Kemenristekdikti Akui Mutu Guru Produktif 'Sulapan' Kurang Bagus

Administrator - Rabu,09 Oktober 2019 - 13:33:20 wib
Kemenristekdikti Akui Mutu Guru Produktif 'Sulapan' Kurang Bagus
Plt. Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti Kemenristekdikti, Patdono Suwignjo di Jakarta (9/10).

JAKARTA: Plt. Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti Kemenristekdikti, Patdono Suwignjo mengakui guru produktif hasil "sulapan" dari guru adaptif untuk menambal kekurangan guru di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) kualitasnya masih kurang bagus. Apalagi guru adaptif hanya dilatih selama tiga bulan saja untuk menjadi guru produktif.

"Selama ini yang dilakukan guru-guru adaptif 'disulap' dalam waktu pendek tiga bulan untuk menjadi guru produktif, akhirnya menjadi guru produktif-produktifan, mutunya enggak bagus," kata Patdono saat ditemui di sela-sela acara 1st Indonesia Vocational Education and Training Summit 2019, di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat, Rabu, 9 Oktober 2019.

Seharusnya, kata Patdono, untuk menyiapkan guru SMK membutuhkan waktu lebih lama dari menyiapkan SMK itu sendiri. Paling tidak, membutuhkan lima tahun, empat tahun untuk mendapatkan gelar sarjana dan 1 tahun untuk pendidikan profesi guru.

"Harusnya itu sebelum membuat SMK, lima tahun sebelumnya guru, itu problem kita. Di SMK kita problem, juga di pendidikan vokasi itu," terangnya.

Sementara itu, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) membuka seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan Mandiri yang digelar secara nasional pada November 2019. Untuk angkatan pertama, disiapkan sekitar 12.000 kuota PPG Prajabatan Mandiri yang terbuka bagi lulusan sarjana pendidikan maupun nonpendidikan.

Direktur Pembelajaran, Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Kemenristekdikti Paristiyanti Nurwardani menyebut guru SD dan SMK menjadi kebutuhan terbanyak saat ini. Untuk itu Paristiyanti sangat berharap, dalam PPG Prajabatan Mandiri kali ini dapat diminati oleh lulusan sarjana terapan untuk mengisi kekurangan guru di SMK tersebut.


RRN/MEDCOM