Beberapa Manfaat dan Kelebihan dari Seorang Jomblo

Administrator - Rabu,11 September 2019 - 14:33:13 wib
Beberapa Manfaat dan Kelebihan dari Seorang Jomblo
Orang yang jomblo itu sejatinya baik-baik saja dan hanya mengikuti lintasan perkembangan yang berbeda.medcom.id pic

Jakarta: Mulai tumbuh remaja, seseorang mulai ingin mengenal satu sama lain secara mendalam melalui pacaran. Beberapa bilang bahwa pacaran bisa memberikan manfaat namun penelitian terbaru menunjukan bahwa tidak berpacaran saat remaja juga memberikan manfaat yang setara bahkan lebih baik.

Disitat Medcom.id, penelitian baru dari University of Georgia telah menemukan bahwa remaja yang tidak berpacaran atau jomblo memiliki nasib yang lebih baik. Studi yang dipublikasikan secara online di The Journal of School Health, menemukan bahwa remaja yang tidak berhubungan romantis selama sekolah menengah pertama dan menengah atas memiliki keterampilan sosial yang baik dan tingkat depresinya lebih rendah.

Alhasil mereka memiliki nasib setara dengan teman sebaya yang berkencan. Bahkan bisa menjadi sosok yang lebih baik.

"Mayoritas remaja telah memiliki beberapa jenis pengalaman romantis pada usia 15 hingga 17 tahun," kata Brooke Douglas, penulis utama studi tersebut.

"Frekuensi tinggi ini telah menyebabkan beberapa peneliti menyarankan bahwa berkencan selama masa remaja adalah perilaku normatif. Artinya, remaja yang memiliki hubungan romantis karenanya dianggap 'tepat waktu' dalam perkembangan psikologis mereka,” ungkapnya.

Saat berpacaran dianggap normal dan perlu untuk dilakukan oleh anak remaja, Douglas kemudian mempertanyakan nasib anak remaja yang memilih untuk tetap sendiri atau jomblo.


Untuk melakukan ini, Douglas dan rekan penulisnya, Pamela Orpinas memeriksa apakah siswa kelas 10 yang melaporkan tidak pacaran selama periode tujuh tahun, berbeda pada keterampilannya secara emosional dan sosial dibandingkan teman sebaya mereka yang lebih sering berkencan.

Ditemukan bahwa siswa yang tidak berpacaran memiliki keterampilan interpersonal yang serupa atau lebih baik daripada teman sebaya yang lebih sering berkencan. Sementara skor mereka dalam berhubungan dengan teman-teman di rumah dan di sekolah tidak berbeda dengan teman yang telah berpecaran.

Selain itu, guru menilai siswa yang enggak berpacaran secara signifikan lebih tinggi untuk keterampilan sosial dan keterampilan kepemimpinan daripada teman yang suka berkencan.

Siswa yang tidak berpacaran juga cenderung tidak mengalami depresi. Proporsi siswa yang melaporkan diri mengalami  kesedihan atau putus asa secara signifikan ditemukan lebih rendah dalam kelompok ini juga.

"Singkatnya, kami menemukan bahwa siswa yang tidak berpacaran baik-baik saja dan hanya mengikuti lintasan perkembangan yang berbeda. Mereka sehat daripada teman-teman mereka yang berkencan,” kata profesor Orpinas.

"Sebagai profesional kesehatan masyarakat, kita dapat melakukan pekerjaan secara lebih baik dengan menegaskan bahwa remaja memang memiliki kebebasan individu untuk memilih apakah mereka ingin berkencan atau tidak, dan bahwa opsi mana pun dapat diterima dan baik,” katanya.


RRN/MCI