Pansus Pelindo Dinilai Hanya Untuk Cari Panggung

Administrator - Sabtu,12 September 2015 - 12:44:13 wib
Pansus Pelindo Dinilai Hanya Untuk Cari Panggung
Diskusi Pelindo dibongkar siapa disasar di Warung Daun, Jakarta Pusat, Sabtu (12/9/2015). Foto: metrotvnews

JAKARTA (RRN) - Pakar komunikasi politik dari Universitas Indonesia Lely Aryanie menilai wacana pembentukan panitia khusus DPR untuk Pelindo II, hanya dijadikan panggung politik segelintir legislator. Pansus tak berniat untuk mengungkap kasus dugaan korupsi di perusahan pengelola pelabuhan itu.

Aroma politik lebih terasa ketimbang niat membantu penegak hukum membongkar kasus tersebut. "Teman-teman banyak melupakan hingar bingar Pelindo bermula dari Presiden Joko Widodo, jadi betapa ketika Jokowi ke pelabuhan dia marah, semua orang cari panggung politik menggunakan persoalan ini," kata Lely Aryanie dalam diskusi 'Pelindo dibongkar siapa disasar' di Warung Daun, Jakarta Pusat, Sabtu (12/9/2015).

Setelah Jokowi marah-marah, dilanjutkan dengan berbagai peristiwa lain. Mulai dari penggeledahan, lalu Direktur Pelindo Richard Joost Lino yang menelepon Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Sofyan Djalil hingga rencana pembentukan pansus.

Rentetan peristiwa itu, kata Lely, sudah bisa diprediksi. Kegaduhan yang terjadi pada kasus Pelindo disebabkan banyak pihak yang mencari panggung, di sisi lain ada juga yang sibuk menyelamatkan diri. "Apa yang terjadi oleh Lino apa yang dilakukan DPR semuanya mencari momen melakukan ajang clearing," tambah dia.

Mereka, sambung Lely, hanya ingin menampakan kedekatannya dengan penguasa. Cara ini dilakukan bisa jadi untuk melengserkan seseorang dari jabatan tertentu atau mengamankan personal dari jeratan pidana.

Seperti diketahui, Badan Reserse Kriminal Polri menyelidiki dugaan korupsi dan pencucian uang dalam proyek pengadaan mobile crane harbour di Pelindo II. Dalam kasus ini, penyidik Bareskrim, dibantu petugas dari Polda Metro Jaya dan Polres Tanjung Priok menggeledah kantor Pelindo II di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Penggeledahan juga menyasar ruangan Lino.

Saat penggeledahan terjadi, Lino yang sempat menghalangi penggeledahan, menghubungi Sofyan Djalil untuk mempertanyakan maksud polisi.  (mtvn/n)