KPK Sita Aset Wawan Senilai Rp500 Miliar

Administrator - Selasa,08 Oktober 2019 - 22:25:15 wib
KPK Sita Aset Wawan Senilai Rp500 Miliar
Tubagus Chaeri Wardana di KPK. Foto: Ant/Medcom.id

RADARRIAUNET.COM: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merampungkan penyidikan dugaan Tindak Pidana Korupsi dan Pencucian Uang (TPPU) Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan. Dalam perkara ini, KPK telah menyita aset Wawan dengan nilai fantastis.

Dalam kasus ini, "KPK menyita sejumlah aset dengan nilai sekitar Rp500 Miliar," kata juru bicara KPK, Febri Diansyah kepada awak media setempat, seperti di sitat medcom.id, Selasa, 8 Oktober 2019.

Aset-aset Wawan yang disita KPK ini diduga bersumber dari tindak pidana korupsi dari proyek-proyek yang dikerjakan perusahaan Wawan, PT Bali Pacific Pragama (BPP). KPK juga mengendus keterkaitan pihak lain yang terafiliasi dengan perusahaan tersebut.

Febri mengatakan perusahaan milik adik mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiah itu diduga telah mengerjakan sekitar 1.105 kontrak proyek. Pekerjaan itu berasal dari pemerintah Provinsi Banten dan beberapa Kabupaten yang ada di Provinsi Banten.

Nilai kontrak di rentang waktu 2006-2013 itu ditaksir kurang lebih sebesar Rp6 triliun. Perusahaan Wawan disinyalir berbisnis 'haram'. Termasuk memanfaatkan hubungan kekerabatan dengan pejabat Gubernur dan Bupati/Walikota di Provinsi Banten.

Aset-aset itu meliputi harta bergerak maupun tidak bergerak, yaitu; uang tunai sebesar Rp65 miliar; 68 unit kendaraan roda dua dan roda empat atau lebih; dan 175 unit rumah/apartemen/bidang tanah yang terdiri dari; tujuh unit apartemen di Jakarta dan sekitarnya; empat unit tanah dan bangunan di Jakarta; delapan unit tanah dan bangunan di Tangerang Selatan dan Kota Tangerang.

Selain itu, ada satu unit tanah dan bangunan di Bekasi; tiga unit tanah di Lebak; 15 unit tanah dan peralatan AMP di Pandeglang; 111 unit tanah dan usaha SPBU di Serang; limat unit tanah dan usaha SPBE di Bandung; 19 unit tanah dan bangunan di Bali; satu unit apartemen di Melbourne, Australia; satu unit rumah di Perth, Australia.

Untuk aset di Australia, kata Febri, Komisi Antirasuah menempuh proses Mutual Legal Assistance (MLA) untuk kebutuhan penanganan perkara. KPK dibantu oeh Australian Federal Police (AFP) untuk penyitaan aset sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

Menurut dia, aset Wawan di Australia yang dibeli pada kurun waktu 2012-2013 bernilai Rp41,14 miliar. Meliputi rumah senilai AUD3,5 juta dan apartemen di Melbourne senilai AUD800 ribu.

Penyisiran aset wawan dilakukan penyidik KPK dalam kurun waktu 2014-2019. Hari ini, penyidik KPK telah melimpahkan berkas tiga perkara Wawan ke tahap penuntutan.

"Persidangan direncanakan akan dilakukan di Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat," ujar Febri.

KPK telah menyidik perkara Wawan selama kurang lebih lima tahun dari kurun waktu 2014-2019. Wawan sendiri sudah diperiksa KPK sebanyak 23 kali. Total saksi yang sudah dimintai keterangan oleh KPK mencapai 553 orang, berasal dari unsur pejabat di tingkat Provinsi maupun Kabupaten di Banten, pihak swasta, dan notaris.

 

RRN/lex