Briptu Heidar Disandera saat Sedang Usut Aksi KKSB Papua

Administrator - Selasa,13 Agustus 2019 - 16:16:38 wib
Briptu Heidar Disandera saat Sedang Usut Aksi KKSB Papua
Ilustrasi jenazah. Briptu Heidar tewas ketika sedang mendalami kasus pemerkosaan dan pemerasan di Puncak, Papua. cnni pic

Jakarta : Briptu Heidar, korban penembakan di Puncak Papua, disebut tengah mendalami kasus pemerkosaan dan pemerasan yang dilakukan kelompok kriminal sipil bersenjata (KKSB) Papua. Seperti diberitakan sebelumnya, Briptu Heidar diketahui ditemukan tewas dalam kondisi kepala tertembak.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo mengatakan Heidar mendapatkan informasi tentang kelompok KKSB yang sering melakukan pengancaman kepada penduduk.

Selain pengancaman, informasi yang didapatkannya juga menyebutkan jika KKSB melakukan pemerasan dengan mengambil bahan makanan dan barang-barang milik penduduk, penganiayaan hingga pemerkosaan.

"Anggota tersebut (Briptu Heidar) melakukan lidik (penyelidikan) terhadap informasi dan keberadaan pelaku KKB (KKSB) tersebut. Dalam perjalanan melaksanakan tugas disergap oleh kelompok KKB ," ujar Dedi seperti sitat CNNIndonesia.com, Selasa (13/8/2019).

Namun demikian Dedi belum mengetahui sejak kapan penyelidikan itu dimulai. "Sudah beberapa kali tapi masih tahap mendalami info," tuturnya.

Seperti dijelaskan Dedi sebelumnya, peristiwa penyanderaan itu terjadi saat Heidar dan rekannya Bripka Alfonso Wakum sedang berada di Kampung Usir. Mereka tiba di kampung tersebut dengan menggunakan motor.


Setibanya di Kampung Usir, Heidar dipanggil oleh temannya yang juga anggota polisi. Motor yang dikendarai oleh Alfonso itu pun berhenti untuk menanggapi panggilan temannya.

Kemudian Heidar menghampiri temannya. Sementara itu, Alfonso menunggu di atas motor. Saat Heidar berbincang dengan temannya itu tiba-tiba datang sekelompok orang dan langsung membawa Heidar.

Setelah kejadian tersebut, Bripka Alfonso langsung kembali dengan sepeda motor dan melaporkan peristiwa tersebut ke Pos Polisi di Kago, Kabupaten Puncak.

Dari Papua, jenazah Briptu Heidar sudah dievakuasi ke Timika dari Ilaga. Evakuasi jenazah dilakukan dengan menggunakan pesawat carteran.

"Rencananya jenazah korban akan dievakuasi ke Makassar dan selanjutnya ke kampung halamannya di Barru untuk dimakamkan," kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Kamal seperti dikutip dari Antara, Selasa (12/8/2019).

Kamal menjelaskan, saat ini orang tua korban yang bermukim di Serui sudah berada di Biak dan akan menuju Makassar.


RRN/CNNI