Karhutla di Riau tak Kunjung Padam, Asap Makin Parah, Jarak Pandang Menurun

Administrator - Rabu,11 September 2019 - 10:58:23 wib
Karhutla di Riau tak Kunjung Padam, Asap Makin Parah, Jarak Pandang Menurun
Pemprov Riau menggelar salat Istiska di halaman kantor gubernur.cakaplah.com pic

PEKANBARU : Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus marak di Riau. Kabut asap masih menyelubungi Kota Pekanbaru dan beberapa daerah lainnya. Akibatnya, ribuan warga terancam kesehatannya. Jarak pandang pun terganggu.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat pagi ini jarak pandang di Kota Pekanbaru hanya 1 kilometer.

"Jarak pandang sama dengan hari sebelumnya yakni 1 kilometer. Ini karena kabut asap," ujar Kasi Data dan Informasi BMKG Stasiun Pekanbaru Marzuki seperti sitat cakaplah.com, Rabu (11/9/2019).

Tak hanya Pekanbaru, penurunan jarak pandang juga terjadi di Indragiri Hulu, Dumai dan Pelalawan. "Jarak pandang di Inhu cuma 3 kilometer, di Dumai 5 kilometer. Sementara Pelalawan sama dengan Pekanbaru yakni 1 kilometer," cakapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, hari ini sebanyak 258 titik panas tersebar di 9 wilayah Riau. Rianciannya, di Rokan Hulu 2 titik, Bengkalis 9 titik, Kampar 5 titik, Dumai 1 titik dan Kuansing 3 titik. Sisanya di Pelalawan 47 titik, Rokan Hilir 23 titik, Indragiri Hilir 143 titik dan Indragiri Hulu 25 titik.

Dari jumlah tersebut, 166 titik diantaranya dipastikan kebakaram hutan dan lahan karena memiliki level confidence di atas 70 persen. Titik api itu berada di Bengkalis 2 titik, Kampar 2 titik, Pelalawan 32 titik, Kuansing 2 titik dan Rokan Hilir 16 titik. Sementara di Rokan Hulu terdeteksi 1 titik, Indragiri Hilir 94 titik dan Indragiri Hulu 17 titik.


Salat Istiska

Sementara itu, Satgas Karhutla bersama pihak terkait terus berjuang memadamkan api. Baik melalui darat maupun udara menggunakan helikopter. Selain itu, Pemprov Riau bersama masyarakat juga melakukan Salat Istiska hari ini di halaman kantor gubernur Riau.

Salat untuk meminta hujan tersebut diikuti oleh Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution, Forkopimda, Ketua MUI Provinsi Riau, Kepala Kanwil Kementerian Agama, TNI/Polri, ASN, tokoh masyarakat dan umat Islam lainnya.

Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution menyebutkan bahwa salat tersebut digelar karena melihat kondisi kabut asap di Riau semakin parah. Semua itu akibat Karhutla.

"Salat ini dalam rangka untuk memohon kepada Allah agar menurunkan hujan supaya bisa memadamkan api di hutan dan lahan yang terbakar. Sehingga kabut asap di provinsi Riau bisa cepat hilang," ucap Wagubri.

Selain berdoa, Satgas Karhutla di lapangan terus berjuang memadamkan api.


RRN/CKP