58 Titik Panas Indikasi Karhutla Terdetekasi di Sumatra

Administrator - Senin,02 September 2019 - 16:29:27 wib
58 Titik Panas Indikasi Karhutla Terdetekasi di Sumatra
Ilustrasi.Medcom.id pic

Pekanbaru: Sebanyak 358 titik panas indikasi awal kebakaran hutan dan lahan pada Senin, 2 September 2019 pagi terdeteksi di wilayah Pulau Sumatra.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru menyebut titik panas paling banyak ada di wilayah Provinsi Riau dengan 150 titik disusul Provinsi Jambi dengan 103 titik dan Sumatra Selatan dengan 67 titik.

Titik panas juga terdeteksi di wilayah Lampung (12), Bangka Belitung (dua), serta masing-masing satu titik di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Kepulauan Riau.

Di Riau, titik panas paling banyak ada di daerah pesisir seperti Kabupaten Rokan Hilir (49), Bengkalis (25), dan Kepulauan Meranti (16). Titik panas juga terdeteksi di Indragiri Hilir (tiga), Kabupaten Pelalawan (30), Indragiri Hulu (13), Kampar (dua), serta masing-masing satu di Kuansing dan Siak.


Dari 150 titik panas yang terdeteksi di wilayah Riau, 107 di antaranya merupakan titik api dengan sebaran meliputi wilayah Rokan Hilir (37), Pelalawan (23), Bengkalis (21), Meranti (13), Indragiri Hulu (sembilan), Indragiri Hilir (tiga), dan Kuansing(satu).

Wakil Komandan Satuan Tugas Penanggulangan Karhutla Riau Edwar Sanger mengatakan pada akhir Agustus kebakaran hutan dan lahan sudah mereda bersama turunnya hujan di Riau. Namun jumlah titik panas Riau kembali meningkat sejak 1 September, ketika satelit mendeteksi 179 titik panas di wilayah provinsi itu.

Kabut asap juga kembali meliputi wilayah Riau seperti Pekanbaru, Dumai, Rokan Hilir, Siak, dan Bengkalis dengan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dalam kategori sedang hingga berbahaya.

Warga Kota Pekanbaru pada Senin pagi sebagian juga mencium bau asap yang menyelimuti kota. "Subuh tadi ketika buka pintu sudah tercium bau asap dari luar," kata warga Pekanbaru, Uluan, 45 seperti sitat medcom.id.


RRN/MCI