Pasien Punya Gejala Corona Dievakuasi ke RSAM Bukittinggi

Administrator - Rabu,18 Maret 2020 - 12:38:40 wib
Pasien Punya Gejala Corona Dievakuasi ke RSAM Bukittinggi
Seorang warga Bukittinggi dievakuasi ke RSAM Bukittinggi karena punya gejala Corona. Foto ist detiknews

RADARRIAUNET.COM: Seorang warga Kota Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar), dievakuasi ke Rumah Sakit Ahmad Mukhtar (RSAM) Bukittinggi. Dalam foto yang beredar di media sosial, warga tersebut dievakuasi dari sebuah kompleks rumah mewah oleh sejumlah petugas medis dibantu aparat kepolisian. "Benar. Ada satu orang pasien yang masuk hari ini. Sudah berada di ruang isolasi," kata Humas RSAM Bukittinggi, Mursalman Chaniago, saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (17/3).

 

Mursalman menyebut pasien tersebut sebagai laki-laki berusia sekitar 37 tahun. Ia belum bisa merinci kondisi pasien, termasuk soal riwayat perjalanan yang jadi kemungkinan penularan gelaja COVID-19. Pasien tersebut diisolasi karena menunjukkan gejala-gejala mirip Corona COVID-19."Gejala-gejala pasien menunjukkan indikasi seperti COVID-19. Tapi apapun itu, sekarang yang bersangkutan sedang dalam pengawasan," katanya.

 

Sejak heboh kasus COVID-19, pasien tersebut merupakan yang pertama dirawat di ruang isolasi. Di Sumbar, ada juga 17 orang lainnya dalam status Orang Dalam Pengawasan (ODP)."Hari Minggu lalu, ada dua anak sekolah yang habis liburan dari luar negeri, tapi sudah dipulangkan. Sebelumnya juga ada 15 orang Jamaah Tablig yang pulang dari Malaysia. Dengan kesadaran sendiri, mereka sudah memeriksakan diri, tapi sudah dipulangkan juga," jelas Mursalam.

 

RSAM merupakan salah satu rumah sakit rujukan pasien COVID-19 di Indonesia. Selain RSAM, di Sumatera Barat juga ada Rumah Sakit Dokter Muhammad Djamil Padang yang menjadi rumah sakit rujukan.

 

Meninggal di Padang

Sementara itu seorang penumpang pesawat asal Kuala Lumpur, Malaysia, yang dievakuasi ke Rumah Sakit dr Muhammad Djamil Padang setelah mendarat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) meninggal dunia. Pasien yang dicurigai karena memiliki gejala Corona (COVID-19) itu mengembuskan napas terakhir malam ini.Petugas Pemberi Informasi dan Dokumentasi (PPID) Rumah Sakit dr M Djamil Padang, Gustavianof, membenarkan informasi tersebut. Ia mengatakan pasien laki-laki tersebut meninggal di ruang isolasi rumah sakit pemerintah tersebut."Iya, meninggal. Dalam laporan meninggalnya pukul 21.10 WIB ini," jelas Gustavianof saat dimintai konfirmasi detikcom, Senin (16/3/2020) malam.

 

Penumpang dari KL di Sumbar yang Dievakuasi Suspect Corona Jadi 2 Orang

Gustavianof belum bisa memastikan apakah COVID-19 menjadi penyebab kematian lelaki tersebut. Pihaknya telah mengirim sampel ke Litbangkes Kemenkes."Semua yang berkaitan dengan pasien sedang diperiksa dan dikirim ke Laboratorium Kesehatan di Jakarta, termasuk swab hidung dan tenggorokannya. Hasilnya mungkin akan keluar dalam tiga atau empat hari ke depan," jelas dia.

 

Kata Gustavianof, selain sesak napas, pasien tersebut memiliki riwayat penyakit ginjal. Ia memastikan jenazah sudah diproses sesuai dengan standar sebelum dikirim ke kampung halamannya di Kerinci, Jambi. "Jenazah sudah sesuai prosedur. Sudah dimandikan, disalatkan, dan dibawa ke Kerinci," kata dia.

 

Penumpang dari KL di Bandara Minangkabau Dievakuasi, Ada Ciri Suspect Corona

Pasien yang identitasnya disembunyikan itu sampai di Padang dari Kuala Lumpur, Malaysia, dengan penerbangan Air Asia pada Senin (16/3) pagi tadi. Saat melewati alat pendeteksi thermal scanner Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di area kedatangan Internasional, ia terlihat sesak napas.

 

Sesuai dengan protokol, pihak KKP Bandara langsung melakukan penanganan. Penumpang tersebut langsung diisolasi dan dirujuk ke Rumah Sakit dr M Djamil Padang untuk penanganan lebih lanjut.Pemeriksaan juga dilakukan terhadap penumpang yang duduk 3 baris berdekatan dengan penumpang yang terindikasi Corona tersebut. Setelah menjalani interview, mereka kemudian dipulangkan dan dinyatakan sebagai orang dalam pemantauan (ODP).

 

RR/dtk/zet