Menyembuhkan Kecanduan Gim Online dengan Terapi Perilaku

Administrator - Selasa,16 Juli 2019 - 13:41:52 wib
Menyembuhkan Kecanduan Gim Online dengan Terapi Perilaku
ilustrasi main gim. cnni pic

Jakarta : Kecanduan internet dapat mengganggu kehidupan. Kecanduan internet merupakan penggunaan internet yang berlebihan dan secara negatif mempengaruhi sosial, pekerjaan, keluarga, dan aspek kehidupan lainnya.

Kecanduan internet ini dapat diatasi dengan terapi perilaku kognitif. Penelitian yang baru saja dipublikasikan di jurnal JAMA Psychiatry menunjukkan terapi perilaku jangka pendek efektif untuk mengobati orang yang kecanduan internet.

Kecanduan internet ini meliputi orang yang kecanduan bermain gim, jejaring sosial, pornografi, dan penggunaan internet secara umum. Saat ini prevalensi kecanduan internet mencapai 6 persen dari seluruh orang di dunia.

Peneliti menemukan 69,4 persen pria dengan kecanduan internet mengalami penurunan penggunaan internet setelah menjalani terapi perilaku kognitif.


"Ini menunjukkan efek pengobatan yang kuat untuk subjek yang menderita kecanduan internet atau gim," kata pemimpin penelitian Klaus Wölfling dari University Medical Center of the Johannes Gutenberg-University Mainz, Jerman, seperti sitat CNN Indonesia.

Ini merupakan uji klinis acak pertama yang dilakukan secara acak di beberapa klinik untuk pengobatan kecanduan internet.

Studi ini mengamati 143 laki-laki berusia 17-55 tahun di empat klinik rawat jalan di Jerman dan Austria. Para pasien ini memiliki gejala yang meliputi penarikan diri, asyik dengan internet, dan hilang minat pada aktivitas kehidupan lainnya.


Para partisipan diberikan terapi perilaku kognitif jangka pendek. Terapi ini terdiri dari 15 minggu sesi kelompok dan individu. Program terapi ini dibagi menjadi tiga fase yakni pendidikan tentang kecanduan, intervensi psikoterapi dengan penggunaan internet sehat, dan fokus pada teknik pencegahan kekambuhan.

Pasien dievaluasi sejak awal pengobatan, pertengahan perawatan, pasca perawatan, dan enam bulan setelah pengobatan. Para peneliti melihat laporan diri tentang perilaku dan gejala kecanduan internet.

Pada akhir pengobatan, pasien dalam kelompok terapi perilaku kognitif menunjukkan gejala kecanduan yang dilaporkan sendiri lebih rendah seperti kehidupan sosial yang lebih baik dan melakukan pekerjaan dan fungsi sehari-hari. Secara keseluruhan, pasien menunjukkan tingkat depresi yang lebih rendah.


RRN/CNNI