Komitmen Wardan Dukung Pendidikan Karakter

Administrator - Jumat,07 Februari 2020 - 12:34:34 wib
Komitmen Wardan Dukung Pendidikan Karakter
Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan Memberikan Sambutan. Foto: Humas

RADARRIAUNET.COM: Pada era globalisasi dan di tengah kemajuan teknologi, maka yang diperlukan adalah penguatan karakter pendidikan terhadap para generasi muda. Demikian disampaikan Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan, saat menyampaikan sambutan acara pendidikan di Tembilahan, baru-baru ini.

Pendidikan yang berkarter tersebut dimaksudkan untuk membentuk insan berakhlak mulia, sopan santun, tanggung jawab serta budi pekerti yang luhur untuk ikhtiar.

"Dan membekali generasi muda dengan keterampilan serta kecakapan kewirausahaan," kata Bupati Wardan, baru-baru ini.

Untuk merealisasikan hal itu, lanjut Bupati, dibutuhkan profesionalitas dalam tenaga kinerja segenap pemangku kepentingan dalam dunia pendidikan. Baik di tingkat pusat maupun tingkat daerah.

Selain itu Bupati juga berharap melalui acara itu, semua pihak mulai dari pemerintah, guru, maupun tenaga pendidik lainnya untuk tetap bekerja sama dalam proses pengembangan serta pembentukan generasi muda yang terdidik.

"Pendidikan diketahui memiliki peran sangat strategis untuk pengembangan sumber daya manusia (SDM). Di sanalah terjadi proses pembentukan karakter generasi muda terdidik dan berpendidikan," cetusnya.

Generasi muda yang berpendidikan dengan berlandaskan wawasan di atas, tentu berpengaruh pula terhadap peradaban di masa akan datang. Sebut dia, terlebih lagi, mereka akan meneruskan kepemimpinan.

Wardan menghimbau kepada para guru dan para orang tua, untuk secara bersama-sama peningkatan mutu pendidikan.

"Jangan kita hanya memandang bahwa pendidikan hanya merupakan sebuah proses, namun pendidikan dapat kita jadi sebuah akses untuk menuntun  pribadi, membina keluarga, dan menggerakkan sebuah bangsa untuk lebih maju," imbuh Wardan.

Karena, kata Wardan, kemajuan suatu bangsa sangat tergantung kepada tingkat pendidikan yang dimiliki oleh bangsa tersebut. "Kedepan dipastikan persaingan akan semakin ketat, dan masalah akan semakin komplek," ujarnya.

Oleh karena itu, Wardan mengimbau para guru untuk dapat melaksanakan tugas dengan baik dan penuh keikhlasan, selalu meningkatkan prestasi, terus belajar, disiplin, memiliki inisiatif untuk maju dan terus berkembang.

Selain itu, mantan Kadisdik Provinsi Riau ini juga mengatakan bahwa siswa adalah generasi masa depan, pelopor pembangunan, perekat tali persatuan dan kesatuan, merupakan aset bangsa.

"Oleh karena itu, mereka perlu kita bina mental spritualnya, kita tingkatkan pengetahuan dan keterampilannya, kita dorong semangat belajarnya agar estapet kepemimpinan negara ini dan pembangunan yang terus kita lakukan dapat berjalan dengan lancar," sebut Wardan dalam sambutannya.

Sebelumnya, Wardan telah menerima penghargaan atas peningkatan akses dan pelayanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Tingkat Nasional yang diserahkan oleh Ibu Hj Iriana Joko Widodo (Jokowi).

Jumlah penerima Anugerah PAUD adalah sebanyak 164 orang yang terbagi ke dalam 2 Kategori, yakni kategori Pemerintahan dan non - Pemerintahan. Untuk kategori pemerintahan penerima penghargaan terdiri dari, Bupati, Kepala Dinas Pendidikan, Camat dan Kepala Desa.

Sedangkan, untuk kategori non - pemerintahan terdiri dari Bunda PAUD, tokoh atau sosok peduli PAUD, lembaga atau organisasi mitra PAUD, pemegang festival dqn kreatifitas PAUD, Pemenang lomba E-Book PAUD, Edy Game PAUD serta peserta lomba cerita PAUD.

Wardan yang didampingi Istri, Hj Zulaikhah Wardan selaku Bunda PAUD Kabupaten Inhil, mengungkapkan rasa syukurnya atas penghargaan yang berhasil diraih. Dia sungguh tidak menyangka, kalau daerah yang dipimpinnya, Kabupaten Inhil mampu meraih prestasi di tingkat provinsi bahkan tingkat Nasional dalam penyelenggaraan PAUD.

"Saya sangat bersyukur atas capaian dan suksesnya kita dalam memberikan akses dan pelayanan pada program PAUD yang dilakukan sejak dari tahun 2014. Ini dibuktikan dari berbagai penghargaan yang kita peroleh hasil penilaian yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat dan Provinsi bahwa gerakan PAUD di Kabupaten Inhil sudah sangat baik," kata Bupati

Program PAUD Inhil, menurut Bupati, mulai digesa sejak tahun pertama Bupati dilantik dan terus dilakukan secara kontinyu dan bertahap sampai saat ini. Wujud kepedulian dan perhatian Pemerintah Kabupaten Inhil terhadap penyelenggaran PAUD di Inhil, dibuktikan dengan pendirian lembaga PAUD sampai pembiayaan operasional PAUD di setiap desa.

"Sejak akhir tahun hingga tahun ini, Angka Partisipasi Kasar (APK) PAUD Inhil mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan, mencapai angka 37,41 persen," ungkapnya.

"Pada tahun lalu keberadaan Paud hanya pada posisi angka 53,99 persen dengan jumlah sebanyak 153 lembaga. Kini, angka tersebut merangsek naik hingga level 91,40 persen dengan jumlah sebanyak 465 lembaga. Ini salah satu yang dinilai luar biasa oleh pemerintah pusat maupun provinsi," imbuh Bupati.

Selanjutnya, Bupati Inhil juga menyatakan komitmennya untuk menciptakan Gerakan PAUD yang berkesinambungan sebagai instrumen pembentukan karakter anak sedari dini.

"Sebagai perwujudan dari komitmen tersebut, Pemkab Inhil bersama Pimpinan Kecamatan dan Desa akan terus mengalokasikan dana dalam upaya pengembangan PAUD," papar Bupati.

Saat ini dengan pagu yang telah dianggarkan, mampu melayani kurang lebih 46.881 orang dari total keseluruhan 51.290 orang anak. "Tahun 2018 nanti, kita upayakan  pengembangan dan pembinaan PAUD yang lebih maksimal guna memenuhi kebutuhan PAUD," tukas Bupati.

Selanjutnya, Bupati merinci, kenaikan bertahap APK PAUD beserta jumlah lembaga PAUD yang tersebar di Kabupaten Inhil dalam kurun waktu 4 tahun terakhir, tepatnya sejak akhir tahun 2013 hingga tahun 2017 masing - masing ialah 53,99 persen, 83,40 persen, 88,80 persen, 91,04 persen dan 91,40 dengan jumlah lembaga PAUD yang tersebar secara berurutan sebanyak, 153, 283, 444, 449 dan 465 lembaga.

"Kesuksesan ini dapat diraih, atas kerjasama semua pihak dan saya juga berharap agar apa yang sudah kita dapatkan  terus ditingkatkan guna mewujudkan generasi muda yang berkualitas," tandas Bupati.

Tampak dalam acara itu istri Wakil Presiden Ibu Mufidah Jusuf Kalla, perwakilan Kementrian, Kadis Pendidikan H. Rudiansyah, Kepala Dinas Kominfo yang diwakili Kepala Bidang Pelayanan Informasi, Trio Beni Putra, Kabag Humas Marlis Sarif, Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE-KK) dan Pimpinan dari berbagai daerah Provinsi dan Kabupaten.

Sementara itu, secara terpisah Direktur Pembinaan PAUD Kemendikbud RI, R Ella Yulaelawati R menyebutkan, pemberian penghargaan Anugerah PAUD Tingkat Nasional mengambil tema PAUD Berkualitas Universal Kunci Keberhasilan Masa Depan.

"Anak usia 0-enam tahun pada 2016 berjumlah 33,5 juta orang, pada tahun 2045 usia mereka 29-35 tahun. Ini merupakan usia produktif yang jika disiapkan dengan baik sejak sekarang akan menjadi modal pembangunan," katanya.

Dari 80 Kabupaten Se-Indonesia yang terpilih sebagai sasaran pendidikan keluarga, Kabupaten Inhil salah satunya kabupaten yang beruntung yang bisa mendapat sosialisasi Pendidikan Keluarga dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat jenderal Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Masyarakat, Direktorat Pembinaan Pendidikan keluarga yang dipusatkan di aula STAI Auliarrasidin Tembilahan.

Kegiatan itu langsung di buka secara resmi oleh Bupati Inhil, Drs HM Wardan MP, didampingi Bunda PAUD Inhil, Hj Zulaikhah Wardan, Kadisdik Inhil, Drs H Syaifuddin MP, Kabid PAUDNI dan Dikmas, Dr HM Irwan MP, seluruh Kepala UPTD Pendidikan dan seluruh kepala sekolah Se-Inhil sebagai peserta.

Pada kesempatan itu Bupati Inhil, Drs HM Wardan MP mengapresiasi kegiatan ini. menurutnya sosialsiasi ini mari kita sambut baik dengan menggarakan kegaitan serupa agar pendidikan kelaurga dapat menjangkau seluruh lembaga pendidikan yang ada di negeri seribu parit tercinta ini secara bertahap namun tetap dilakukan secara berkelanjutan.

“Kita harus sadari bahwa Keluarga berperan strategis menopang pendidikan anak agar menjadi generasi berkualitas, berbicara kualitas pendidikan tentunay harus didasari dari lembaga sejak dini yakni PAUD, sejak awal kepemimpian saya sudah komitmen dan prioritaskan bahwa lembaga PAUD masuk dalam program prioritas yakni program Satu desa saut PAUD melalui DMIJ, jadi adanya dukungan dari pemeritnah pusat terkait pendidikan keluarga melalui Direktor jenderal PAUD tentunya pemerintah Kabupaten Inhil siap mendukung,” ungkapnya.

Ia yakin bahwa perilaku dan karakter anak terbentuk lewat kebiasaan di keluarga. Guru pun diminta melakukan pembiasaan baik dan melakukan hal-hal positif yang bisa ditiru oleh anak didik di lingkungan sekolah, selain dari apa yang didapatkan anak didik di keluarga. “Guru tidak hanya transfer ilmu tapi juga transfer kebiasaan yang baik, yang diawali melalui lembaga PAUD sebagai dasar awal pendidikan,” ungkapnya.

“Jadi saya atas nama pemeritnah Kabupaten Inhil mengucapkan apresiasi dan terima kasih kepada peserta sosialsiasi pendidikan kelaurga dan seluruh guru dan tenaga kependidikan, ikhitar mulia ini harus teruskan dalam membangun bangsa ini negeri Seribu parit ini dengan pengabdian yang penuh keikhlasan dan smeoga apa yang kita lakukan menjadi awal jariyah bagi kita semua,” sebut Bupati lagi, dikutip harianriau.

Sementara Kadisdik Inhil, Drs H Syaifuddin MP didampingi Kabid PAUNI dan Dikmas, Dr HM Irwan Msi dalam laporan kegiatan Pendidikan kelaurga tersbeut megnaku bhawa peserta kegiatan ini mencampai 600 lebih dengan 3 tahap peserta, yakni peserta bagian utara, bagian selatan dan tengah, dimana kegaitan ini langsung kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerjasama degan Pemkab Inhil melalui Dinas pendidikan, terkait narasumber itu terdiri dari Bunda PAUd Inhil dan Dirjen PAUD dan PKK Kemendikbud RI yakni Bapak Memet Casmat SPd MT.

"Mendidik di era kita jauh berbeda dengan zaman sekarang yang serba digital. Untuk itu diharapkan lewat sosialisasi ini akan berdampak positif dalam menentukan arah masa depan anak,” ungkap Memet Casmat SPd MT  selaku naraumber dari Kemendikbud RI yang juga sembari menerangkan bahwa mendidik anak didik tidak hanya di sekolah saja, akan tetapi masyarakat dan keluarga juga berperan dalam hal itu.

 

RR/RPC/HRC/HC/ADV