Pendapatan Apple Menurun Akibat Wabah Virus Corona

Administrator - Kamis,20 Februari 2020 - 16:11:35 wib
Pendapatan Apple Menurun Akibat Wabah Virus Corona
Awan menghadapi penurunan pendapatan imbas wabah virus corona. Foto: Cnni

RADARRIAUNET.COM: Perusahaan teknologi terkemuka Amerika, Apple Inc mengakui wabah virus corona novel (COVID-19) menyebabkan pasokan iPhone berkurang hingga menurunkan pendapatan perusahaan.

Apple diketahui memiliki fasilitas produksi cukup besar berbasis di China yang menjadi negara awal penyebaran virus corona.

Pada akhir Januari, Apple memperkirakan pendapatan US$63 miliar hingga US$67 miliar untuk kuartal I yang berakhir pada Maret. Perusahaan tidak memberikan perkiraan penurunan pendapatan baru.

Perusahaan modal ventura Loup Ventures memperkirakan pendapatan Apple kuartal Maret berada di kisaran antara US$58 miliar hingga US$60 miliar, dengan kontribusi 12 persen dari China.

"Pekerjaan akan segera kembali bergulir tetapi kami mengalami pengembalian yang lebih lambat ke kondisi normal," kata juru bicara Apple kepada CNN.

"Kekurangan pasokan iPhone ini untuk sementara waktu akan mempengaruhi pendapatan kami," lanjut dia.

Lebih lanjut, Apple menyebut pihaknya akan mulai membuka kembali kantor dan toko mereka di China secara bertahap. Sebelumnya Apple memutuskan untuk menutup sementara kantor dan toko di China hingga 9 Februari 2020.

Kendati demikian, toko online Apple akan tetap buka. Perusahaan mengatakan pihaknya terus memantau situasi dan akan segera membuka kembali kantor dan tokonya.

China merupakan salah satu pasar utama produk Apple. Sepanjang 2019, sebanyak 3,2 juta perangkat iPhone telah beredar di negara Tirai Bambu itu. Angka ini naik dibanding 2018, atau Apple hanya mendistribusikan 2,7 juta unit iPhone.

Penurunan saham Apple juga diperkirakan menghapus hampir US$30 miliar dari kapitalisasi pasarnya, yang hampir mendekati US%1,5 triliun. Saham perusahaan diperdagangkan turun menjadi US$318,74.

Namun, beberapa broker Wall Street menyebut pembaruan perkiraan Apple sebagai "hambatan jangka pendek," dan mengatakan perusahaan berkinerja kuat di luar China dan peluncuran telepon 5G akhir tahun ini akan lebih meningkatkan penjualan dilansir Antara.

Samsung bertahan di tengah wabah virus corona

Seorang nara hubung yang mengetahui persis rantai pasokan perangkat Samsung Electronics mengatakan perusahaan berada di posisi yang menguntungkan dibanding para pesaingnya.

Sebab, Samsung tidak menitik beratkan pasar mereka di China.

"Samsung diposisikan lebih baik dibanding para pesaingnya seperti Huawei dan Apple. Kami merasa beruntung kami dapat lolos dari risiko [efek wabah virus corona pendapatan menurun]," kata dia dikutip dari Business Insider.

 

RR/CNNI