Terpukau Atol di Pulau Kecil Terluar Indonesia

Administrator - Kamis,15 Agustus 2019 - 16:25:12 wib
Terpukau Atol di Pulau Kecil Terluar Indonesia
Ilustrasi Atol.cnni pic

Jakarta : Pusat penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Coral Reef Rehabilitation and Management Program - Coral Triangle Initiative (Coremap-CTI), menemukan potensi alam yang luar biasa di delapan Pulau-Pulau Kecil Terluar (PPKT) di Indonesia.

Penelitian tersebut dilakukan di pulau Yiew, Budd, Fani, Bras, Fanildo, Liki, Bepondi, dan Miossu. Selain tempat-tempat tersebut, ada satu gugusan kepulauan Ayau di kawasan Raja Ampat, Papua, yang juga dimasukkan ke dalam rangkaian kegiatan yang diberi nama Ekspedisi Nusa Manggala.

"Kegiatan ekspedisi Nusa Manggala adalah penelitian untuk menggali data dan informasi sumber daya alam hayati dan non hayati di kawasan pesisir PPKT Indonesia," kata Deputi Bidang Ilmu Kebumian LIPI, Zainal Arifin, seperti sitat CNN Indonesia, Kamis (15/8/2019).

Sebagai negara kepulauan terbesar dan poros maritim dunia, Indonesia memiliki 10 perbatasan maritim dengan 111 PPKT terhampar di sekitarnya.

Perbatasan perairan Indonesia dan Samudra Pasifik adalah salah satunya. Minimnya informasi ilmiah tentang potensi sumber daya alam di kawasan itu mendorong LIPI melakukan ekspedisi ke sana.


Selama kurang lebih 49 hari, 55 orang peneliti Indonesia di bidang ekologi, daya dukung lingkungan, sosial kemanusiaan serta geomorfologi turut andil dalam ekspedisi yang menjelajahi jarak lebih dari 6.000 kilometer.

"Di kepulauan Mapia, tepatnya di pulau Bras dan Fanildo terdapat salah satu atol terbesar di Indonesia dengan luasan area lebih dari 3.000 hektare," kata koordinator Ekspedisi Nusa Manggala, Udhi Eko Hernawan.

Ia menambahkan atol tersebut menjadi habitat unik bagi beragam biota laut seperti karang hias Lobophyllia, Physogyra, dan Cynarina lacrimalis.

Sementara itu koordinator tim peneliti ekspedisi Nusa Manggala Leg 2, Wayan Eka, menuturkan dari semua jenis kerang kima yang ada di Indonesia, tujuh di antaranya ditemukan di kepulauan Mapia. Hal ini belum ditambah catatan sebaran baru kehadiran jenis Tridacna noae.

Atol adalah karang di laut yang berbentuk melingkar seperti cincin. Di dinding karang inilah, sebuah surga bawah laut tercipta, terdiri dari beragam biota yang membangun suatu ekosistem besar.


Menurutnya Indonesia harus berbangga diri, karena ada sangat banyak spesies biota yang hidup di dalamnya.

Sebelumnya atol terbesar ketiga di dunia disebut juga berada di Indonesia yaitu di kawasan Taman Nasional Taka Bonerate, Makassar, Sulawesi Selatan.

"Atol di Taka Bonerate masih yang paling besar di Indonesia, tapi di kepulauan Mapia salah satu yang terbesar," ujar Wayan.

Sedangkan Pulau Bras adalah pulau terluar Indonesia yang terletak di Samudra Pasifik dan berbatasan dengan negara Palau. Pulau Bras itu merupakan bagian dari wilayah pemerintah Kabupaten Supiori, provinsi Papua.

Keberadaan pulau terluar memiliki peran yang sangat penting dalam menyediakan ekosistem alam yang produktif dan menunjang sektor pangan, perikanan, dan wisata. Keberadaannya merupakan penanda kedaulatan negara di beranda depan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Selain atol, dari ekspedisi tersebut juga didapatkan daftar isu strategis terkait pengelolaan sumber daya pesisir di PPKT yang tertuang dalam naskah kebijakan dan dibuat juga dalam bentuk film dokumenter dan buku.


RRN/CNNI