Banjir merendam beberapa fasilitas sosial seperti masjid, dan akses jalan terputus.

Sementara Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rohul Zulkifli Said menyebutkan, banjir tersebut akibat meluapnya Sungai Pawan.''Banjir terjadi akibat luapan air Sungai Pawan, karena semalaman diguyur hujan,'' sebut Zulkifli.

Berdasarkan pendataan sementara, kata Zulkifli, sekitar 256 kepala keluarga (KK) terdampak banjir. Mereka terdiri dari 230 KK di Desa Rambah Tengah Hulu dan 26 KK di Desa Tanjung Belit.

 

RR/kps/ant/zet