Jokowi Minta Aset BUMN dan Swasta Tidak 'Dikekepin'

Administrator - Kamis,31 Agustus 2017 - 19:32:04 wib
Jokowi Minta Aset BUMN dan Swasta Tidak 'Dikekepin'
Presiden Joko Widodo berpendapat, melihat tren sekarang, aset seharusnya disekuritisasi (dijual dalam bentuk surat utang). Cnni Pic

Jakarta: Presiden Joko Widodo menginstruksikan seluruh manajemen Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan perusahaan swasta tak lagi senang menyimpan aset. Jokowi berpendapat, melihat tren sekarang, aset seharusnya disekuritisasi (dijual dalam bentuk surat utang).

Ia mengatakan, perusahaan-perusahaan besar seperti Uber malah tidak memiliki aset kendaraan. Serupa, perusahaan penyewaan kamar dan hotel besar seperti AirBnB tidak memiliki aset seperti hotel atau gedung.

"Jadi kalau punya aset lalu 'dikekepin' sendiri, ini musimnya sudah berubah. Ini perlu saya ingatkan kepada BUMN dan swasta," ujar Jokowi kepada awak media di Gedung Bursa Efek Indonesia, Kamis (31/8).

Keikutsertaan swasta dalam sekuritas diyakini meningkat efisiensi dan turut memicu aliran modal masuk ke Indonesia. Beberapa contoh sekuritas yang telah dilakukan di Indonesia adalah sekuritisasi gelombang telekomunikasi.

Sementara, BUMN perbankan juga telah mengatur aset dalam jaringan mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Jokowi menyatakan, hal itu memiliki tingkat efisiensi yang luar biasa.

"Jadi dirut BUMN itu selayaknya jadi developer. Jangan senang jadi pemilik. Bangun, jadi, dan jual. Uangnya untuk membangun lagi," kata mantan Wali Kota Solo ini.

Sehingga, ia menyambut baik penerbitan sekuritisasi surat berharga hak atas pendapatan Tol Jagorawi antara PT Jasa Marga (Persero) Tbk dengan PT Mandiri Manajemen Investasi dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Jokowi mengatakan, sekuritisasi ini telah disiapkan sembilan bulan oleh Menteri BUMN Rini Soemarno. Banyak kendala harus ditemui sehingga menghambat proses. Tetapi, hal itu nantinya diperbaiki sehingga sekuritisasi diproses cepat dan mudah.

"Alhamdulillah hari ini telurnya pecah. Dan kita harapkan setelah telur satu pecah, telur lain kita harapkan juga pecah. Baik dari BUMN dan swasta," kata mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

cnni/gir