Antisipasi Corona, RS Sardjito Yogya Isolasi Pasien Balita

Administrator - Rabu,11 Maret 2020 - 15:43:03 wib
Antisipasi Corona, RS Sardjito Yogya Isolasi Pasien Balita
RS Sardjito Yogya. Foto: CNNI

RADARRIAUNET.COM: Dalam lanjutan penanggulangan antisipasi risiko virus corona (Covid-19), Rumah Sakit Umum Pusat Dr Sardjito Yogyakarta memasukkan satu pasien balita ke dalam ruang isolasi. Status balita yang baru dirujuk itu adalah pasien dalam pengawasan. Pelaksanatugas Harian (Plh) Direktur Utama RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, Rukmono Siswihanto mengatakan, pasien tersebut seorang anak berusia sekitar 3 tahun.

 

"Sekarang sedang diperiksa sampelnya," ujar Rukmono di RSUP Dr Sardjito. Dokter Spesialis Pulmonologi (paru) anak RSUP Dr Sardjito, Amalia Setyati menambahkan, ketika datang, pasien rujukan berjenis kelamin laki-laki tersebut mengalami gejala batuk, pilek, demam, dan pneumonia ringan,menyitat dari CNNI Selasa (3/Maret/2020). "Hingga pagi tadi (Selasa), pasien masih demam," kata dia.

 

Namun, sambungnya, kini kondisinya sudah lebih baik dan tidak rewel. Amalia mengatkaan pasien itu masuk kategori pengawasan karena baru datang dari Depok, Jawa Barat yang merupakan daerah dengan kasus positif Corona. Pihaknya mengaku, telah melakukan pemeriksaan Lab swab Covid-19 yang sampelnya telah dikirimkan ke Balitbangkes Kemenkes di Jakarta. Juga sampel darah untuk pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR)."Semoga hasilnya negatif (Covid-19)," harap Amalia.

 

Sebelumnya, RSUP Dr Sardjito telah memulangkan satu pasien WNA asal Jepang yang sempat menjalani perawatan di ruang isolasi, karena mengalami gejala demam dan batuk saat berada di Yogyakarta. Mahasiswa asal Jepang itu pun telah terbang kembali ke negaranya.

 

Antisipasi Corona, RS Sardjito Yogya Isolasi 1 Pasien Balita RS Persahabatan Perluas Kapasitas Ruang Isolasi Di tempat terpisah, Dirut RSUP Persahabatan Rita Rogayah mengatakan pihaknya memperluas kapasitas ruang isolasi terkait antisipasi risiko corona.Dengan demikian, pasien Tuberkulosis Retensi Obat (TB-RO) dipindahkan ke rumah sakit lain yang juga bisa menangani.

 

"Tadinya ruangan kami itu maksimal 12 tempat tidur, sehingga kami perluas ruangan isolasi ruangan yang biasa kami gunakan untuk pasien TB-RO kami gunakan untuk PDP corona. Pasien TB-RO kami rujuk ke rumah sakit lain yang bisa menanganinya," ujar Rita. Suspect corona ialah istilah medis yang menunjukkan pasien dengan gejala penyakit corona, namun belum bisa dipastikan positif atau negatif. "Saat ini kami sudah punya 24 tempat tidur dengan 12 ruangan dan ada 2 ruangan untuk ICU," ujar Rita.

 

Per hari ini, Selasa (10/3), ada lima pasien WNI positif corona yang dirawat di gedung isolasi RSUP Persahabatan. "Kemarin sudah diumumkan (oleh Kemenkes) ada 19 positif corona. Dari 19 pasien itu, lima di antaranya dirawat di RS Persahabatan. Bertambah tiga pasien (positif corona) yang dirawat, dari yang kemarin ada 2 orang. Jadi totalnya ada 5 pasien," ujar Rita di hadapan para wartawan di RSUP Persahabatan.

 

Tiga pasien ini merupakan pasien dengan kasus nomor 14, 18, dan 19, kini mereka sudah dimasukkan di kamar isolasi yang terpisah dari pasien yang masih dalam pengawasan, namun masih dalam gedung yang sama. Untuk pasien dalam pengawasan per hari ini ada 8 pasien. Ditambah dengan 5 orang yang positif, maka RSUP Persahabatan sudah merawat 13 orang di Gedung Isolasi.

 

RR/DRS/CNNI