SMA NEGERI 5 PINGGIR DI DUGA BERBAU PUNGUTAN

Administrator - Minggu,25 Agustus 2019 - 19:54:05 wib
SMA NEGERI 5 PINGGIR DI DUGA BERBAU PUNGUTAN

RADARRIAUNET.COM: Belum lama ini, saat proses PPDB ajaran Baru 2019-2020 Juli lalu di SMA Negeri 05 Pinggir. Kec. Pinggir/Kab Bengkalis saat Pelaksanaan PPDB Pihak sekolah langgar aturan yang telah di tetapkan Pemerintah.

 

Adapun surat keputusan
Provinsi Riau  Dinas Pendidikan Nomor : 800/Disdik/1.3/2019/10095 Lampiran : -    Perihal : Pungutan Uang Komite .Tanggal 20 Agustus 2019 lalu. Rapat Kordinasi implementasi pendidikan anti korupsi yang merupakan kegiatan Monitoring Evaluasi  Kordinasi dan supervisi pencegahan  (KORSUPGAH) KPK di Provinsi Riau ,yang dii hadiri oleh KPK, GUBERNUR RIAU, DRPD, OMBUDSMAN, DINAS PENDIDIKAN, INSPEKORAT, DAN BIRO HUKUM.

Pasal nya salah seorang Siswa/i SMA Negeri 05 Pinggir yang di dampingi orang tua nya yang berkediaman di Sebanga Duri.

Saat di tanya wartawan Radarriaunet.com soal pungutan di sekolah tersebut, Siswa/i  mengatakan pakaian siswa baru di SMA negeri 05 Pinggir kami bayar Pak sebesar Rp.1.500.000/siswa.

Ditambahkan narasumber lagi uang SPP(uang sekolah)
Rp.120.000 per bulan.
Lain lagi uang buku LKS Rp.14.000/LKS dan ada sebanyak 7 buah LKS. Udah berapa duit nya itu pak? "katanya heran".

Di hari yang sama orang tua Siswa mengatakan Kepsek SMA Negeri 05 pinggir ini, selama berdiri nya sekolah tersebut tetap berbau pungutan.

Contoh: seperti uang sekolah dan lain lain,
Mirip sekolah swasta pak, sedangkan sekolah tersebut sekolah Negeri pemerintah punya "katanya kesal".

Wartawan radarriaunet.com mencoba tiga kali mendatangi SMA Negeri 05 pinggir. dengan tujuan konfirmasi masalah pungutan sekolah tersebut, sayang nya Kepala Sekolah (Kepsek) Ibu Lisma Wati, S.Pd tidak dapat di temui wartawan di ruangan kerjanya
Keras di duga Bersembunyi di rungan kelas yang lain.

Yang lucunya, Piket/penjaga sekolah ada tiga lapis. Lapisan pertama di pinggir halaman sekolah pintu masuk lalu ke dua dan ketiga di dekat rungan Kepsek. sedangkan Tamu  yang datang wajib lapor di tiga penjaga tersebut.

Apalagi kalau tamu atas nama wartawan, piket pertama langsung mengangkat telepon nya.
Diduga penjaga tersebut mengabarin ke Kepenjaga berikutnya dan Ke Kepala sekolah.

Ketika sampai di ruangannya, kami mendapat laporan bahwa kepala sekolah tidak ada di Tempat dengan berbagai alasan, seperti: Rapat di Pekanbaru, dan ada yang bilang sedang sakit dan juga ada yang bilang sedang dinas ke luar kota, bahkan ada yang mengatakan baru keluar beberapa menit lalu.

Ketika Radarriaunet.com mengkonfirmasikan ke Dinas Pendidikan Provinsi Riau Pak RUDIANTO. Sayang nya no handphone beliau tidak dapat di hubungi.

RRN/DH/FH.