Upaya Wardan Bangun Karakter Pendidikan

Administrator - Kamis,12 Desember 2019 - 14:55:31 wib
Upaya Wardan Bangun Karakter Pendidikan
Bupati Inhil HM Wardan

RADARRIAUNET.COM:  Bupati IndrgairiHilir HM Wardan terus berupaya meningkatkan karakter pendidikan di tengah masyarakat. Hal itu dilakukan mengingat era globalisasi dan ditengah kemajuan teknologi, terutama dalam menangkal berbagai pengaruh dari luar.

Menurut Wardan, pendidikan yang berkarter dimaksudkan untuk membentuk insan berahlak mulia, sopan santun, tanggung jawab serta budi pekerti yang luhur untuk ikhtiar."Dan membekali generasi muda dengan keterampilan serta kecakapan kewirausahaan," kata Bupati Wardan

Untuk merealisasikan hal demikian, ujar bupati, dibutuhkan tenaga profesional segenap pemangku kepentingan dalam dunia pendidikan. Baik di tingkat pusat maupun tingkat daerah.

Selain itu, Bupati Wardan juga berharap untuk pendidikan ini diharap semua pihak. Mulai dari pemerintah, guru, maupun tenaga pendidik lainnya untuk tetap berkerja sama dalam proses pengembangan serta pembentukan generasi muda yang terdidik.

"Pendidikan diketahui memiliki peran sangat strategis untuk pengembangan sumber daya manusia (SDM). Disanalah terjadi proses pembentukan karakter generasi muda terdidik dan berpendidikan," tukasnya.

Generasi muda yang berpendidikan dengan berlandaskan beberapa poin diatas tentu berpengaruh pula terhadap peradaban di masa akan datang. Terlebih lagi, mereka akan meneruskan kepemimpinan kedepannya.

Berbagai hal dilakukan, diantaranya melalui kegiatan Perkemahan Pramuka Terpadu.

Bupati menyatakan bahwa kegiatan ini akan mampu membangun karakter dari para kader Pramuka.

"Melalui perkemahan Pramuka Terpadu, kita wujudkan pendidikan berkarakter. Perkemahan pramuka Terpadu mesti terus digalakan. Sebab, kegiatan ini juga telah menjadi kebijakan Nasional," tutur Bupati selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Kamabicab) saat membuka kegiatan perkemahan.

Bupati mengatakan, kegiatan Perkemahan Pramuka Terpadu yang ditaja di Kecataman Kempas adalah salah satu upaya kita untuk membentuk, memperkuat karakter generasi Pramuka.

"Kegiatan ini pula sebagai langkah penerapan pendidikan berkarakter yang memang harus dilakukan sejak usia dini, agar melahirkan generasi muda yang lebih bersemangat, inovatif, berkepemimpinan, berwawasan, tangkas, terampil serta menjunjung tinggi persaudaraan, ujar HM Wardan.

Lebih lanjut, Bupati menjelaskan, perkemahan pramuka terpadu yang telah menjadi kebijakan Nasional, secara implisit dijabarkan pula pada Undang-Undang Nomor 12 Tahun Tentang Gerakan Pramuka, yang mana dikatakan bahwa pembangunan kepribadian ditujukan untuk mengembangkan potensi diri serta memiliki akhlak mulia, pengendalian diri, dan kecakapan hidup bagi setiap warga negara demi tercapainya kesejahteraan masyarakat.

"Upaya pengembangan potensi diri merupakan hak asasi manusia harus diwujudkan dalam berbagai upaya penyelenggaraan pendidikan, antara lain melalui Gerakan Pramuka," pungkas Bupati.

Dengan Perkemahan Pramuka Terpadu ini, diyakini Bupati, dapat membentuk kepribadian generasi muda sehingga memiliki pengendalian diri dan kecakapan hidup untuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global dalam menghadapi dekade revolusi industri 4.0 sebagaimana yang tertuang dalam Undang undang Kepramukaan.

Bupati mengungkapkan, apresiasinya atas penyelenggaraan kegiatan Perkemahan Pramuka Terpadu dan berharap kegiatan perkemahan dapat berjalan lancar. Dia juga berpesan kepada seluruh peserta untuk terus semangat. Dan kepada segenap pengurus pramuka diharapkan dapat terus melanjutkan kegiatan perkemahan di masa masa yang akan datang.

"Saya ucapkan terimakasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah berperan dan turut berpartisipasi dalam perkemahan dan orientasi ini. Saya berharap kegiatan ini dapat terlaksana kembali pada masa yang akan datang," tuturnya.

Selain itu, Bupati juga berpesan agar seluruh kader pramuka yang menjadi peserta perkemahan agar dapat mengikuti setiap rangkaian kegiatan perkemahan dengan baik, menyerap ilmu dan menjadikannya sebagai bekal pengalaman di kemudian hari.

"Saya berharap kepada seluruh peserta perkemahan agar dapat memanfaatkan kegiatan ini dengan baik dan maksimal agar maksud dan tujuan yang kita inginkan dapat terwujud dalam rangka meningkatkan kualitas kepramukaan di indragiri hilir sekaligus kwalitas individunya masing masing," paparnya.

Tidak melulu berorientasi pada pembangunan fisik berupa infrastruktur jalan, jembatan, dermaga dan lainnya, Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan menyebut, pelaksanaan program Maghrib Mengaji sebagai upaya dari Pemerintah Daerah dalam membangun mental-spiritual anak sedari dini.

"Pembangunan SDM melalui pembangunan mental-spiritual akan membantu proses pembentukan karakter dini, terutama jika diterapkan pada anak yang dari sisi usia masih labil sehingga pembelajaran yang diterima akan cepat terserap dan tertanam hingga dewasa," ungkap Wardan.

Lebih lanjut, Bupati Wardan menyatakan komitmennya untuk terus mengimplementasikan program maghrib mengaji yang menjadi salah satu program andalan Pemerintah Kabupaten Inhil saat ini.

"Alhamdulillah di sebagian daerah telah terdapat hasil seperti apa yang kita harapkan sewaktu awal penyusunan program. Situasi di saat maghrib tidak lagi diramaikan dengan anak-anak yang bermain di jalan karena kini, mereka semua berbondong-bondong untuk pergi ke masjid terdekat guna mengikuti program maghrib mengaji," ungkap Bupati.

Sebagai wujud keseriusan dalam menggalakkan program maghrib mengaji tersebut, dikatakan Bupati Wardan, Pemerintah Kabupaten Inhil telah pula menyusun dan menyebarkan silabus yang dapat dijadikan sebuah pedoman pelaksanaan bagi para tenaga pengajar dalan program maghrib mengaji.

"Jadi, kedepan, pelaksanaan program maghrib mengaji ini akan semakin terarah karena ada pedomannya, ada tuntunannya. Peluang untuk mencapai output program sesuai dengan apa yang diharapkan pun akan semakin besar dengan adanya silabus ini," kata Bupati.

Wardan menyebutkan keluarga memiliki peran krusial dalam menyukseskan pembangunan bangsa.

Menurut Bupati, keluarga memiliki korelasi positif terhadap kemajuan bangsa. Dari keluarga, langkah awal dilakukan untuk membangun karakter bangsa menuju kesuksesan pembangunan sebuah bangsa yang besar.

"Keluarga merupakan lingkungan pertama yang dikenal oleh anak sejak dilahirkan. Dalam lingkungan ini, anak mempelajari dan diajari berbagai hal yang menjadi bekal bagi kehidupannya di masa yang akan datang," ujar Bupati memulai penjelasan panjang tentang pentingnya peranan sebuah keluarga dalam kehidupan.

Dikatakannya, orang tua, terutama ibu adalah tempat belajar pertama bagi anaknya. Oleh sebab itu, pola pengasuhan yang diberikan oleh orang tua akan menentukan karakter anak selanjutnya.

"Agar bisa membangun karakter bangsa melalui pembangunan keluarga, maka setiap keluarga selayaknya harus bisa menerapkan delapan fungsi keluarga," ungkap Bupati.

Delapan fungsi keluarga itu, lanjut Bupati Wardan, dapat dilakukan dalam bentuk pendidikan, pengasuhan, pembiasaan dan keteladanan. Delapan fungsi yang dimaksud adalah sebagai berikut, Fungsi Agama dalam keluarga, seorang anak mengenal agama untuk pertama kalinya.

Ada sekitar 12 nilai dasar sebagai pondasi beragama bagi setiap anak diantaranya iman, takwa, kejujuran, tenggang rasa, rajin, kesalehan, ketaatan, suka membantu, disiplin, sopan santun, sabar dan ikhlas serta kasih sayang.

Fungsi Sosial Budaya, penanaman nilai luhur budaya dilakukan pertama kalinya melalui keluarga. Nilai luhur itu sudah menjadi panutan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara seperti toleransi dan saling menghargai, gotong royong, sopan santun, kebersamaan dan kerukunan, kepedulian dan cinta tanah air atau nasionalisme.

Fungsi Cinta Kasih, komponen utama dalam membentuk karakter seorang anak adalah kasih sayang. Setiap orang tua berkewajiban memberikan kasih sayang pada semua anak-anaknya. Sikap cinta dan kasih harus ditanamkan oleh para orang tua kepada anak-anak mereka.

Fungsi Perlindungan, keluarga harus bisa menjadi tempat yang aman atau tempat berlindung bagi anak-anak. Lima nilai dasar seperti aman, pemaaf, tanggap, tabah, dan peduli harus benar-benar ditanamkan kepada anak-anak, Fungsi Reproduksi, salah satu tujuan berkeluarga adalah melestarikan keturunan.

Dalam menjalankan fungsi reproduksi keluarga berkewajiban menanamkan tiga nilai dasar, yaitu: tanggung jawab, sehat, dan teguh. Sehingga keluarga dapat menjalankan fungsi reproduksi dengan baik dan bertanggung jawab.

Fungsi Sosialisasi Pendidikan, dalam menerapkan fungsi ini, keluarga harus menanamkan beberapa nilai moral utama yaitu percaya diri, luwes, bangga, rajin, kreatif, tanggung jawab dan kerja sama, Fungsi Ekonomi, keluarga harus dapat menjadi tempat membina dan menanamkan nilai-nilai keuangan agar terwujud keluarga yang sejahtera.

Dan Fungsi Lingkungan, keluarga menjadi tempat yang tepat menanamkan nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan agar nantinya menghasilkan pribadi yang bertanggung jawab terhadap pelestarian lingkungan hidup.

Guna memperingati Hari Keluarga Nasional tahun 2017, Bupati Wardan memberikan beberapa kiat khusus bagi setiap keluarga di Kabupaten Inhil. Kiat-kiat tersebut antara lain ialah Berkumpul dengan Keluarga, upayakan bisa berkumpul bersama dengan keluarga.

Sisihkan waktu dengan makan bersama, memasak bersama keluarga, agendakan berkumpul bersama minimal 20 menit sehari.

Interaksi dengan anggota keluarga, luangkan waktu untuk saling bicara dan berbgai pengalaman serta bercengkrama dengan semua anggota, jangan berinteraksi lewat media sosial. Komunikasi secara langsung lebih berkualitas. Silaturahmi akan lebih meningkatkan hubungan antar keluarga satu sama lain.

Menjadikan keluarga berdaya, buatlah kegiatan yang bisa memanfaatkan potensi masing-masing anggota keluarga. Sehingga bisa menjadikan anggota keluarga menjadi pribadi mandiri, bisa mengatasi berbagai permasalahan dan tantangan hidup.

Sebagaimana diketahui, peringatan Harganas Tahun 2017 diadakan di Provinsi Lampung, tepat pada tanggal 29 Juni dengan mengangkat tema 'Dengan Harganas Kita Bangun Karakter Bangsa Melalui Keluarga yang Berketahanan'.

Dalam sejarahnya, Hari Keluarga Nasional pertama kali dicetuskan pada tahun 1993 juga di Provinsi Lampung. Dan, pada tahun 2017 ini, Hari Keluarga Nasional kembali diperingati di Provinsi Lampung.

Berdasarkan Keputusan Presiden RI no 39 Tahun 2014 tentang HARGANAS, 29 Juni bukanlah hari libur nasional meski diperingati setiap tahun sebagai Hari Keluarga Nasional oleh BKKBN bersama sejumlah Kementerian terkait dengan melibatkan mitra kerja seperti Tim Penggerak PKK.

Bupati Wardan mengharapkan, Harganas dapat menjadi sebuah momentum untuk meningkatkan kesadaran dan peran masyarakat terhadap pentingnya keluarga kecil, bahagia dan sejahtera.

"Melalui penanaman nilai-nilai kehidupan berbangsa bagi anggota keluarga sejak dini, akan menjadikan keluarga sebagai wahana yang tangguh bagi terwujudnya keluarga yang berkualitas," pungkasnya.

Disamping itu, Bupati Wardan juga berharap, Harganas tahun 2017 mampu menjadi wahana menyukseskan program Nawacita pemerintahan Presiden Joko Widodo - Jusuf Kalla, khususnya butir 5 membangun manusia berkualitas.

 

RR/RP/LP/HRC/RTC/ADV