Mengapa Yogyakarta Masih Diminati Turis Indonesia?

Administrator - Jumat,16 September 2016 - 14:20:58 wib
Mengapa Yogyakarta Masih Diminati Turis Indonesia?
Kendaraan melintas di perempatan Tugu, Yogyakarta, Selasa (2/8/2016). Bangunan cagar budaya Tugu yang juga dikenal dengan nama Tugu Pal Putih itu menjadi salah satu ikon pariwisata Yogyakarta. kps
RADARRIAUNET.COM - Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merupakan salah satu destinasi wisata favorit wisatawan nusantara. Kunjungan wisatawan bahkan menyebar di beberapa kabupaten seperti Gunung Kidul, Kulon Progo, Bantul, dan Sleman.
 
Ketua Association of the Indonesian Tours & Travel Agencies (ASITA) DIY, Udhi Sudiyanto mengatakan kunjungan wisatawan kini bertambah sejak semakin banyak obyek-obyek wisata baru dikenal wisatawan. Belum lagi pengaruh film "Ada ApaDengan Cinta? 2" yang mengambil sebagian besar lokasinya di Yogyakarta, mampu menyedot perhatian wisatawan.
 
Lalu mengapa Yogyakarta masih menarik untuk dikunjungi oleh wisatawan Indonesia? Sudiyanto berusaha menjawab pertanyaan dari awak media.
 
"Sebetulnya Yogyakarta bagaikan mutiara yang terpendam. Saya pernah ngobrol dengan ekspatriat Amerika. Ia menyebutkan Yogyakarta itu kaya akan wisata sejarah, alam, budaya. Itu yang menarik," ungkap Sudiyanto saat dihubungi KompasTravel, Sabtu (10/9/2016).
 
Ia menyebutkan, budaya yang ada di Yogyakarta adalah penopang untuk pariwisata Yogyakarta. Keunggulan budaya yang dimiliki Yogyakarta, Sudiyanto tersebut adalah modal untuk menarik wisatawan.
 
"Kita mengangkat Yogyakarta secara budaya. Budaya itu kan perilaku. Misalnya bagaimana membuat batu bata dan menanam padi," jelasnya.
 
Obyek-obyek wisata yang telah populer seperti Malioboro, Pasar Beringharjo, Keraton Yogyakarta, dan Taman Sari juga dianggap menjadi magnet wisatawan. Bagi wisatawan yang baru pertama kali datang ke Yogyakarta, tempat-tempat itu adalah obyek wisata wajib yang harus dikunjungi.
 
"Yogyakarta itu kaya sejarah. Dari kantor pos di titik nol kilometer ke keraton, itu lengkap sejarahnya. Itu kompleks keraton seperti itu tidak ada di tempat lain mungkin hanya di Yogyakarta dan Solo," ungkapnya.
 
Selain itu, Benteng Vredenburg dan Kota Gede dengan ciri khasnya masing-masing, lanjut Sudiyanto juga menjadi alasan untuk berwisata di Yogyakarta dalam waktu setengah hari. Untuk wisata alam di Yogyakarta, ia juga bangga bisa menjadi daya tarik untuk wisatawan.
 
Yogyakarta adalah sebuah provinsi yang berbatasan dengan Jawa Timur dan Jawa Tengah. Secara lokasi, Yogyakarta bisa diakses melalui jalur darat melalui Stasiun Tugu dan Lempuyangan serta melalui udara di Bandara Adi Sucipto.
 
 
kps/fn/radarriaunet.com