Jokowi Minta Insinyur se-ASEAN Perkuat Kolaborasi

Administrator - Rabu,11 September 2019 - 14:04:15 wib
Jokowi Minta Insinyur se-ASEAN Perkuat Kolaborasi
Ilustrasi bendera negara-negara ASEAN..medcom pic

Jakarta: Presiden Joko Widodo meminta para insinyur di seluruh ASEAN terus memperkuat kerja sama di berbagai proyek pembangunan. Kekuatan ekonomi ASEAN di dunia perlu terus dipertahankan.

Pernyataan itu disampaikan Jokowi saat membuka Konferensi Organisasi Insinyur se-ASEAN ke-37 (CAFEO37) yang dihadiri lebih dari 1.000 insinyur ASEAN di JIEXPO Convention Centre and Theatre, Kemayoran, Jakarta Pusat. Menurut Jokowi, kehadiran wadah organisasi insinyur ASEAN ini penting dalam upaya berkolaborasi di antara kekuatan masing-masing negara.

"Asosiasi ini bisa memfasilitasi anggotanya untuk saling berbagi pengalaman dan pengetahuan, serta saling bersinergi satu dengan yang lainnya," kata Jokowi dalam sambutannya seperti sitat medcom.id, Rabu (11/9/2019).

Kehadiran insinyur merupakan orang di balik karya-karya hebat di berbagai bidang pembangunan. Jokowi mengharapkan kerja sama bisa terjalin dengan beragam bidang keilmuan untuk melahirkan inovasi baru yang mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

"Kita membutuhkan SDM yang menguasai hybrid knowledge, kita semakin butuh hybrid skill yang relevan dengan kebutuhan zaman. Sekarang ini melalui pendidikan, penelitian, dan inovasi lintas ilmu tersebut kita bisa mengembangkan inovasi lebih hebat," ungkap Jokowi.

Dalam kesempatan itu, Jokowi mengapresiasi implementasi kesepakatan penyamaan standar kompetensi yang dijalin para insinyur ASEAN. Sehingga, mobilitas insinyur hebat di antara negara ASEAN bisa dimaksimalkan dengan baik.


"Kerja sama antarinsinyur di ASEAN ini penting untuk terus ditingkatkan dan saya yakin setiap negara ASEAN punya kekuatan masing-masing," ucapnya.

Chairman ASEAN Federation of Engineering Organisations (AFEO) Heru Dewanto mengatakan standarisasi kompetensi ini memungkinkan diberlakukannya standarisasi remunerasi, termasuk untuk insinyur asing yang bekerja di Indonesia. Kehadiran UU Nomor 11 Tahun 2014 tentang keinsinyuran dan PP Nomor 25 Tahun 2019 juga sebagai terobosan di dunia teknik sipil Tanah Air.

"Terobosan UU ini bukan hanya milik insinyur dan sarjana teknik saja, kini lulusan vokasi pun bisa bergelar profesi insinyur dan menjadi bagian dari database keinsinyuran Indonesia. Inilah semangat baru keinsinyuran, insinyur untuk semua dan menjadi kebanggaan semua," paparnya.

Ketua Umum Perhimpunan Insinyur Indonesia (PII) ini menambahkan kehadiran database ini bakal berisikan registrasi insinyur yang melakukan praktek keinsinyuran. Nantinya bakal ada lebih dari satu juta talenta terbaik bangsa yang telah tercatat dan bisa terus membangun negeri.

"Database keinsinyuran pertama di Indonesia ini akan berisikan lebih dari satu juta talenta-talenta terbaik bangsa, tentu nama Bapak Ir. Joko Widodo ada di dalamnya lengkap dengan klasifikasi dan standar kompetensinya," kata Heru.


RRN/MCI