Penumpang Ungkap Sindikat Copet di Angkot Pekanbaru, Libatkan Supir dan Kernet

Administrator - Rabu,10 Juli 2019 - 16:30:06 wib
Penumpang Ungkap Sindikat Copet di Angkot Pekanbaru, Libatkan Supir dan Kernet
cakaplah.com pic

PEKANBARU : Sindikat copet di dalam angkot di Pekanbaru terungkap oleh korban. Kawanan copet melibatkan supir, kernet dan dua orang yang berpura-pura menjadi penumpang.

Pelaku copet diamankan Polsek Bukitraya pada Selasa (9/7/2019) sore kemarin di Jalan Tuanku Tambusai, tepatnya di persimpangan Jalan Pepaya, Marpoyan Damai.

Kapolsek Bukitraya, Kompol Bainar, mengatakan peristiwa bermula dari korban Apriyan (25) naik oplet dari SKA menuju Pasar Cik Puan sekitar pukul 17.00 WIB sore. Korban menumpangi oplet yang dikendarai oleh pelaku Tomi Lembang (36), beserta rekannya yang berpura-pura sebagai penumpang.

"Namun di tengah perjalanan, seorang tersangka lain selaku kernet, Until, menyebutkan bahwa ban belakang sebelah kanan kempes," kata Bainar seperti sitat cakaplah.com, Rabu (10/7/2019).


Akibat ban kempes kernet meminta korban dan dua pelaku lainnya yang berpura sebagi penumpang untuk pindah ke bangku sebelah kiri.

Saat berada di kursi sebelah kiri, di situlah aksi copet dilaksanakan. Dua tersangka yang pura-pura sebagai penumpang, Dendi dan Cepoek mengapit korban di bangku sebelah kiri. Saat itu, Dendi yang berada di sisi kanan korban merogoh barangnya yang ada bangku, sehingga korban terpaksa bergeser. Sedangkan Cepoek yang di sebelah kiri tidak bergeser sehingga korban lengah.

"Di sana pelaku Dendi mengambil dompet korban yang berada di kantong celana dan mengeluarkan uangnya. Sementara dompetnya dibuang ke bawah bangku," sebut Bainar.

Korban pun melihat dompetnya di bawah bangku dan saat diambil uangnya sudah tidak ada. Curiga dengan orang sekitar, korban pun mulai menanyai pelaku sehingga keributan terjadi.


Supir yang sudah mengetahui aksi itu meminta mereka keluar oplet karena tengah adu mulut. Dendi keluar terlebih dahulu dan begitu Cepoek ingin keluar, korban mengancam akan berteriak jika tidak mengembalikan uangnya.

"Saat itu uang sudah beralih ke tangan Tomi yang duduk di bangku supir. Karena ia sudah takut, ia pun kabur dan korban berteriak jambret," kata Bainar.

Akibat adanya teriakan warga pun berdatangan dan mencoba mengejar pelaku. Pelaku bernama Tomi yang bertindak sebagai supir pun berhasil ditangkap warga. Sementara pelaku lainnya selaku kernet dan dua orang penumpang saat ini masih DPO.

"Saat diamankan, dari saku Tomi didapati uang tunai Rp 2,7 juta dengan pecahan Rp 100 ribu. Selanjutnya pelaku dan barang bukti diserahkan ke Polsek Bukitraya.


RRN/CKP