Ma'ruf Minta Aktor Intelektual di Balik Emak-emak Diusut

Administrator - Selasa,26 Februari 2019 - 14:45:57 wib
Ma'ruf Minta Aktor Intelektual di Balik Emak-emak Diusut
Cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin. cnni pic

Jakarta: Calon Wakil Presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin menilai aksi kampanye hitam yang diduga dilakukan oleh tiga emak-emak terhadap Jokowi di Karawang, Jawa Barat telah membahayakan proses demokrasi dan keutuhan Indonesia.

Ma,ruf juga meminta penegakkan hukum tidak berhenti pada tiga emak-emak itu saja, namun juga pada aktor intelektual yang ada di baliknya.

Kampanye hitam dinilai Maruf bisa memicu konflik di tubuh masyarakat.


"Bisa muncul konflik horizontal, konflik vertikal dan bahaya dan juga merusak demokrasi," ucap Ma'ruf dalam keterangannya, seperti sitat CNN Indonesia, Selasa (26/2).

Ia sangat menyayangkan dugaan fitnah terhadap Jokowi tatkala negara ingin menegakkan demokrasi melalui pilpres yang jujur dan bersih.

"Tetapi kemudian dikotori dengan cara seperti itu," katanya.


Selain itu, Ma'ruf meminta agar kepolisian tak berhenti setelah menetapkan ketiga emak-emak itu sebagai tersangka.

Ia berharap kepolisian turut mengungkap siapa aktor intelektual di balik aksi kampanye hitam yang dilakukan emak-emak tersebut.

"Saya kira itu harus terus diproses karena harus dicari aktor intelektualnya. Sebab kalau tidak ini bakal ada lagi keluar. Jadi sumber hoaks itu harus diketahui dan harus diproses," kata Ma'ruf.


Tiga emak-emak di Karawang ditangkap polisi setelah beredar video di media sosial yang merekam aktivitas mereka berkampanye.

Dalam rekaman para emak-emak itu mengatakan azan akan dilarang dan pernikahan sejenis bakal disahkan jika Jokowi menang Pilpres 2019.

Polisi telah menetapkan tiga emak-emak berinisial ES (49), IP (45), dan CW (44) itu sebagai tersangka dugaan kampanye hitam. Ketiganya kini ditahan di Mapolres Karawang Jawa Barat.

Polisi menjerat ketiganya dengan Pasal 28 ayat (2) Jo pasal 45A ayat (2) UU RI No. 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.


Sementara itu Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Barat menyebut aksi tiga emak-emak itu tidak memenuhi unsur pelanggaran dalam peraturan kampanye pemilu.

Ketua Bawaslu Jawa Barat, Abdullah mengatakan Bawaslu Jabar dan Bawaslu Karawang telah melakukan pendalaman atas informasi dugaan kampanye hitam yang terekam melalui video dan tersebar luas di media sosial tersebut.

Hasilnya, Bawaslu menemukan orang-orang dalam video tersebut bukan bagian dari tim pelaksana atau tim teknis dari salah satu kubu calon presiden 2019.

"Kesimpulannya untuk melihat apakah para pihak ini tim pelaksana atau tim kampanye atau bukan. Kemarin dicek mereka bukan bagian itu," kata Abdullah di Bandung.


RRN/CNNI