Bupati Rohil Buka Perkemahan Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) Palang Merah Remaja

Administrator - Kamis,17 Oktober 2019 - 16:09:01 wib
Bupati Rohil Buka Perkemahan Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) Palang Merah Remaja
Bupati Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) Saat Menghadiri perkemahan Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) Palang Merah Remaja kabupaten Rokan Hilir. foto: Humas

RADARRIAUNET.COM: Bupati Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau, Suyatno membuka secara resmi perkemahan Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) Palang Merah Remaja atau PMR tingkat Kabupaten setempat, di Taman Budaya Batu Enam Bagansiapiapi,kemarin.

Bupati dalam sambutannya menyampaikan, PMR merupakan suatu organisasi binaan dari Palang Merah Indonesia (PMI) yang berpusat di sekolah-sekolah ataupun kelompok-kelompok masyarakat seperti sanggar, kelompok belajar dan lain sebagainya,disampaikan oleh awak media pada Rabu (16/10/2019).

"Adapun tujuannya untuk membangun, mengembangkan karakter kepalangmerahan agar siap menjadi relawan PMI pada masa-masa yang akan datang," kata Suyatno. Ia selaku Bupati menyambut baik dengan kegiatan tersebut. Melalui kegiatan Jumbara diharapkan dapat dijadikan sebagai momentum pembinaan mentalitas generasi muda yang bebas dari penyalahgunaan narkotika, dan memberikan kontribusi yang positif terhadap generasi muda Rohil.

"Saya juga berharap melalui kegiatan ini mampu mengembangkan budaya hidup sehat, cerdas, tanggap dan bersahabat," ujar Suyatno. Sementara Ketua Kwartir Cabang 0410 Gerakan Pramuka Rohil, Surya Arfan menyebutkan, kegiatan Jumbara ini baru pertama kali dilaksanakan di Kabupaten Rohil. Ia mengaku masih banyak kekurangan-kekurangan dalam pelaksanaannya dan tentunya menjadi evaluasi ke depan.

"Diharapkan nanti pada Jumbara yang kedua 2020 itu akan lebih baik lagi. Meski demikian kita memberikan apresiasi kepada peserta yang hadir dari 10 kecamatan yang ikut Jumbara ini," kata Surya Arfan. Menurutnya, Jumbara ini dalam rangka untuk memberikan motivasi, semangat untuk para PMR supaya peduli kepada sesama.

"Kita berharap dengan penyelenggaraan Jumbara pertama ini akan lebih menyemangati adik-adik kita di sekolah. Dan kita imbau kepada seluruh sekolah tingkat SMP dan SMA sederajat di Rohil untuk membentuk PMR," harap Surya. Terpisah, Keberadaan Palang Merah Remaja (PMR) diharapkan menjadi awal tumbuh kembangnya generasi yang peduli terhadap kondisi sosial maupun bencana yang ada. Sehingga secara tak langsung menumbuhkan adanya sikap untuk memberikan bantuan bagi sesama.

Harapan itu dikemukakan Sekdakab Rokan Hilir (Rohil) Drs H Surya Arfan Msi usai menghadiri kegiatan kemah Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) PMR se-Rohil di Taman Budaya Batu Enam, Bagansiapiapi. “Sehingga PMR bisa memberikan peran terhadap persoalan sosial,” katanya. Mantan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Rohil ini mengatakan banyak hal yang bisa dilakukan oleh PMR khususnya berkaitan dengan perannya seperti hal keberadaan Palang Merah Indonesia (PMI) namun tentunya belum begitu menyeluruh.

Hal lain yang bisa digiatkan kata sekdakab seperti penyuluhan tentang narkoba, penyuluhan kesehatan, penanggulangan bencana dan sebagainya. “Tentunya sesuai dengan kemampuan mereka yang masih merupakan pelajar, remaja,” kata sekdakab. Hal itu tambahnya lebih bagaimana pada upaya yang telah dilakukan untuk yang bersifat kemanusiaan, berupa kegiatan donor darah.

Diterangkannya, Pemerintah kabupaten Rohil mendukung keberadaan PMR yang digiatkan di sekolah-sekolah. Bentuk dukungan itu salah satunya saat Bupati Rohil H Suyatno AMp menghadiri pembukaan kemah Jumbara beberapa hari lalu H. Suyatno pimpin Apel Palang Merah Remaja (PMR) tingkat Kabupaten Rokan Hilir.
Dalam sambutannya Bupati Suyatno menyebutkan, Palang Merah Remaja merupakan organisasi wadah pembinaan dan pengembangan Remaja Palang merah indonesia yang berada di seluruh indonesia beranggotakan 5 juta orang.

Bupati Suyatno menyampaikan, PMR salah satu dari kekuatan Palang merah indonesia pada kegiatan kemanusiaan, bidang manusia, dan bidang penanggulangan bencana, mempromosikan prinsip-prinsip dasar gerakan palang merah dan Bulan Sabit Merah (BDM) internasional, pengembangan kapasitas PMI.

Menurut dia, Kebijakan PMI dan federasi adalah tentang pembinaan remaja, Remaja menjadi proritas dalam pembinaan keanggotaan kepalang merahan. Berperan dalam pengembangan dan perencanaan pengambilan keputusan PMI menjadi kader relawan calon pemimpin dimasa depan.

Sementara, PMR adalah organisasi binaan PMI, pusatnya di sekolah-sekolah atau kelompok masyarakat (sanggar) kelompok belajar bertujuan membangun dan mengembangkan karakter kepalang merahan menjadi relawan PMI.

Sedangkan jumpa Bhakti gembira atau jumbara Palang merah Remaja merupakan kegiatan Besar palang merah indonesia ditingkat pembinaan, pengembangan jambore pada organisasi pramuka jumbara.

Sebut Bupati Suyatno lagi, setiap tingkatan palang merah indonesia tersebut berada di kecamatan, kabupaten dan kota, provinsi hingga nasional, untuk pelaksanaan kegiatannya disesuaikan kemampuan masing-masing wilayah.

Tambahnya, Kegiatan jambore menjadi momentum metalitas agar generasi muda terbebas dari penyalahgunaan narkotika sehingga remaja memberikan kontribusi positif. "Melalui kegiatan ini, remaja-remaja mampu mengembangkan budaya hidup sehat, cerdas, tanggap, dan panitia pelaksana sedaya upaya untuk memaksimalkan suksesnya jumbara ini", tutup Bupati.
Terpisah, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Pernah menjelaska bahwa pengelolaan Anggaran Pendapatan dan belanja daerah (APBD) dilakukan harus dengan transparan. Termasuk dalam pengelolaan dana hibah atau grant. Tetapi terkadang  dana hibah ini sering kali terjadi persoalan dimana awal puncaknya terjadi persoalan tersebut adalah tidak transparannya si Penerima hibah tersebut,pekan lalu.

Dikonfirmasi melalui sumber ". Dana hibah yang sejatinya ditujukan untuk menunjang capaian program dan kegiatan pemerintah daerah. Namun, dalam pelaksanaan dibeberapa daerah  dana ini sering menjadi bahan incaran dengan modus beragam,

Pengelolaan dana hibah dan bansos mengacu pada regulasi dan berpegang teguh pada asas keadilan, kepatuhan, rasionalitas, dan manfaat yang luas bagi masyarakat, sehingga jauh dari kepentingan pribadi. Dan seharusnya pula pengelolaan dana hibah dan bansos tersebut harus mengacu pada Permendagri 32/2011 (sekarang direvisi menjadi Permendagri Nomor 14 Tahun 2016).

Dari Uraian kondisi diatas Perlunya pertanyaan serta tranparansi palang Merah Indonesia (PMI) yang Setiap tahunnya memdapatkan alokasi hibah dari pemkab Rohil agar punblik mengetahui kegunaan dana hibah tersebut diperuntukan untuk apa?  

Dan berdasarkan hasil dari nota yang didapati Pembayaran Hibah Bantuan Dana Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Rokan Hilir Tahun 2016 dan 2017 sesuai Keputusan Bupati Rokan Hilir No. 554 tahun 2017 tanggal 14 Desember 2017 07287/SP2D/LS/3.01.03.00/2017 28 Desember 2017 Rp.200.000.000,00

Pembayaran Bantuan Biaya Hibah Operasional Palang Merah Indonesia (PMI) kab. Rokan Hilir Tahun 2016 Sesuai Dengan Naskah Perjanjian Hibah Daerah Nomor:105 Tahun 2016 Tanggal 22 Nopember 2016, Nota Dinas Nomor: 400/ND/Setda-Kesra/2016/488 Tanggal 22 Nopember 2016 08419/SP2D/LS/1.20.00/2016 28 Desember 2016 Rp 100.000.000,00

Tentunya dari nota bantuan hibah untuk PMI Rokan Hilir tersebut publik atau masyrakat bertanya diperutukan untuk kegiatan apa Kuncuran dana hibah PMI tersebut agar kecurigaan dan masyarakat tersebut tidak menjadi fitnah, Keterbukaan Serta Transparansi PMI sangat diperlukan dimana  Lembaga Sosial yang nota bennya sebuah lembaga atau organisasi yang sangat konfitibel dan. perlu pengungkap agar pertanggungjawab uang Negara dapat benar benar transparan dan dipastikan bahwa setiap sen uang Negara yang keluar itu benar benar untuk kepentingan rakyat bukan untuk dinikmati oleh oknum tertentu .jelasnya sumber sambil mengakhiri pernyataannya.

 

RR/DRS/CPL/SMTR/ADV