Lily Bunga Terakhirku', Kisah Cinta Gadis Pelacur di Taman Bunga

Administrator - Rabu,02 September 2015 - 14:43:26 wib
Lily Bunga Terakhirku', Kisah Cinta Gadis Pelacur di Taman Bunga
FOTO: bawara.co

RADAR ENTERTAINMENT - Bunga bakung atau dalam bahasa internasional disebut bunga lily, dikenal indah dengan ragam warnanya. Merah muda, putih, jingga dan kuning. Secara filosofis, lily merah muda diartikan kemewahan, putih berarti persahabatan, jingga artinya rasa hina dan kuning kepalsuan. Seperti itulah Theresa (Salvita Decorte) dalam film 'Lily Bunga Terakhirku'.

Tidak semanis kelihatannya, Theresa juga punya elemen negatif dalam dirinya. Tumbuh besar tanpa orang tua kandungnya, ‎Theresa sukses menjadi pelacur kelas atas bernama Lily. Dia dibesarkan oleh Bunda (Wulan Guritno), mami yang mempunyai rumah bordil bernama Phula Mansion.

Kehidupan Lily yang linear, dari pelanggan penting satu ke pelanggan lainnya berubah ketika bertemu dengan Datura (Baim Wong). Pria penuh dendam kesumat, karena masa kecil yang tidak menyenangkan. Dia harus melihat dan mengubur sendiri ibunya yang mati diperkosa.

Dalam tataran bunga, datura sendiri disebut juga bunga terumpet yang beracun. Namun, racunnya bisa dimanfaatkan untuk kebaikan, tapi juga membunuh. ‎Seperti itu juga sifat alami Tura, tenang di luar tapi juga bertindak sebagai serial killer bagi para pemerkosa di luar sana. Dengan sadis, Tura membunuh para pemerkosa dengan racun Datura lalu dibakar dan abunya dijadikan pupuk untuk taman bunga miliknya.

"Pemerkosa itu sampah masyarakat. Mereka tidak pantas hidup lama-lama," ujar Tura dalam dialog filmnya.

Film 'Lily Bunga Terakhirku' dipastikan sukses mengecoh para penonton bioskop yang ‎biasanya menilai film hanya dari judulnya. Film romantic thriller itu bisa dikatakan menyimpang dari judulnya yang penuh romantika standar.   an, film 'Lily Bunga Terakhirku' itu disutradarai sosok banyak dikenal lewat genre komedinya, Indra Birowo. Bersama rumahh produksi 700 Pictures, Indra Birowo melahirkan film layar lebar perdananya itu.

"Ini mimpi saya sejak lama. Akhirnya bisa terwujud. Saya memilih genre ini karena memang saya suka menonton film-film nyeleneh. Kalau gaya Hollywood sudah biasa," ungkap Indra Birowo saat Press Screening di Cinemaxx Fx Plaza, Jakarta Selatan, Senin (31/8/2015).

Selain alur cerita yang berbeda dari kebanyakan, 'Lily Bunga Terakhirku' juga mengusung nuansa apik 'tempoe doeloe'. Dari poster, lokasi yang sedikit nan sederhana, serta alunan musik pop lawas yang diputar dari piringan hitam.

"Kita nggak mau bikin yang kompleks. Ini adalah Indra Birowo, seorang pelawak yang ingin menggambarkan sesuatu yang ada di luar dirinya. Di sini Indra membuktikan kalau dirinya bisa men-deliver sesuatu di luar komedi," tambah Eksekutif Produser Putrama Tuta lagi.

Selain para bintang utama di atas, 'Lily Bunga Terakhirku' juga menghadirkan Verdy Soelaiman, Abdurachman, Tanta Ginting dan Mike Lucock. Film tersebut dijadwalkan tayang pada 3 September mendatang.
(mif/ich/fn)