2020, Anggaran Untuk Disdik Pekanbaru Turun?

Administrator - Selasa,30 Juli 2019 - 11:49:09 wib
2020, Anggaran Untuk Disdik Pekanbaru Turun?
Hearing DPRD dengan Dinas Pendidikan Pekanbaru.cakaplah.com pic

PEKANBARU : Untuk membahas Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) tahun anggaran 2020, Komisi III DPRD Kota Pekanbaru menggelar rapat dengar pendapat (hearing) bersama Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru.

Dalam rapat yang dipimpin Ketua Komisi III, Zulfan Hafiz, turut hadir anggota lainnya, seperti Dian Sukheri, Heri Pribasuki, Darnil dan Arbi. Sementara dari Disdik dihadiri oleh Sekretaris Disdik Muzailis dan beberapa staf. Dalam rapat ini diketahui bahwa Disdik akan mendapat anggaran sebesar Rp64 miliar. Angka ini turun dari tahun sebelumnya.

“Rapat tadi bersama Disdik Pekanbaru membahas anggaran tahun 2020. Kita ingin tahun apa ini sesuai amanat atau tidak karena Disdik hanya mendapatkan anggaran sebesar Rp64 miliar,” katanya seperti sitat cakaplah.com, Selasa (30/7/2019).

“Jika tidak sesuai dengan undang-undang, kita akan rekomendasi ke Badan Anggaran untuk kita tolak,” sambungnya.

Ditambahkan Zulfan, komisi III juga akan menggelar rapat lanjutan terkait poin-poin penting apa saja yang menjadi proritas dan dana yang diperuntukkan dianggaran prioritas tahun 2020.


“Kita minta juga ke Disdik apa saja yang menjadi prioritas, apalagi dana-dana untuk insentif guru-guru honor yang terbengkalai sampai hari ini tentu menjadi catatan kita,” ujarnya.

“Makanya hearing kali ini kita ingin tau secara umun kemudian kita minta mereka melengkapi apa saja item-item yang tidak bisa masuk ke APBD murni 2020,” imbuhnya.

Zulfan berharap, anggaran yang diperuntukan bagi Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru dianggarkan 20 persen dari APBD sesuai amanat undang undang.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Sigit Yuwono meminta Pemko Pekanbaru meninjau ulang kembali mengapa anggaran untuk Disdik Pekanbaru turun.

“Terkait anggaran pendidikan kota pekanbaru sudah diatur wajib 20 persen dari APBD. Ini sudah wajib tidak bisa dipungkiri lagi. Jadi kita minta Pemko ditinjau ulang kembali apa ada kesalahan atau bagaimana sehingga bisa Rp64 miliar penganggarannya,” katanya.

“Ini memang baru perencanaan APBD 2020, mungkin bisa juga nanti berubah. Mudah-mudahan ada dana DAK, dan bisa dimasukkan ke dinas pendidikan,” pungkasnya.


RRN/CKP